Warga Sumenep Protes, Diduga Program RTLH TA 2020 Dipangkas

- Editorial Team

Rabu, 24 Maret 2021 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Ibu Saonil KPM Program Bantuan Rehabilitasi Rumah Sosial RTLH di Desa Saronggi Kecamatan Saronggi, Sumenep Jawa Timur. (Photo: Nrsbr)

Rumah Ibu Saonil KPM Program Bantuan Rehabilitasi Rumah Sosial RTLH di Desa Saronggi Kecamatan Saronggi, Sumenep Jawa Timur. (Photo: Nrsbr)

SUMENEP, DapurRakyatNews – Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun anggaran 2020 di Desa Saronggi, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menuai protes dari sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan RTLH, lantaran menerima bantuan tersebut dalam bentuk barang dan uang.

Warga Sumenep Protes, Diduga Program RTLH TA2020 Dipangkas Bentuk bantuan tersebut jika diuangkan, maka jumlahnya diperkirakan kurang dari jumlah pagu anggaran yakni Rp 17.500.000, sehingga patut diduga terjadi pemangkasan atau pemotongan. Selain itu, beberapa penerima bantuan (KPM RTLH) berupa barang ataupun uang yang diterima, jumlahnya tidak sama satu dengan yang lainnya (bervariasi), Rabu (24/03/2020).

Baca Juga:  Dipenghujung Bulan Ramadhan, Banser Kabupaten Situbondo Tebar Kebaikan

Rahamdi, warga Desa Saronggi kepada media ini menceritakan bahwa beberapa KPM program bantuan RTLH di Desa Saronggi, yang dilaksanakan sekira bulan Agustus tahun 2020, menerima bantuan dalam bentuk barang dan uang, jika bentuk bantuan tersebut diuangkan semua, maka berjumlah total antara Rp 10 juta lebih hingga kurang dari Rp 13 juta, Sedangkan nilai pagu anggaran program bantuan tersebut adalah Rp 17.500.000 per rumah KPM.

Warga Sumenep Protes, Diduga Program RTLH TA2020 Dipangkas
Photo : Rahamdi, Narso dan Nindawi warga Desa Saronggi Kecamatan Saronggi, Sumenep Jawa Timur

“Seperti yang dialami Ibu Saonil, warga dusun Kermata desa Saronggi, menerima barang antara lain berupa Semen 50 sak, batu putih 5 truk, pasir hitam 1 pickup, batu dasar atau batu karang 4 pickup, batu krikil 1 pickup, pasir putih 10 pickup, kawat besi 10 mm sebanyak 11 biji, kawat besi 8 mm sebanyak 3 biji, kawat besi 6 mm sebanyak 10 biji. Paku 3 kotak, dan uang tunai untuk ongkos tukang yang katanya Rp.2.500.000, tapi hanya diterima Ibu Saonil Rp.1.878.000. Jadi ada kekurangan Rp.622.000,” ulas Rahamdi yang tidak lain adalah cucu dari Ibu Saonil.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru