Transformasi Pertanian Sumenep Dimulai, HDDAP Fokus Tiga Komoditas Unggulan

- Editorial Team

Kamis, 16 April 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi HDDAP yang digelar di Kantor Bupati Sumenep.

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, saat memberikan sambutan dalam rapat koordinasi HDDAP yang digelar di Kantor Bupati Sumenep.

Dapurrakyatnews – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama perekonomian daerah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendorong implementasi Program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) guna mengoptimalkan potensi pertanian di wilayah lahan kering.

Upaya tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi HDDAP yang digelar di Kantor Bupati Sumenep, Kamis (16/04/2026). Pemerintah daerah menilai program ini menjadi motor penggerak transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyampaikan bahwa HDDAP memiliki peran strategis dalam pengembangan hortikultura yang adaptif terhadap kondisi lingkungan, sekaligus mampu meningkatkan taraf hidup petani.

“HDDAP merupakan program yang memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor hortikultura yang adaptif terhadap kondisi lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Wabup di sela kegiatan tersebut.

Program HDDAP sendiri mengusung pendekatan komprehensif, mulai dari peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, penerapan teknologi tepat guna, hingga pengembangan rantai nilai produk hortikultura agar memiliki daya saing di pasar.

“Kami berharap HDDAP mampu memberikan kontribusi nyata melalui penerapan teknologi pertanian, sehingga menghasilkan produk hortikultura yang berkualitas,” tambahnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Sumenep menjadi salah satu dari 13 kabupaten di Indonesia yang mendapatkan program HDDAP, dengan fokus pada tiga komoditas unggulan, yakni pisang, bawang merah, dan cabai.

Baca Juga:  Pimpinan dan Wartawan  Dapurrakyatnews Ucapkan Selamat Ulang tahun ke 37, Kapolsek Kangayan

Komoditas tersebut tersebar di lima kecamatan, meliputi Kecamatan Batuputih untuk pisang, Kecamatan Ambunten dan Rubaru untuk cabai, serta Kecamatan Guluk-Guluk dan Pasongsongan untuk bawang merah.

Berdasarkan data, pengembangan komoditas pisang di Kecamatan Batuputih telah membentuk dua klaster dengan luas lahan mencapai 32,53 hektare. Sementara itu, komoditas bawang merah terbagi dalam empat klaster di Kecamatan Guluk-Guluk dengan luas 49,77 hektare dan tujuh klaster di Kecamatan Pasongsongan seluas 53,94 hektare.

Adapun komoditas cabai rawit dikembangkan melalui dua klaster di Kecamatan Ambunten dengan luas 62,87 hektare serta 16 klaster di Kecamatan Rubaru dengan total luasan mencapai 112,28 hektare.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Menggelar Upacara Memperingati Hari Bela Negara dan Hari Ibu, Berikut Pesan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo

“Kami ingin para petani bisa bertransformasi dari pola tradisional menuju pertanian yang lebih modern, produktif, dan berorientasi pasar,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, serta memiliki nilai ekonomi tinggi.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong sinergi dan kolaborasi seluruh pihak agar setiap program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program ini harus menjadi ruang kolaborasi yang efektif, agar petani menjadi subjek utama dalam menjaga keberlanjutan program, untuk membangun pertanian di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Dua orang perwakilan PPPK Paruh Waktu saat di sumpah pada penyerahan SK di Alun-alun Trunojoyo, Sampang, setahun yang lalu. Foto: Istimewa.

Pemerintahan

Lolos Evaluasi Maut, 3.214 PPPK Sampang Resmi Amankan Kontrak Baru

Senin, 28 Sep 2026 - 16:06 WIB

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB