Budayawan Syaf Anton Wr, Hentikan Romantisme masa Lalu

- Redaksi

Selasa, 9 Agustus 2022 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Syaf Anton Wr

Syaf Anton Wr

Dapurrakyatnews – Seperti yang diberikan sebelum nya jika Pemerintah Kabupaten Sumenep, akan mewajibkan ASN pada hari tertentu menggunakan Blangkon dan Batik Sumenep. Kebijakan tersebut mendapatkan berbagai macam tanggapan, dan reaksi dari masyarakat. Selasa (9/8/2022).

Seperti yang disampaikan oleh Syaf Anton Wr, salah satu budayawan yang ada di Kabupaten Sumenep ke redaksi Dapurrakyatnews. Ia berpendapat untuk menghentikan romantisme masa lalu. Menurutnya masa kekuasaan keraton Sumenep sudah berakhir, sejarah dan kenangan masa lalu Sumenep telah menjadi catatan kehidupan, masa kini dan masa depan masyarakat Sumenep.

Baca Juga:  Pertahanan di Kalianget Imbas Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya

“Kita tidak boleh terlena sekedar untuk membanggakan Sumenep, lewat atribut bangkon dan sejenisnya. Atribut ini, sudah tidak layak lagi dikenakan untuk masa sekarang ini. Kita harus berfikir lebih jenius dan membuka ruang, kepada rakyat agar lebih baju,” katanya melalui komunikasi whatsapp.

Baca juga : Gonjang Ganjing Blangkon di tengah Masyarakat Sumenep

Blangkon itu satu produk masa lalu yang dibangun kekuasaan keraton, yang terjadi sekian ratus tahun yang lalu. Budaya lama tidak selalu menjadi ukuran, bagi kehidupan sekarang dan masa depan.

“Justru sekarang ini bagaimana pemerintah dan rakyat membangun
budaya baru, yang baik dan sesuai dengan harkat dan martabat warga Sumenep. Sebab nantinya anak cucu kita akan menimang dan menikmatinya, demikian pula pada generasi seterusnya,” tambahnya.

Baca Juga:  Asal Usul Kampung Tomang

Untuk itu lebih baik urusan blangkon dan motif  batik gak perlu diperdebatkan, dan tentu tidak perlu lagi menjadi kewajiban bagi ASN. Mari kita berfikir lebih realistis, terbuka dan benar-benar memihak kepentingan rakyat.

“Saya berharap segala hal yang menyangkut kebijakan kebudayaan, di musyawarakan dengan pihak yang berkompeten,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Situbondo Hadiri Festival Budaya Adat KK 26, Dorong Pengembangan Wisata Lokal
Pemdes Prambanan Gelar Kirab Budaya Petik Laut 2025 Sebagai Momentum Syukur dan Penggerak Ekonomi Lokal
Festival Tan Pangantanan untuk Mengenalkan Budaya Tradisional Daerah Sejak Dini kepada Anak
Wakil Bupati Menerima Kunjungan Duta Budaya Indonesia di Pendopo Keraton Sumenep
Sekda Edy Rasyadi Membuka Pelaksanaan Pameran dan Lelang Lukisan di Pendopo Agung
Kecamatan Rahul Gelar Festival Budaya, Ini kata Camat Dheno
Laskar Sumber Lapi Sukses Menyita Perhatian Pengunjung Madura Culture Festival 2023
Supriadi, Sebagai Pagoda Tertinggi di Indonesia, Layak Mendapatkan Rekor Muri

Berita Terkait

Kamis, 26 Juni 2025 - 22:02 WIB

Bupati Situbondo Hadiri Festival Budaya Adat KK 26, Dorong Pengembangan Wisata Lokal

Sabtu, 25 Januari 2025 - 22:14 WIB

Pemdes Prambanan Gelar Kirab Budaya Petik Laut 2025 Sebagai Momentum Syukur dan Penggerak Ekonomi Lokal

Sabtu, 25 Mei 2024 - 11:41 WIB

Festival Tan Pangantanan untuk Mengenalkan Budaya Tradisional Daerah Sejak Dini kepada Anak

Sabtu, 27 Januari 2024 - 12:07 WIB

Wakil Bupati Menerima Kunjungan Duta Budaya Indonesia di Pendopo Keraton Sumenep

Senin, 22 Januari 2024 - 13:05 WIB

Sekda Edy Rasyadi Membuka Pelaksanaan Pameran dan Lelang Lukisan di Pendopo Agung

Berita Terbaru

AKBP Anang Hardiyanto saat memasuki Halaman Mapolres Sampang saat acara Sertijab Kapolres Sampang, pada Rabu (29/7/2026).

Daerah

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:23 WIB