Membangun Ketangguhan Warga: BPBD Sumenep Perkuat Pembentukan Desa Tangguh Bencana di Wilayah Rawan Gempa

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)z terus mendorong pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di wilayah yang memiliki risiko bencana, khususnya gempa bumi.

Program ini diprioritaskan di sejumlah desa yang berada dalam jalur Sesar Rembang–Madura–Kangean–Sakala (RMKS), sebuah patahan aktif yang melintasi Pulau Sapudi dan sebagian besar daratan Sumenep.

Pembentukan Destana bertujuan menciptakan masyarakat desa yang memiliki kemampuan mengenali ancaman bencana, memahami cara mengurangi risiko, hingga mampu melakukan tindakan cepat dan tepat ketika keadaan darurat terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut BPBD, Destana juga menjadi sarana untuk memastikan pengurangan risiko bencana (PRB) dilakukan secara sistematis di tingkat akar rumput, mulai dari penyusunan peta risiko, rencana kontinjensi, SOP evakuasi, hingga simulasi penyelamatan.

Keberadaan Destana memberikan sejumlah manfaat strategis, di antaranya:

Baca Juga:  Pekerjaan Rabat Beton Diduga tidak Sesuai dengan RAB, Ketua Poktan Membantah

* Meningkatkan pemahaman warga tentang risiko bencana, khususnya gempa bumi yang dapat terjadi tanpa tanda awal.
* Membangun sistem peringatan dini dan jalur evakuasi di tingkat desa.
* Menyiapkan relawan terlatih yang mampu melakukan pertolongan pertama, pemadaman kebakaran, hingga evakuasi mandiri.
* Menguatkan koordinasi antara pemerintah desa, relawan, dan warga, sehingga respons bencana lebih cepat dan terukur.
* Mendorong integrasi mitigasi bencana dalam perencanaan desa, termasuk RPJMDes dan APBDes.

Melalui program ini, desa diharapkan tidak hanya menjadi “penerima bantuan” ketika bencana terjadi, tetapi dapat menjadi subjek utama dalam mengurangi risiko dan menyelamatkan diri.

Struktur Destana dibentuk melalui SK Kepala Desa dan mencakup berbagai unsur masyarakat, antara lain:

* Ketua dan pengurus Destana.
* Relawan desa
* Tokoh masyarakat / tokoh agama
* Keterwakilan perempuan
* **Pemuda dan karang taruna
* Perwakilan kelompok rentan, seperti difabel atau lansia
* Pendamping dari BPBD atau lembaga mitra
* Serta unsur RT/RW dan perangkat desa

Baca Juga:  Korban KLM Karam di Perairan Situbondo, Penanganan Sampai kembali ke Rumah menjadi Tanggung Jawab Pemkab Sumenep

Keterlibatan kelompok beragam ini dimaksudkan agar penanganan bencana tidak hanya fokus pada teknis penyelamatan, namun juga aspek inklusivitas dan pemerataan perlindungan bagi seluruh warga.

Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Achmad Laili Maulidi, menegaskan bahwa pendirian Destana adalah langkah penting untuk membangun ketangguhan masyarakat dari tingkat desa.

“Destana bukan hanya sebuah program, tetapi investasi jangka panjang untuk keselamatan warga. Dengan adanya Destana, masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pemerintah ketika bencana terjadi, karena mereka sudah memiliki kemampuan dasar untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa harus mendapat perhatian lebih.

“Sumenep dilintasi sesar aktif yang sewaktu-waktu dapat memicu gempa. Karena itu, kesiapsiagaan berbasis masyarakat menjadi sangat penting. Kita ingin setiap desa memahami apa yang harus dilakukan, siapa yang bertugas, dan bagaimana koordinasinya,” tambah Laili.

Baca Juga:  Bejad, Kakak Kandung Rudapaksa Adiknya, Pelaku Ditangkap di Denpasar Bali

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa penguatan Destana juga berfungsi meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian materi.

“Ketika masyarakat siap, dampak bencana dapat ditekan. Itulah tujuan utama kami. Desa harus kuat sebelum bencana, bukan setelahnya,” tegasnya.

BPBD menargetkan semakin banyak desa di Kabupaten Sumenep bisa mencapai level Destana Mandiri, kategori tertinggi di mana desa dapat menangani fase awal bencana secara mandiri dan terstruktur.

Melalui penguatan kapasitas, pembinaan relawan, dan peningkatan pemahaman warga, pemerintah yakin Destana dapat menjadi garda terdepan perlindungan masyarakat dari ancaman bencana gempa bumi dan kondisi darurat lainnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba
Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf
Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan
AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang
Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan
2 Ruko di Kudo-kudo Inderapura Hangus Terbakar, Kerugian di Taksir Mencapai Ratusan Juta
Perkuat Pengawasan Internal, Bupati Sumenep Lantik Kepala Inspektorat Baru
Peringati Hari Koperasi Nasional, Bupati Fauzi Ajak Koperasi Tingkatkan Daya Saing

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:22 WIB

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:44 WIB

Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kukuhkan Paskibraka Tahun 2026, ini Harapan Camat Nonggunong

Minggu, 16 Agu 2026 - 22:32 WIB