Pj Bupati Sampang Gencarkan Pengembangan Produksi Garam Konsumsi ke Industri

- Editorial Team

Selasa, 11 Februari 2025 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto sedang meninjau UPG di Desa Pangarengan, Sampang, bersama Kejari Sampang Fadilah Helmi dan Kapolres Sampang AKBP Hartono.

Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto sedang meninjau UPG di Desa Pangarengan, Sampang, bersama Kejari Sampang Fadilah Helmi dan Kapolres Sampang AKBP Hartono.

Dapurrakyatnews – Saat ini, Pemerintah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, tengah gencar-gencarnya melakukan pengembangan produksi garam, melalui pengelolaan garam konsumsi menjadi garam industri.

Tujuannya, demi peningkatan pendapatan daerah dan serapan tenaga kerja.

Penjabat (Pj) Bupati Sampang, Rudi Arifiyanto mengatakan, di Unit Pengelolaan Garam (UPG) Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan, merupakan tempat alat pemurnian garam konsumsi menjadi garam industri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini merupakan proses untuk mendorong Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” Ujarnya, pada Selasa (11/2/2025) usai meninjau UPG di Desa Pangarengan.

Menurutnya, Asta Cita Presiden Prabowo untuk ketahanan pangan itu tidak hanya padi, jagung dan sistem pertanian saja.

Sebab, bahan pangan juga terdiri dari produk kelautan dan perikanan.

Sedangkan garam, merupakan produk khas Sampang yang jarang dimiliki oleh daerah lain.

Baca Juga:  DPR RI dan Pemerintah Sepakat Merevisi UU Desa, Jabatan Kepala Desa menjadi 8 Tahun 

“Kabupaten Sampang dengan kemampuan dan kualitas garam yang ada itu, bisa memproduksi sekitar 200 hingga 300 ribu ton garam konsumsi,” ungkapnya.

Hal itu, akan bersaing dengan daerah lain. Namun, kebutuhan tidak banyak, hanya 5 ribu ton. Sehingga, membuat harga garam turun.

Untuk itu, skema yang harus dibangun adalah bagaiman garam konsumsi menjadi garam industri.

Mengingat, saat ini pemerintah masih melakukan impor garam sebanyak 3 hingga 4 juta ton dalam satu tahun.

Sementara, target untuk garam industri itu minimal 3 ribu ton. Jika panen garam melimpah, maka peluang untuk menjadi garam industri sangat besar.

“Karena, garam industri ini untuk makanan dan minuman, snack, dan sebagainya,” ujarnya.

Garam industri tersebut, lanjut Rudi, bisa diproduksi oleh masyarakat. Sebab, alatnya sudah ada di UPG atau washing plant (koperasi).

Baca Juga:  Viral Kepala Desa Njaluk THR, Achmad Fauzi Sudah Mengantisipasi

Jadi, jika permintaan bertambah, masyarakat tinggal menambah alat pengolahannya saja.

“Pihak Kejaksaan dan Kepolisian selalu mengingatkan saya, agar hal ini dipublish ke masyarakat luas. Ternyata, di Pangarengan ini sudah ada produksi garam industri,” ungkapnya.

Dampak yang akan dirasakan masyarakat apabila garam industri tersebut bisa menembus pabrik dan perusahaan makanan, otomatis penyerapan tenaga kerja akan lebih banyak.

Ditempat yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Fadilah Helmi menyampaikan, Jaksa Agung juga mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam hal hal ketahanan pangan.

“Garam ini, juga termasuk ketahanan pangan. Jika dikelola dengan baik, itu akan meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat setempat,” ucapnya.

Dengan begitu, menurut Fadilah, produksi garam industri akan lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Sehingga, Kabupaten Sampang tidak akan lagi dikenal dengan sisi negatifnya. Tapi, lebih kepada pertumbuhan ekonominya.

Baca Juga:  Temukan Banyak Kejanggalan, Komisi II DPRD Sampang Panggil Pudam Trunojoyo dan Inspektorat

“Kami sangat mendukung. Dan hal ini perlu diketahui oleh masyarakat Sampang secara luas agar inovasi pemerintah ini bisa didukung,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Sampang AKBP Hartono menyampaikan, inovasi yang dicanangkan dan telah beroperasi itu harus didukung oleh semua stakeholder demi meningkatkan perekonomian di Sampang.

“Meskipun Pj Bupati Sampang tidak lama lagi di Sampang, tapi inovasi atau produksi garam industri ini harus dijaga dan dilanjutkan serta harus dikawal bersama,” ucapnya.

Hartono menyarankan, agar produksi garam ini dikelola oleh koperasi. Sehingga akan membuat lebih mudah mendapatkan dukungan dana dan peningkatan taraf hidup.

“Masyarakat perlu mendukung. Bagaimana gebrakan ini terus berlanjut. Karena, kalau koperasi Insya Allah segala persyaratan akan lebih mudah,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru