Gubernur Khofifah Optimistis Kinerja Ekspor Jatim Makin Meningkat

- Editorial Team

Rabu, 2 November 2022 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Dapurrakyatnews – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) meresmikan enam Desa Devisa baru di Jawa Timur, pada gelaran East Java Export Festival di Hotel Novotel Samator Surabaya, Selasa (1/11/2022).

Keenam Desa Devisa tersebut yaitu Desa Parengan (Tenun Ikat) di Kabupaten Lamongan, Desa Punjung (Olahan Jahe) di Kabupaten Pacitan, Desa Minggirsari (Kendang Jimbe) di Kabupaten Blitar, Desa Ngubalan (Kerajinan Akar Jati) di Kabupaten Ngawi dan dua Desa Batik dan Tenun Gedog di Kabupaten Tuban, yaitu Desa Margorejo dan Desa Kedungrejo.

Pengukuhan dan Peresmian Desa Devisa ini ditandai dengan pemakaian rompi, kepada enam pimpinan lembaga Desa Devisa oleh Gubernur Khofifah, didampingi Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI Chesna F. Anwar, Direktur Eksekutif LPEI Arus Gunawan dan Kadisperindag Provinsi Jatim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas diresmikannya enam Desa Devisa baru ini, Gubernur Khofifah mengaku optimistis akan mampu meningkatkan kinerja ekspor di Jatim, utamanya dari pengusaha yang berbasis UMKM. Sehingga, dalam waktu yang sama akan bisa meningkatkan kesejahteraan para pengrajin.

Baca Juga:  Polres Situbondo Serukan Kamtibmas melalui Anjangsana Sholat Jum'at
Gubernur Jawa Timur saat melihat produk batik

“Alhamdulillah, hari ini bertambah 6 Desa Devisa di Jawa Timur. Kita berharap ini bisa meningkatkan kinerja ekpsor, dan sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya pengrajin,” urai Khofifah sapaan akrab Gubernur Jatim.

Gubernur Khofifah menambahkan, tujuan utama Desa Devisa adalah untuk mengekskalasi market produk lokal untuk bisa masuk ke pasar ekspor. Yang mana, dalam program ini juga disediakan mentor-mentor ahli yang akan mendampingi pelaku usaha, untuk bisa meningkat daya saingnya hingga produknya laku di pasar ekspor.

Sehingga, Program Desa Devisa disebutnya sebagai bentuk nyata bahwa pemberdayaan masyarakat, utamanya untuk ekspor bisa dimulai dari lini mana saja.

Baca Juga:  Jumat Curhat Polres Tanah Laut Sasar Warga Kelurahan Angsau

“Melalui Program Desa Devisa ini, bisa kita petakan dan prioritaskan wilayah yang memiliki produk unggulan sejenis, atau produk complementer. Sehingga dapat saling memperkuat dan menguatkan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Ke depan, Khofifah berharap, kuota Desa Devisa di Jatim dari LPEI semakin ditambah. Sebab, secara tidak langsung Desa Devisa merupakan jembatan produk lokal, untuk menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Jatim, bahkan nasional.

“Ini ikhtiar kita bersama dalam mendukung, agar bisa tercapai perluasan market dan peningkatan daya saing dari produk-produk UKM dan IKM kita hingga ke pasar global,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F Anwar menyampaikan bahwa peluncuran desa devisa ini merupakan kegiatan pemerintah, dalam mengembangkan UMKM agar bisa menembus pasar ekspor.

“Tujuan desa devisa adalah mengembangkan UMKM, agar bisa tembus ekspor. Program kolaborasi hingga bulan September 2022 yang sudah kami laksanakan yaitu, pelatihan pada 604 peserta dan menghasilkan 50 eksportir baru,” urai Chesna.

Baca Juga:  Sejahterakan Masyarakat, Melalui DBHCHT Dishub Situbondo Pasang Ratusan Lampu PJU

Chesna menambahkan, desa devisa di Jatim adalah yang terbanyak di Indonesia. Dimana, sebelum penambahan enam desa devisa telah ada pendampingan LPEI pada 22 desa devisa di Jatim. Karenanya, dengan tambahan Desa Devisa hari ini, pihaknya optimistis akan semakin mendorong produk lokal Jatim, tembus ke pasar global.

“Ini merupakan desa devisa terbanyak di Indonesia. Dan dari segi Pembiayaan ekspor segmen UMKM, LPEI telah menyalurkan pembiayaan ekspor Rp 5,4 trilliun per Juni 2022,” ungkapnya.

Acara peresmian Desa Devisa ini juga dihadiri antara lain, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Konsul Kehormatan Filipina di Surabaya, Direktur Eksekutif LPEI Arus Gunawan , Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Ditjen PEN Kemendag RI, Dewan Direktur LPEI, Ketua Kadin Jatim, Ketua KADIN Jatim, Ketua GPEI Jatim, serta Ketua GINSi Jatim.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru

Dua orang perwakilan PPPK Paruh Waktu saat di sumpah pada penyerahan SK di Alun-alun Trunojoyo, Sampang, setahun yang lalu. Foto: Istimewa.

Pemerintahan

Lolos Evaluasi Maut, 3.214 PPPK Sampang Resmi Amankan Kontrak Baru

Senin, 28 Sep 2026 - 16:06 WIB