Mengangkat Tradisi Tolak Bala, Nagari Binjai Juara Lomba Pawai Alegoris

- Editorial Team

Minggu, 20 Agustus 2023 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta dari Nagari Binjai saat melakukan Start di Depan Kantor Camat Ranah Ampek Hulu, Tapan, Sabtu (19/8). (foto-isep ilham)

Peserta dari Nagari Binjai saat melakukan Start di Depan Kantor Camat Ranah Ampek Hulu, Tapan, Sabtu (19/8). (foto-isep ilham)

Dapurrakyatnews, – Dengan mengangkat adat tradisi Tolak Bala, membawa Peserta dari Nagari Binjai juara pawai alegoris Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu, (19/8/2023).

Pejabat Wali Nagari Binjai, Miftahudin mengatakan, dengan mengambil tema Adat Tradisi Tolak bala ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat terkhusus kepada generasi muda, agar lebih tau tentang adat tradisi kampung.

“Adat tradisi tolak bala ini di nagari binjai, Kecamatan Ranah Ampek Hulu ini merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang dahulu,” ucap Miftahudin kepada dapurrakyatnews, Sabtu (19/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peserta Nagari Binjai saat mempraktekkan cara Tradisi Tolak Bala kepada masyarakat di Lapangan Bola Koto Pulai, Nagari Sungai, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Pesisir Selatan, Sabtu (19/8). (foto-Isep Ilham)

Ia menuturkan, tradisi tolak bala ini biasanya dilakukan pada saat musim tani dan musim panen. Jika pada saat ingin musim bercocok tanam padi, masyarakat melalukan ritual dengan tradisi doa tolak bala di lokasi lapangan, persawahan hingga keliling kampung.

Baca Juga:  Kepala KSOP Menghimbau Kepada Calon Penumpang Tujuan Masalembu untuk tidak Kepelabuhan Menunggu Pengumuman Lebih Lanjut

Masyarakat yang keliling kampung ini dihadiri oleh Dukun, Syaih dan Ninik mamak dan masyarakat membawa alat ugheh (syarat )keliling kampung.

“Alat ugheh doa tolak bala ini merupakan tumbuhan obat tradisional seperti daun sitawa sidingin, daun cikarau, daun cikumpay, daun jiluang balik (hanjuang), kundo batang (kundur), dan daun sirih selengkapnya,” tuturnya.

Baca Juga:  Pelaku Curanmor Diduga Mengalami Gangguan Jiwa, Kartu Kuning Jadi Buktinya

Miftahudin mengucapkan rasa syukur atas pencapaian yang didapatkan dalam pawai alegoris ini dengan mengangkat kearifan lokal.
Juara bukan tujuan utama, melainkan memeriahkan HUT RI ke-78, serta mengenalkan kembali sejarah dan tradisi adat Minangkabau, khususnya di Tapan

“Alhamdulillah kami bisa mendapat juara pawai ini, walaupun sebenarnya juara tidak menjadi target dan tujuan kami,” imbuhnya.

Selain melakukan pawai berjalan sejauh 2 KM, peserta dari perangkat Nagari Binjai memperlihatkan cara dan proses doa tolak bala tersebut kepada masyarakat dan panitia pawai di lapangan koto Pulai, Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Kabupaten Pesisir Selatan.

Baca Juga:  Bawaslu Sumenep Gelar Diskusi Bersama Jurnalis dan Mahasiswa, Bahas Pengawasan Pilkada 2024

Wartawan dapurrakyatnews.com melihat langsung proses dan tata cara pelaksanaan tradisi doa tolak bala yang di praktekkan oleh peserta dari Nagari Binjai.

Dimana, yang berperan sebagai dukun membakar kemenyan sambil komat kamit dan dilanjutkan oleh syaih yang membaca doa meminta kepada leluhur agar bala (bencana) pergi dari daerah mereka.

Diketahui, tolak bala ini merupak tradisi adat masyarakat Minangkabau, khususnya di Nagari Binjai, Tapan Pesisir Selatan.

Deskripsi upacara tolak bala itu Awal mula upacara “tolak bala” dari keyakinan masyarakat tentang akan adanya kekuatan di luar diri manusia. Makhluk gaib tersebut mampu mempengaruhi kehidupan manusia.

Sehingga manusia harus bisa menjaga supaya makhluk tersebut tidak murka dan marah akan perbuatan manusia, walaupun manusia telah berusaha menjaga akan tetapi kesalahan tetap saja terjadi karena ketidaksengajaan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru