Dapurrakyatnews – Jagat birokrasi Madura diguncang kabar gembira yang luar biasa. Sempat diselimuti teka-teki, nasib 3.214 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di lingkungan Pemkab Sampang akhirnya berakhir bahagia.
Mereka dipastikan sukses lolos dari lubang jarum dan resmi mengantongi perpanjangan kontrak baru pada pertengahan Oktober 2026 mendatang.
Langkah berani ini sengaja diambil Pemkab Sampang demi menyelamatkan roda pelayanan publik agar tidak lumpuh, sekaligus memastikan setiap instansi daerah tetap tancap gas melayani rakyat tanpa hambatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, jangan salah sangka. Tiket emas ini tidak didapatkan dengan cuma-cuma. Ada drama evaluasi super ketat yang menguras keringat di baliknya. Dari total awal 3.230 pegawai, 16 orang bertumbangan karena memilih mengundurkan diri, menyisakan 3.214 ksatria pelayanan publik yang berhasil bertahan hingga garis finis.
Kepala Bidang Informasi dan Pembinaan Aparatur BKPSDM Sampang, Hendro Sugiharto, menegaskan dengan lantang bahwa perpanjangan kontrak ini murni hasil keringat dan air mata pegawai yang berkinerja tinggi, bukan sekadar formalitas di atas kertas.
“Kami telah menyaring mereka dengan sangat ketat melalui evaluasi, terutama soal kedisiplinan. Jadi, 3.214 orang yang bertahan ini adalah mereka yang benar-benar loyal dan berkinerja tinggi untuk Sampang!” tegas Hendro, Senin (28/9/2026).
Hendro membongkar rahasia di balik keputusan besar ini. Ia menyebut ada tiga indikator maut yang wajib dipenuhi jika tidak ingin didepak dari formasi:
Rapor Merah Haram Hukumnya! Capaian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) wajib hukumnya menembus standar minimal, tanpa toleransi bagi yang malas.
Instansi Angkat Tangan Jika Tak Butuh! Penempatan disesuaikan secara rill dengan kebutuhan darurat di lapangan.
Kompetensi Harga Mati! Keahlian pegawai dikuliti habis demi memastikan mereka benar-benar ahli di posisi yang ditempati.
Saat ini, tensi di kantor BKPSDM Sampang sedang meninggi. Tim internal tengah bergerak super cepat, berkejaran dengan waktu untuk melakukan sosialisasi kilat ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dengan amunisi ribuan tenaga kerja yang sudah teruji lewat seleksi alam ini, Pemkab Sampang menebar ancaman nyata: kualitas pelayanan publik di Madura Barat siap meroket tajam demi kepuasan mutlak masyarakat.
Penulis : Moh Mansur
Editor : Redaksi







