Khofifah, Serahkan Bantuan Inkubator dan Fototerapi Gratis

- Editorial Team

Minggu, 23 Juli 2023 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, selaku ketua Pembina Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU), saat berinteraksi dengan anggota Muslimat.

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, selaku ketua Pembina Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU), saat berinteraksi dengan anggota Muslimat.

Dapurrakyatnews – Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, selaku ketua Pembina Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU), menyerahkan bantuan inkubator dan fototerapi gratis, kepada penerima manfaat melalui Muslimat NU Cabang Cirebon. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat, yang memiliki bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).

“Alhamdulillaah ini dari Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM NU), ada inkubator yang bisa untuk membantu saudara-saudara kita yang melayani bayi dengan BBLR,” kata Khofifah yang juga sekaligus Ketua Pembina YKM NU, pada acara Hari lahir ke-77 Muslimat NU di Pendopo Kab. Cirebon, Minggu (23/7/2023).

Khofifah menjelaskan, bantuan ini merupakan bentuk perhatian Muslimat NU, terhadap upaya penurunan angka kematian bayi (AKB) yang masih perlu perhatian beberapa daerah di di Indonesia. Dimana, program peminjaman inkubator dan fototerapi gratis ini, telah diluncurkan oleh YKM NU sejak pertengahan Februari tahun 2020.

“Program ini akan terus disosialisasikan agar semakin banyak yang bisa mendapatkan manfaat dari bantuan ini, dan semakin banyak bayi yang dapat ditolong,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, beberapa hal yang membuat bayi BBLR atau di bawah 2500 gram, antara lain status gizi ibu bayi sebelum dan saat hamil, berat badan ibu saat hamil, usia ibu saat sedang hamil, kondisi kesehatan ibu dan bayi prematur.

“Kalau tumbuh kembangnya terhambat, perkembangan otaknya terhambat nanti juga bisa membuat bayi ini terindikasi stunting,” imbuhnya.

Khofifah saat menyerahkan bantuan inkubator dan fototerapi gratis, kepada penerima manfaat melalui Muslimat NU Cabang Cirebon.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, selain bantuan inkubator juga dibutuhkan para relawan, yang bisa memahami berbagai informasi terkait BBLR dan bayi Kuning. Sekaligus terkait pentingnya informasi terkait penggunaan inkubator.

“Sehingga ketika ada bayi lahir dengan BBLR atau terindikasi penyakit kuning, relawan tersebut bisa segera menginformasikan adanya bantuan ini sekaligus mengedukasi cara penggunaannya,” terangnya.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep bersama PT PLN menggelar Konvoi ASIX dengan Kendaraan Listrik

“Mudah-mudahan program ini dapat lebih banyak memberikan manfaat dan menolong, menyelamatkan lebih banyak banyak bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan bayi Kuning,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah mengatakan, sebagai organisasi perempuan terbesar di Indonesia, Muslimat NU harus ikut berperan terhadap penurunan angka stunting yang masih menjadi PR bangsa Indonesia.

“Untuk itu, di peringatan Harlah ke-77 Muslimat NU Kab. Cirebon ini ada substansi yang diusung, yakni ibu-ibu Muslimat menjadi Bunda asuh bagi anak-anak yang terindikasi stunting,” terangnya.

Khofifah menegaskan, stunting berkaitan dengan tumbuh kembang anak yang berpotensi memperlambat perkembangan otak, dan kecerdasan. Stunting diawali dengan kekurangan gizi dan juga berdampak pada terhambatnya tinggi badan anak.

“Banyak orang yang pendek tapi cerdas, tapi kalau yang stunting selalu pendek, tapi tidak berarti yang pendek itu stunting, jadi ada sisi kecerdasan, itulah yang harus kita jaga semua,” ucapnya.

Baca Juga:  Gubernur Jawa Timur Melarang Penjualan Seragam di Koperasi Sekolah SMAN/ SMKN dan SLB

Khofifah menuturkan sejak lama Muslimat NU telah menjalin _partnership_ dengan lembaga-lembaga yang menjadi _leading sector_ penanganan dan pencegahan stunting. Seperti Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten Kota.

“Sekarang berarti dengan DP3AK, mereka bisa memberikan partnership dengan apa yang menjadi tugas besar bangsa Indonesia hari ini antara lain adalah menurunkan stunting lebih signifikan lagi di tahun-tahun yang akan datang,” tuturnya.

Dihadapan lebih 5.000 jamaah Muslimat Cirebon, Khofifah juga mengajak muslimat NU lebih perduli terhadap permasalahan stunting. Menurutnya banyak hal dapat dilakukan dalam mencegah stunting dimulai sejak di awal kehidupan.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron Rosyadi berharap muslimat NU Cirebon mengambil peran dengan masalah kesehatan termasuk penurunan stunting. Pasalnya wilayah Cirebon yang luas dimungkinkan adanya pendampingan kepada masyarakat oleh muslimat NU.

“Kami harap ada kerjasama dari pemerintah dan Muslimat NU. Dan, kami harap muslimat NU Cirebon mengambil peran membangkitkan kesadaran terhadap masyarakat,” kata Bupati Cirebon.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru