Puluhan Tahun Mengabdi, Passing Grade dan Afirmasi Menjadi Kartu Mati Bagi Guru Honorer

- Penulis

Minggu, 19 September 2021 - 01:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Redaksi

Foto : Redaksi

Sumenep, Dapurrakyatnews – Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Jawa Timur telah selesai dilaksanakan, Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Tahap I PPPK telah dilaksanakan pada hari Senin, 13 September 2021. Seleksi Tahap I tersebut dilaksanakan hingga 17 September 2021.

Namun dari hasil seleksi kompetensi tersebut meninggalkan cerita banyak nya Guru Honorer.                                yang telah mengabdi puluhan tahun harus gugur dalam seleksi tersebut. Dikarenakan Nilai Batas Minimal yang wajib dipenuhi peserta atau Passing Grade yang telah ditetapkan pusat.

Menanggapi hal tersebut aktivis Pendidikan Jawa Timur, Ilham Wahyudi, S.Pd, merasa prihatin.                        karena kebanyakan mereka sudah puluhan tahun mengabdi kepada Negara.

Baca juga : ketua 2 Badan Khusus Forum Honorer PGRI Jawa Timur, Pertanyakan Penggunaan Dana Bos

“Saya sendiri sangat prihatin, karena mereka jatuh (tidak lulus) pada nilai kompetensi tehnis nya.                        tetapi di kompetensi yang lain mereka lulus,” Kata Ilham.

Oleh karena itu saya meminta kepada Pemerintah pusat atas dasar kemanusiaan.                                        Mereka para guru honorer yang telah mengabdi buat negara ini, harus diberi kebijakan nilai tambahan Afirmasi dan penurunan passing grade.

“Jika pemerintah menganggap para honorer yang tidak lulus pasing grade ini tidak berkwalitas.                                ada jalan yang lain untuk meningkatkan kualitas mereka,” tambah nya.

Salah satunya dengan memberikan mereka peningkatan dengan jalan memberikan pelatihan.          Memberikan work shop, memberikan pelatihan pendidikan yang sifatnya meningkatkan mutu mereka.              Salah satunya kalau di Jawa Timur melalui LPMP Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan.

“Afirmasi yang diberikan Pemerintah Pusat, tidak adil bagi para guru honorer. Yang telah mengabdi 20 tahun sampai 25 tahun untuk negara ini,” Terang Ilham dengan nada meninggi.

Bayangkan saja mereka yang telah mengabdi puluhan tahun hanya mendapatkan Afirmasi 10 %.    Sementara mereka para guru swasta yang mengabdi hanya 3 dan 4 tahun, yang memiliki sertifikasi mendapatkan 100% nilai tehnis.

“Ini saya kira tidak adil karena di Sekolah Negeri mereka rata rata tidak bisa mendapatkan sertifikasi.          karena syarat sertifikasi adalah SK Bupati, ” jelasnya

Oleh karena itu kami memohon dan meminta kepada Pemerintah melalui Presiden Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Gubernur Jawa Timur Untuk memberikan jalan keluar kepada Honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun ditingkatkan afirmasi nya dan diturunkan Passing Grade nya.

Karena kwalitas Pendidikan bisa ditempuh dengan jalan yang lain demi kemanusiaan.

“Mudah mudahan pemerintah pusat akan mengabulkan permohonan ini. Hingga pada 24 September pengumuman kelulusan tahap 1.        para honorer yang telah mengabdi buat negara ini diluluskan menjadi Aparatur sipil negara,” pungkasnya

Pemerintah harus hadir untuk menghargai keikhlasan para honorer yang sudah mengabdi buat negara ini. Karena mereka telah berjasa untuk membesarkan anak anak bangsa.    maka selayaknya mereka mendapatkan penurunan Passing Grade dan peningkatan Afirmasi khususmya dari segi masa kerja.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MPLS Ramah, SMPN 1 Nonggunong Sambut Murid Baru dengan Semangat Kebersamaan
Pasangan Suami Istri di Sampang Diamankan Polisi
Serang Pakai Sabit, Terduga Maling Nyaris Lukai Warga Sampang
‎DPO Kasus Narkoba di Kerinci Berhasil Diringkus Polisi
Polisi Ciduk 2 Pelaku Curanmor di Omben, Akui Beraksi di 23 TKP
Operasi Malam Satresnarkoba Sumenep: Dua Pengedar Sabu Ditangkap, 33 Poket Siap Edar Disita
Diduga Gelapkan 20 Ton Minyak CPO, Supir Truk Ditangkap Polisi
Cabuli Anak di Bawah Umur, Seorang Pria di Tangkap Polisi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:32 WIB

MPLS Ramah, SMPN 1 Nonggunong Sambut Murid Baru dengan Semangat Kebersamaan

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:10 WIB

Pasangan Suami Istri di Sampang Diamankan Polisi

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:59 WIB

Serang Pakai Sabit, Terduga Maling Nyaris Lukai Warga Sampang

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:27 WIB

‎DPO Kasus Narkoba di Kerinci Berhasil Diringkus Polisi

Senin, 5 Januari 2026 - 21:16 WIB

Polisi Ciduk 2 Pelaku Curanmor di Omben, Akui Beraksi di 23 TKP

Berita Terbaru

AKBP Anang Hardiyanto saat memasuki Halaman Mapolres Sampang saat acara Sertijab Kapolres Sampang, pada Rabu (29/7/2026).

Berita

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:23 WIB