Maaf Pak! Warga Kepulauan KTP Nya Kabupaten Sumenep bukan Kabupaten Kepulauan

- Editorial Team

Rabu, 5 Maret 2025 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu upaya pemerintah daerah dalam rangka menekan laju inflasi dengan menggelar pasar murah yang dilaksanakan di Taman Bunga Sumenep pada 30 Desember 2024.

Salah satu upaya pemerintah daerah dalam rangka menekan laju inflasi dengan menggelar pasar murah yang dilaksanakan di Taman Bunga Sumenep pada 30 Desember 2024.

Dapurrakyatnews – Memasuki bulan Ramadhan, berbagai pemangku kebijakan dari tingkat pusat hingga daerah berlomba-lomba mengambil langkah strategis, guna memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Salah satu langkah yang kerap ditempuh adalah intervensi harga melalui operasi pasar dan pasar murah di berbagai pasar tradisional, dan tempat tempat strategis seperti Taman Bunga yang berada ditengah-tengah kota Sumenep dan tempat lainnya.

Namun, langkah ini tampaknya tidak dijalankan secara adil dan merata, khususnya di Kabupaten Sumenep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Bidang Perekonomian Sekretariat Daerah dan pihak terkait, kerap menggelar operasi pasar murah dengan menggandeng pihak ketiga, seperti Bulog. Sayangnya, program ini hanya berfokus pada wilayah daratan, sementara wilayah kepulauan seolah dilupakan.

Baca Juga:  Figur Lengkap dari Putra Daerah : Siapa Didik Wahyudi, yang Dianggap Pantas menjadi Suksesor Edy Rasyadi

Inilah ironi yang terus berulang dari tahun ke tahun, bahkan hingga memasuki tahun 2025, masyarakat kepulauan Sumenep apakah harus kembali menelan kekecewaan, karena tidak mendapatkan manfaat dari operasi pasar atau pasar murah, yang seharusnya mencakup seluruh wilayah kabupaten.

Apakah ini sekadar kelalaian atau memang ada unsur kesengajaan dalam pengabaian ini?

Pejabat yang bertanggung jawab terhadap operasi pasar, tampaknya gagal memahami realitas geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan. Padahal, masyarakat kepulauan juga berhak, mendapatkan akses bahan pokok dengan harga terjangkau.

Sayangnya, alih-alih memberikan solusi nyata, pemerintah justru sibuk dengan retorika dan janji-janji kosong yang tidak pernah terealisasi.

Baca Juga:  Memperingati Tahun Baru Islam dan Hari Kemerdekaan, Desa Bilis Bilis Gelar Pawai Obor

Tidak heran jika muncul kritik pedas dari masyarakat kepulauan. Salah satu pemuda bahkan dengan sarkasme menyatakan, “Biar, tidak usah (perlu) dengan operasi pasar, kita masih mampu membeli.”

Pernyataan ini bukan sekadar ekspresi ketidakpuasan, tetapi bentuk sindiran keras terhadap ketidakpedulian pemerintah daerah, dalam mengatasi ketimpangan ekonomi.

Jika pemerintah Kabupaten Sumenep benar-benar ingin membantu rakyatnya, sudah seharusnya mereka menyusun kebijakan yang inklusif dan merata. Tidak boleh ada lagi diskriminasi antara daratan dan kepulauan.

Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret, agar operasi pasar murah tidak hanya dinikmati oleh sebagian masyarakat saja, tetapi juga oleh mereka yang tinggal di pulau-pulau yang selama ini hanya menjadi penonton.

Masyarakat tidak butuh janji-janji manis yang hanya muncul 5 tahun sekali, yang dibutuhkan adalah kebijakan nyata yang berorientasi pada kesejahteraan semua lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Kewirausahaan Strategi Menstabilkan Perekonomian Pasca Pandemi Covid 19

Jika pemerintah terus mengabaikan kepentingan masyarakat kepulauan, maka tidak heran jika kepercayaan terhadap pejabat yang berwenang akan semakin luntur.

Saatnya pemerintah daerah berhenti berdiam diri dan mulai bekerja dengan adil serta bijaksana. Seperti kebijakan Populis yang dilakukan oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan, yang setiap tahun menggelar mudik gratis bagi santri dan warga kepulauan.

 

Terakhir, Jika aku bicara tentangmu apakah lantas aku akan dijadikan musuhmu.

Rabu, 5 Maret 2025.

Penulis : Agus Junaidi

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Sumenep Bukan Sekadar Pembantu, Ia Chef Utama Penentu Rasa Pemerintahan
Faruk Hanafi, Kuda Putih dari Bapenda yang Siap Menyongsong Kursi Sekda Sumenep
Prestasi Tidak Akan Datang dari Ruang-Ruang Kosong yang Gelap dan Tidak Terurus
Pendidik dalam Tekanan: Ketika Ruang Kelas Menjadi Sumber Stres yang Tak Terlihat
Anwar Syahroni Yusuf, Loyalis Visi Bupati yang Siap Kawal Birokrasi Sumenep dari Kursi Sekda
Figur Kuat Calon Sekda: Kapasitas Tak Diragukan, Namun Komunikasi Masih Jadi PR bagi Eri Susanto
Figur Lengkap dari Putra Daerah : Siapa Didik Wahyudi, yang Dianggap Pantas menjadi Suksesor Edy Rasyadi
Ferdiansyah Tetrajaya, Sosok Berpengalaman yang Layak Dipertimbangkan Sebagai Sekda Sumenep

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 13:06 WIB

Sekda Sumenep Bukan Sekadar Pembantu, Ia Chef Utama Penentu Rasa Pemerintahan

Kamis, 7 Agustus 2025 - 09:08 WIB

Faruk Hanafi, Kuda Putih dari Bapenda yang Siap Menyongsong Kursi Sekda Sumenep

Rabu, 23 Juli 2025 - 21:34 WIB

Prestasi Tidak Akan Datang dari Ruang-Ruang Kosong yang Gelap dan Tidak Terurus

Jumat, 11 Juli 2025 - 17:19 WIB

Pendidik dalam Tekanan: Ketika Ruang Kelas Menjadi Sumber Stres yang Tak Terlihat

Selasa, 10 Juni 2025 - 21:15 WIB

Anwar Syahroni Yusuf, Loyalis Visi Bupati yang Siap Kawal Birokrasi Sumenep dari Kursi Sekda

Berita Terbaru