Kwalitas Beras Bansos Dikeluhkan Menurun, GASI Datangi Gudang Bulog Sampang

- Editorial Team

Selasa, 23 Desember 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews– Penurunan kualitas beras bantuan sosial (bansos), yang diterima Penerima Bantuan Pangan (PBP) di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menuai keluhan masyarakat.

Kondisi tersebut mendorong Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI), mendatangi Gudang Bulog Sampang untuk meminta klarifikasi terkait perbedaan kualitas beras pada pengiriman tahap awal dan lanjutan.

Audiensi berlangsung di Aula Gudang Bulog Sampang dan dihadiri jajaran pengurus serta anggota GASI, bersama pihak pengelola Gudang Bulog setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait kualitas beras bansos program Kementerian Sosial melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang bekerja sama dengan Perum Bulog pada periode November hingga Desember 2025.

Baca Juga:  Dishub Sampang Siap Luncurkan Lelang Proyek PJU 2026

Ketua GASI, Rifa’i, mengapresiasi kesediaan pihak Bulog menerima audiensi tersebut. Ia menyebutkan, laporan masyarakat menyebut adanya perbedaan mencolok antara kualitas beras pada pengiriman awal sekitar Oktober dengan distribusi lanjutan pada November dan Desember.

“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat di beberapa kecamatan. Kualitas beras dinilai tidak sama antara pengiriman awal dan berikutnya. Karena itu, kami datang untuk meminta klarifikasi,” ujar Rifa’i, Selasa (23/12/2025).

Selain kualitas, GASI juga mempertanyakan asal pasokan beras dan mekanisme distribusinya. Rifa’i menyoroti apakah seluruh beras bansos untuk 14 kecamatan di Kabupaten Sampang bersumber dari Gudang Bulog setempat atau berasal dari luar daerah.

Menurutnya, GASI telah mengamankan sejumlah sampel beras dari beberapa kecamatan, di antaranya Omben, Banyuates, Karang Penang, dan Jrengik, sebagai bahan perbandingan.

Baca Juga:  Mochamad Iqbal Jabat Kejari Sampang, Gantikan Fadilah Helmi

Menanggapi hal tersebut, pihak Bulog menjelaskan bahwa beras yang disalurkan merupakan beras kategori medium yang telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Perbedaan tekstur dan kondisi fisik, menurut Bulog, masih dimungkinkan selama berada dalam batas standar kualitas.

Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Sampang, Triono, menegaskan bahwa pihak gudang memiliki keterbatasan kewenangan untuk memberikan pernyataan resmi terkait kebijakan pengadaan dan distribusi beras.

“Ada aturan internal. Untuk pernyataan resmi terkait kebijakan, itu menjadi kewenangan kantor cabang,” kata Triono.

Rifa’i kemudian menyampaikan informasi yang diperolehnya bahwa pasokan beras yang masuk ke Gudang Bulog Sampang berasal dari wilayah Pamekasan.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Tarusan Pessel, Mesin Motor Sudah di Modif untuk Bentor

Hal tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa kendali pengadaan dan distribusi berada di bawah kewenangan Kantor Cabang Bulog Pamekasan.

Pernyataan tersebut dibenarkan oleh pihak Gudang Bulog Sampang yang menyatakan bahwa, penjelasan lebih lanjut mengenai kebijakan dan pengadaan memang menjadi kewenangan Bulog Cabang Pamekasan.

Rifa’i menegaskan bahwa audiensi ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kontrol sosial.

Ia menilai adanya ketidakkonsistenan mutu beras dalam satu sistem distribusi, mengingat sampel dari pengiriman awal dinilai memiliki kualitas yang lebih baik.

“Jika Bulog menyatakan beras ini masih layak, kami menghormati. Namun kami ingin kejelasan, karena pembanding dari pengiriman awal kualitasnya lebih baik,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru