Dirasa Mahal, ASN di Sampang Minta Tiket Kapal Cepat Disubsidi

- Editorial Team

Sabtu, 14 September 2024 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal cepat ketika bersandar di Pelabuhan Pulau Mandangin

Kapal cepat ketika bersandar di Pelabuhan Pulau Mandangin

Dapurrakyatnews – Meski belum beroperasi, inisiasi Pemkab Sampang dalam menyiapkan kapal cepat untuk mengangkut para Guru dan Nakes ke Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, demi mengatasi keterlambatan dalam bertugas mulai mendapat respon.

Seperti yang disampaikan oleh satu ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang, yang bertugas di Pulau Mandangin, dirinya merasa tertarik dengan rencana penyediaan kapal cepat yang disosialisasikan oleh Pemkab Sampang beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang keberatan namanya untuk disebutkan tersebut, menyetujui jika fasilitas kapal itu diprioritaskan untuk abdi negara yang bertugas di pulau Mandangin. Dengan tujuan, waktu tempuh perjalanan penyeberangan bisa lebih cepat dan tepat waktu.

Namun, melihat besaran tarif yang dikenakan, Ia mulai menampakkan wajah sedihnya. Pasalnya, dengan tarif Rp. 40 ribu dinilai mahal bila dibandingkan dengan kapal biasa yang hanya Rp. 10 ribu.

Pihaknya berharap, pemerintah bisa memperhatikan hal ini dan mengusulkan agar pemerintah bisa menyediakan subsidi untuk tiket kapal cepat.

Baca Juga:  Satreskrim Polres Sumenep Amankan 5 Orang Pelaku Judi Domino

“Selama ini, kami belum pernah menggunakan kapal cepat, teman-teman guru sebenarnya setuju, asal tarifnya tidak terlalu mahal,” tuturnya, Jumat (13/9/2024).

Terpisah, Sekdakab Sampang Yuliadi Setiyawan mengatakan, penyediaan kapal cepat berawal dari keluhan masyarakat karena ASN yang bertugas di Pulau Mandangin sering datang terlambat.

Dengan alasan, kapal biasa sulit menyesuaikan dengan jam kerja.

“Setelah kapal cepat beroperasi, tidak ada alasan keterlambatan bagi pegawai untuk melayani masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Angin Puting Beliung Terjang Desa Tobai Tengah Sampang, 8 Rumah Rusak Berat

Disadarinya, tarif yang harus dibayar lebih mahal dari kapal biasa.

Menanggapi adanya usulan subsidi tiket, pihaknya belum menyiapkan. Namun, aspirasi tersebut akan tetap dipikirkan oleh pemerintah untuk dicarikan solusi.

“Sementara ini, ongkos belum kita subsidi. Namun, pemerintah tentu akan memikirkan hal tersebut, dan bukan tidak mungkin, apabila nanti dirasa layak, akan disediakan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Berita Terbaru