BPBD Sumenep Lakukan Sapa Destana untuk Evaluasi Ketangguhan Empat Desa di Daratan

- Editorial Team

Senin, 1 Desember 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, saat melaksanakan Sapa Destana di salah satu desa yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, saat melaksanakan Sapa Destana di salah satu desa yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Dapurrakyatnews – BPBD Kabupaten Sumenep melaksanakan kegiatan Sapa Destana atau Monitoring dan Evaluasi BPBD Sumenep Lakukan Sapa Destana untuk Evaluasi Ketangguhan Empat Desa di Daratan (Monev) terhadap empat desa yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan desa tetap berjalan efektif serta sesuai indikator ketangguhan yang ditetapkan secara nasional.

Program Desa Tangguh Bencana (Destana)  merupakan salah satu upaya yang dilakukan secara sistematis untuk menganalisis dan mengurangi dampak risiko bencana di tingkat masyarakat, dengan mengedepankan paradigma Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas. 

Empat desa yang menjadi lokasi Sapa Destana adalah Babbalan (Kecamatan Batuan), Nambakor (Kecamatan Saronggi), Tanjung (Kecamatan Saronggi), dan Kasengan (Kecamatan Manding). 

Evaluasi dilakukan pada sejumlah komponen mulai dari kelembagaan, dokumen perencanaan PRB, kesiapan relawan, hingga kondisi sarana-prasarana evakuasi.

Kepala BPBD Sumenep, Achmad Laily Maulidi, mengatakan bahwa keberlanjutan adalah aspek terpenting dari program Destana. Pembentukan Destana hanyalah awal. Tantangan utamanya adalah mempertahankan kesiapsiagaan. 

“Melalui Sapa Destana, kami memastikan desa tetap sigap dan tidak kehilangan ritme,” katanya. Senin (1/11/2025).

Baca Juga:  Direktur PT Tamami Group adakan Ngopi Bareng dengan Puluhan Wartawan

Laili menjelaskan bahwa evaluasi mencakup aspek teknis dan nonteknis. Pihaknya menilai kualitas dokumen Rencana Kontinjensi, keberfungsian tim Destana, partisipasi warga dalam simulasi, serta efektivitas jalur evakuasi. 

“Kami juga memeriksa apakah relawan masih terlatih, apakah anggaran PRB tetap dialokasikan, dan bagaimana desa menjaga sarana evakuasi. Ketangguhan tidak boleh berhenti di tahun pembinaan,” tuturnya.

Menurutnya, sejumlah desa menunjukkan kemajuan, terutama dalam penguatan kapasitas relawan. Namun masih ditemukan tantangan, seperti keterbatasan sarana evakuasi dan minimnya anggaran. 

“Kami mendorong desa untuk memastikan program PRB menjadi prioritas. Risiko bencana tidak menunggu kesiapan kita. Karena itu, desa harus berperan aktif,” tutupnya.

Baca Juga:  Benarkah Ruang Kelas di SDN Pajagalan 1 Masuk ODCB, Kenapa Rehabilitasi Merubah Bentuk?

Hasil Sapa Destana akan menjadi dasar penetapan tindak lanjut pembinaan, termasuk kebutuhan pelatihan tambahan, penguatan dokumen PRB, serta perbaikan sarana keselamatan. BPBD berharap evaluasi rutin ini dapat menjaga desa tetap berada pada jalur ketangguhan yang konsisten.

Program Desa Tangguh Bencana (Destana)  merupakan salah satu upaya yang dilakukan secara sistematis untuk menganalisis dan mengurangi dampak risiko bencana di tingkat masyarakat, dengan mengedepankan paradigma PRB dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru