Setetes Darah Anda Adalah Nyawa Bagi Sesama

- Editorial Team

Minggu, 25 April 2021 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo : Unit Transfusi Darah Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur [dok]

Photo : Unit Transfusi Darah Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur [dok]

SUMENEP, DapurRakyatNews – Jasa penyedia darah berbagai golongan secara online seolah mempertanyakan tugas PMI (Palang Merah Indonesia) Sumenep.

Ketersediaan darah di UTD (Unit Transfusi Darah) PMI Sumenep menjadi sorotan masyarakat yang membutuhkan.

Acapkali ketika Pasien memerlukan transfusi darah, pihak keluarga harus mencari pendonor kesana kemari karena stok darah di PMI Sumenep kosong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi hal tersebut, terbentuklah sebuah grup masyarakat yang beranggotakan orang-orang yang biasa melakukan donor darah.

Mereka menyediakan berbagai macam golongan darah dengan catatan, ada sekedar biaya untuk memulihkan darah yang sudah mereka donorkan. Transaksinya pun dilakukan secara online melalui aplikasi sosial media.

Baca Juga:  LSM-KPK Sumenep Lakukan Baksos Kepada Nenek Tua di Kepulauan Raas

Koordinator Liputan media DapurRakyatNews berkesempatan berbincang dengan salah satu anggota grup pendonor darah yang ada di Sumenep via Aplikasi WhatsApp. Awak media kemudian menanyakan besaran biaya yang harus dirogoh, apabila menggunakan jasa mereka.

“Biayanya bervariasi tergantung dari jenis darahnya, mulai dari 150 ribu hingga 500 ribu rupiah. Golongan darah A dan O diangka 150 ribu, golongan darah B diatas harga A dan O. Golongan darah AB yang paling tinggi biayanya karena jarang.” Ujar anggota grup pendonor darah Sumenep, yang kami rahasiakan namanya tersebut.

Ketika ditanya apakah nominal yang harus dikeluarkan itu sudah termasuk biaya untuk memproses darah di UTD PMI Sumenep, anggota tersebut menjawab tidak.

Baca Juga:  Masyarakat Berharap Pemkab dapat Memenuhi Kelangkaan Minyak Goreng

Biaya untuk pendonor dianggap sebagai tanda terimakasih dan untuk biaya proses darah hingga dimuat ke dalam kantong darah, merupakan tanggung jawab UTD PMI Sumenep.

Setetes Darah Anda Adalah Nyawa Bagi Sesama

Ketua PMI Sumenep Ir. Edi Rasiyadi, M.Si, yang dihubungi DapurRakyatNews untuk dimintakan keterangannya terkait persoalan ini masih belum ada respon.

Memang tidak ada paksaan kepada seseorang untuk melakukan donor darah, sehingga apa yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang meminta biaya agar dirinya berdonor, wujudnya menjadi kerelaan dari si pencari darah.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Kukuhkan Perpanjangan Masa Keanggotaan BPD, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pengabdian

Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Pelayanan Darah, pada Pasal 4 tercantum ‘Pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap pelayanan darah yang aman, mudah diakses, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.’

Diharapkan kepada Pemkab Sumenep agar bisa segera menyelesaikan permasalahan kelangkaan stok darah, sehingga masyarakat tidak lagi harus mondar mandir dan akhirnya harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit dari kantongnya, hanya demi sekantong darah.

Baca Juga : Kades Kropoh Ogah Ngantor, Pemkab Sumenep Enggan Berikan Sangsi

Pewarta : RF. Aditya
Editor : D. Julak

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng
‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 14:31 WIB

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru