Ketua AKD Sumenep berharap Pengawasan Aliran kepercayaan yang dapat Membahayakan Masyarakat Diperketat

- Editorial Team

Kamis, 15 Agustus 2024 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua AKD Sumenep Miskun Legiono saat sesi foto bersama dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra, Kepala Bakesbangpol Sumenep Drs. Achmad Dzulkarnain

Ketua AKD Sumenep Miskun Legiono saat sesi foto bersama dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra, Kepala Bakesbangpol Sumenep Drs. Achmad Dzulkarnain

Dapurrakyatnews – Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Sumenep Miskun Legiono, mengapresiasi dengan adanya (Rakor} Rapat tim koordinasi, Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) di Kabupaten Sumenep,

Namun Miskun Legiono yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep ini berharap agar kegiatan Rakor Pakem dapat dilaksanakan berkesinambungan.

“Saya mengharapkan Rakor Pakem berjalan berkesinambungan dan dilaksanakan, jangan hanya satu tahun sekali, namun harapannya minimal dalam 1 tahun dapat dilakukan 3 kali,” kata Miskun Legiono. Kamis (15/8/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena menurutnya, Aliran kepercayaan yang dapat membahayakan Masyarakat dan menyimpang banyak terjadi. Bukan hanya di kabupaten Sumenep, namun keberadaan mereka juga berada di kota kota lainnya di Indonesia, yang kegiatan mereka tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Baca Juga:  21 sipil dan 9 PNS Terlibat Kecurangan Seleksi CPNS 2021 Ditangkap, 81 Orang Lainnya akan Dicabut NIP nya

“Maka saya berharap kepada tokoh masyarakat maupun tokoh agama, untuk memantau secara serius tekait dengan aliran yang menyimpang di lingkungannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika memang aliran tersebut positif, silahkan untuk dibina, tapi kalau memang ada kepercayaan yang negatif yang bertentangan dengan Agama dan perundang-undangan, maka jangan dibina lagi namun kita larang.

Lanjutnya, untuk keberadaan aliran kepercayaan yang membahayakan masyarakat ini pasti ada, namun seperti yang disampaikan saat Rapat Tim Koordinasi tadi, bahwa keberadaan mereka masih landai.

Baca Juga:  Bupati Sumenep, Generasi Z harus Mampu Menjadi Siswa yang Kompetitif, Memiliki Daya Saing dan Mandiri

“Kami menghimbau kepada Asosiasi Kepala Desa di Kecamatan, agar dapat memantau kegiatan yang dirasa negatif, yang sekiranya sangat tidak masuk akal, maka segera berkoordinasi dengan pihak yang berwajib dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat,” pintanya.

“Namun jangan melakukan tindakan sendiri, yang nantinya malah akan merugikan diri kita sendiri,” pungkasnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Sumenep menggelar rapat tim koordinasi, Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kabupaten Sumenep, yang digelar di Aula MA.Racman kantor Kejaksaan Negeri Sumenep, Jawa Timur.

Baca Juga:  Polres Sumenep berhasil Amankan Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan 

Rapat tim koordinasi digelar atas dasar UU No 11 tahun 2021 Jo UU No 16 tahun 2020 tentang Kejaksaan, pengawasan kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara serta pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kajari Sumenep, Ketua MUI Sumenep KH. Hasan Mutawakil Allallah, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Qusyairi Zaini, S.S, Kepala Kementrian Agama Sumenep Abdul Wasid, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep Agus Dwi Saputra, Kepala Bakesbangpol Sumenep Drs. Achmad Dzulkarnain dan tokoh lintas agama yang ada di Kabupaten Sumenep.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru