Waspada, Membawa Keris di Kota Keris

- Redaksi

Rabu, 21 April 2021 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo : Ika Arista, satu-satunya empu perempuan di Kota Keris [dok]

Photo : Ika Arista, satu-satunya empu perempuan di Kota Keris [dok]

SUMENEP, DapurRakyatNews – Keris merupakan benda budaya yang eksotik, sebuah karya seni sekaligus benda budaya asli Nusantara. Budaya keris terbentang dari ujung pulau Sumatra di barat hingga ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara di Selatan.

Keris merupakan identitas pengikat sebagai pendorong rasa kebangsaan, yang bukan hanya dalam pengertian simbol yang bersifat abstrak, melainkan simbol nyata yang dapat mewakili hampir dari seluruh suku bangsa yang ada di Nusantara.

Baca Juga:  Rocker Punya Rasa, Madurock Community Berbagi Kebaikan Dibulan Penuh Berkah

Saat ini, penggunaan Keris lebih banyak sebagai ornamen pelengkap dalam berbusana adat. Sebagai produk kebudayaan, keris mengandung sejumlah nilai luhur kebudayaan dan menjadi benda koleksi yang dinilai dari segi estetikanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, dideklarasikan menjadi Kota Keris terbesar di Asia Tenggara. Deklarasi dilaksakan pada 31 oktober 2013 bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Gelar Haul Akbar dan Jamasan Pusaka, Perkuat Identitas Budaya Kota Keris

Keris Sumenep sudah diakui Unesco, keputusan untuk mendeklarasikan Sumenep sebagai Kota Keris berdasarkan hasil diskusi dengan kelompok-kelompok empu keris di Sumenep. Saat ini, jumlah empu keris di Sumenep mencapai 554 empu, jumlah ini diklaim sebagai empu terbanyak se-Asia Tenggara.

Kris atau keris adalah senjata asimetris khas dari Indonesia. Sebagai senjata maupun benda spiritual, keris dianggap memiliki kekuatan magis. Keris paling awal diketahui berasal dari abad kesepuluh dan kemungkinan menyebar dari pulau Jawa ke seluruh Asia Tenggara.

Baca Juga:  Menyambut dan Memeriahkan Tahun Baru Islam, IPNU dan IPPNU Kangean Gelar Tahlilan dan Doa Bersama

Keris dipakai setiap hari dan pada upacara khusus, pusaka ini diturunkan turun temurun dari generasi ke generasi. Baik pria maupun wanita bisa memakainya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Situbondo Hadiri Festival Budaya Adat KK 26, Dorong Pengembangan Wisata Lokal
Pemdes Prambanan Gelar Kirab Budaya Petik Laut 2025 Sebagai Momentum Syukur dan Penggerak Ekonomi Lokal
Festival Tan Pangantanan untuk Mengenalkan Budaya Tradisional Daerah Sejak Dini kepada Anak
Wakil Bupati Menerima Kunjungan Duta Budaya Indonesia di Pendopo Keraton Sumenep
Sekda Edy Rasyadi Membuka Pelaksanaan Pameran dan Lelang Lukisan di Pendopo Agung
Kecamatan Rahul Gelar Festival Budaya, Ini kata Camat Dheno
Laskar Sumber Lapi Sukses Menyita Perhatian Pengunjung Madura Culture Festival 2023
Supriadi, Sebagai Pagoda Tertinggi di Indonesia, Layak Mendapatkan Rekor Muri

Berita Terkait

Kamis, 26 Juni 2025 - 22:02 WIB

Bupati Situbondo Hadiri Festival Budaya Adat KK 26, Dorong Pengembangan Wisata Lokal

Sabtu, 25 Januari 2025 - 22:14 WIB

Pemdes Prambanan Gelar Kirab Budaya Petik Laut 2025 Sebagai Momentum Syukur dan Penggerak Ekonomi Lokal

Sabtu, 25 Mei 2024 - 11:41 WIB

Festival Tan Pangantanan untuk Mengenalkan Budaya Tradisional Daerah Sejak Dini kepada Anak

Sabtu, 27 Januari 2024 - 12:07 WIB

Wakil Bupati Menerima Kunjungan Duta Budaya Indonesia di Pendopo Keraton Sumenep

Senin, 22 Januari 2024 - 13:05 WIB

Sekda Edy Rasyadi Membuka Pelaksanaan Pameran dan Lelang Lukisan di Pendopo Agung

Berita Terbaru

Salah satu peserta Gerak Jalan Jenjang SD HUT RI ke 81 sedang melintas di Jalan Trunojoyo Sampang, Selasa (11/8/2026)

Pemerintahan

368 Regu Pelajar Ikuti Lomba Gerak Jalan HUT RI ke 81

Rabu, 12 Agu 2026 - 16:56 WIB