Drama Penyelamatan di Selat Madura: Kapal Nelayan Asal Sumenep Karam, 2 ABK Dievakuasi dari Tengah Laut

- Editorial Team

Sabtu, 2 November 2024 - 21:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

2 orang nelayan (baju loreng) sesaat setelah dievakuasi oleh Satpolairud Polres Situbondo bersama dengan masyarakat setempat.

2 orang nelayan (baju loreng) sesaat setelah dievakuasi oleh Satpolairud Polres Situbondo bersama dengan masyarakat setempat.

Dapurrakyatnews – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo, bersama nelayan Panarukan, berhasil mengevakuasi dua awak kapal (ABK) yang terombang-ambing di Selat Madura, setelah kapal mereka karam dihantam ombak.

Insiden dramatis ini terjadi di tengah cuaca ekstrem yang melanda perairan Jawa Timur.

Kepala Satpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengungkapkan bahwa mereka mendapat laporan, adanya kapal layar jenis pakisan asal Sumenep yang tenggelam dan ABK-nya terapung di laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beruntung, kapal nelayan bernama Barokah 1, yang dinahkodai Kandar (51) dari Dusun Pesisir, Panarukan, Situbondo, menemukan korban di tengah laut. Kedua ABK yang diselamatkan adalah Kis Yasuli (60) dan Abdurahman (52), warga Desa Jati, Kecamatan Gili Genting, Sumenep.

Baca Juga:  D'MASIV: Dari Ciledug, Siap Meretas Asa Menembus Panggung Musik Dunia

Menurut keterangan saksi, kapal layar ini berangkat dari Pelabuhan Kalbut, Panarukan, pada Jumat pagi pukul 05.00 WIB, membawa pakan ternak menuju Pulau Gili Raja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep.

Namun, sekitar pukul 08.00 WIB, angin kencang dan ombak besar menghantam kapal, menyebabkan kapal terbalik dan akhirnya tenggelam di perairan Selat Madura.

Kedua ABK sempat berpegangan pada tiang kapal yang karam, hingga ditemukan oleh Barokah 1 pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga:  Hadiri Wisuda di Unars, Bupati Situbondo ajak Mahasiswa untuk Berkarya

Evakuasi ABK berlangsung penuh ketegangan. Setelah ditemukan, kedua korban dibawa ke perairan Panarukan dan akhirnya berhasil tiba di darat pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

“Begitu tiba, keduanya langsung diperiksa tim medis, diberikan makan, dan diberi minum untuk memulihkan kondisi mereka,” jelas AKP Gede Sukarmadiyasa. Sabtu (2/11/2024) Malam.

Saat ini, kedua ABK sedang menunggu penjemputan oleh keluarga mereka di rumah Kepala Desa Kilensari, Panarukan. Mereka pun telah mendapat pendampingan setelah melalui pengalaman yang mengerikan tersebut.

Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, turut mengimbau masyarakat pesisir, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan informasi cuaca dari BMKG. Menurut laporan BMKG Stasiun Meteorologi Juanda, cuaca ekstrem di Jawa Timur diprediksi berlangsung hingga 6 November 2024.

Baca Juga:  Mutasi Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Diduga Sarat Kepentingan 

“Kami ingatkan agar semua nelayan mempersiapkan alat keselamatan sebelum melaut, termasuk selalu menggunakan jaket pelampung saat berlayar,” kata AKBP Rezi.

Ia menekankan bahwa peringatan cuaca dari BMKG, harus menjadi perhatian utama demi keselamatan di laut.

“Kejadian ini menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu waspada dan siap menghadapi risiko di laut, terutama saat cuaca ekstrem yang tak dapat diprediksi,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru