Dampak Negatif Kabut Asap, Ombudsman Minta Pemda Tingkatkan Layanan Promkes

- Editorial Team

Rabu, 1 November 2023 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews, – Dalam antisipasi dampak negatif kabut asap bagi kesehatan warga, Ombudsman RI perwakilan Sumatera Barat meminta pemerintah daerah, untuk meningkatkan layanan promosi kesehatan (promkes) kepada masyarakat, khusus bagi mereka yang beraktivitas keluar rumah.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sumatera Barat, Yefri Heriani mengatakan, kabut asap masih melanda beberapa bagian wilayah di Sumatera Barat. Kendati beberapa kali hujan turun, namun tampak kabut kembali menebal.

“Kami belum melihat layanan antisipatif yang lebih intens yang dilakukan dinas terkait, terutama pada layanan promosi kesehatannya, ini perlu ditingkatkan” kata Yefri, Rabu (1/11/2023) dalam keterangannya.

Ia menuturkan, Memang sebelumnya sudah ada himbauan dari Pemerintah Kota Padang melalui Surat Edaran bernomor 441.7/4769/DKK/2023, tentang Antipasi Kabut Asap, namun himbau itu belum cukup.

Lanjut Yefri, Himbauan itu nampaknya tak terlalu dihiraukan oleh masyarakat, buktinya di sekolah saja masih banyak siswa-siswa yang tidak bermasker. Padahal, sekolah adalah ruang publik yang dapat dikontrol dengan mudah oleh Pemda melalui Dinas Pendidikan.

Baca Juga:  Nama GOR Bung Karna Tuai Kontroversi, Ini Tanggapan Ketua PC GP Ansor Situbondo

“Jadi, Ini mesti adalah langkah turunan yang konkrit, yang dilakukan oleh dinas terkait dan fasilitas kesehatan yang ada,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, perlu dipromosikan kepada masyarakat dampak buruk kabut asap bagi kesehatan, dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara masif.

Baca Juga:  Silaturahmi Kapolres Sampang dengan Forkopimcam dan Sejumlah Tokoh Pangarengan.

“Kami khawatir, kabut asap yang telah berlangsung lebih satu bulan ini, semakin mengganggu kesehatan warga,” imbuhnya.

Sebagaimana kita ketahui, kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan ini mengandung material yang berbahaya bagi kesehatan.

kabut ini dapat berdampak antara lain, terjadinya iritasi mata, iritasi kulit dan peradangan atau innfeksi saluran pernapanan (ISPA).

“Kami imbau agar Pemda harus bergerak cepat dan antisipatif,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB