Perpusnas RI Fasilitasi Pengelola Perpustakaan yang ada di Provinsi Kepri

- Editorial Team

Rabu, 10 Agustus 2022 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Stakeholder yang ada di Provinsi Kepulauan Riau

Foto bersama Stakeholder yang ada di Provinsi Kepulauan Riau

Tanjungpinang – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memberikan fasilitas, kepada pengelola perpustakaan yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, dalam kegiatan Peer Learning Meeting (PLM). Rabu (10/8/2022).

Kegiatan Peer Learning Meeting di Provinsi Kepulauan Riau ini, dilaksanakan di Hotel CK Tanjungpinang, yang dikuti sebanyak 15 peserta dari perwakilan kabupaten kota di Provinsi Kepri. Yaitu Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna dan Kota Tanjungpinang.

Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Neliwaty, S.S.,M.Si mengatakan, Peer Learning Meeting tujuan memfasilitasi masyarakat atau pengelola perpustakaan, agar bisa saling berbagi pengalaman dan memberikan pengetahuannya bisa memanfaatkan, Memotivasi dan mengimplementasikan program yang dilakukan pada Bimtek, strategi pengembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari program itu bisa mensejahterakan masyarakat,” Katanya

Baca Juga:  Agar Pembagian LPG Merata, Ini yang Dilakukan SPBU di Karang Asem

Menurutnya fasilitasi sesi-sesi dalam PLM Provinsi dilakukan oleh para Master Trainer dan Fasilitator Daerah, yang merupakan pelaku implementasi program. Sehingga, diharapkan dapat membagikan pengalaman terbaik dalam melaksanakan transformasi perpustakaan. Disisi lain juga memberikan dukungan, kepada penguatan sumber daya di daerah.

Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Neliwaty, S.S.,M.Si saat menutup Kegiatan Peer Learning Meeting Tingkat Provinsi

“Perpusnas RI saat ini mendorong gerakan literasi untuk dapat mensejahterakan masyarakat. untuk itu adanya program perpustakaan berbasis Inklusi sosial,” ucap Neliwaty.

Ia menjelaskan, Kalau dulu fungsi perpustakaan itu hanya untuk meminjam dan mengembalikan buku saja. Namun sekarang ada paradigma baru, yaitu manajemen colection 10 persen, 20 persen knowledge tranformation dan 70 persen transfer knowledge.

“Dari adanya paradigma baru ini. pengelola harus bisa mentransformasikan konten di perpustakaan di daerahnya ke masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadiri MAD di Kecamatan Bungatan, Kadis DPMD Pinta Kades Tertib Adiministrasi

Lanjut Neliwaty, untuk itu pengelola perpustakaan harus kompeten dan punya kemampuan, untuk memahami kebutuhan masyarakat agar bisa datang ke perpustakaan.

“Jika mereka tidak mau datang, pengelola perpustakaan harus datang sendiri jemput bola ke masyarakat. Supaya masyarakat bisa betul-betul bisa memanfaatkan perpustakaan,” terangnya.

Sementara untuk pengelola perpustakaan itu harus tahu bagaimana kebutuhan masyarakat dan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kalau masyarakat punya produk, perpustakaan harus memberikan fasilitas untuk meningkatkan produk masyarakat, sesuai dengan kebutuhan masyarakat tersebut.

“Peran perpustakaan itu harus memfasilitasi masyarakat tersebut dalam hal memasarkan produknya atau packaging produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing,” tuturnya.

Baca Juga:  Korban Banjir Bandang Bertambah, Pria Paruh Baya ditemukan di Pantai Lansano Surantih

Peserta PLM dapat lebih membuka diri dan belajar dari perpustakaan lain. Perpusnas berharap, segenap peserta dapat memanfaatkan momentum PLM Provinsi ini untuk saling berbagi, saling belajar antar sesama pengelola perpustakaan.

“Dengan ini dapat melangkah lebih kreatif agar perpustakaan semakin maju, melayani dan membantu masyarakat yang saat ini belum lepas dari dampak pendemi,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri Herry Andrianto, S.E.,M.M, melalui Kabid Pembinaan Perpustakaan Provinsi Kepri Rismarini, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Perpusnas RI, atas dilaksanakan kegiatan Peer Learning Meeting ini.

Ia berharap kepada para peserta semoga apa yang didapatkan dalam Peer Learning Meeting ini, bisa diterapkan di daerah masing-masing yang sesuai dengan kebutuhan daerahnya.

“Saya mohon melaksanakan dan mengimplementasikan serta menginput kegiatan yang dilaksanakan. agar apa ayang didapat tidak sia-sia,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru