SUMENEP, DapurRakyatNews – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar merupakan salah satu Rumah Sakit Pemerintah yang terdapat di Kabupaten Sumenep. Dan merupakan Rumah Sakit rujukan utama bagi pasien dari berbagai Puskesmas di Sumenep, selain RSUD Abuya.
Dengan melonjaknya kasus pandemi Covid-19 di kabupaten Sumenep yang hingga saat ini Sumenep berstatus zona orange (level 3), maka sudah tentu RSUD dr. Moh Anwar lah yang menjadi tujuan utama pasien dirujuk untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan dan paripurna, baik pasien yang terkonfirmasi reaktif/positif Covid-19 ataupun pasien dengan penyakit lainnya, (minggu 4/7/2021)
Namun situasi melonjaknya kasus Covid-19 di Sumenep, tidak berbanding lurus (tidak ditunjang_red) dengan kesiapan dan ketersediaan sarana prasarana layanan kesehatan, serta Sumberdaya Manusia (SDM) yang cukup, khususnya di RSUD Moh. Anwar Sumenep, baik di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) ataupun di ruang perawatan atau ruang Isolasi pasien yang terkonfirmasi reaktif/positif sweb Antigen.
“Posisi kecepatan datangnya pasien tidak seimbang dengan kecepatan mempersiapkan bed perawatan didalam. Jadi bottle neck di IGD,” jelas Arman Endika Putra, SKM., M.Kes bagian managemen dan Informasi RSUDMA Sumenep saat dikonfirmasi Tim Media DapurrakyatNews. Minggu (4/7/2021)
Nurul Syamsi, S.Kep, Ns., M.Kes., Kepala Perawat IGD RSUD dr Moh Anwar Sumenep menyampaikan bahwa lonjakan pasien yang datang di IGD RSUDMA Sumenep berlangsung sejak tengah malam tadi sekira pukul 01.00 Wib. Sehingga bed pasien yang tersedia di IGD penuh, bahkan ditambah lagi menjadi 20 bed, sehingga ruang IGD per tadi malam hingga saat ini penuh.

“Jadi, ruang di IGD sejak tengah malam tadi sudah penuh, kami tidak mungkin lagi menerima pasien karena disamping keterbatasan petugas kesehatan, juga ketersediaan oksigen terutama oksigen tabung yang dimiliki RSUD hanya bisa untuk melayani sejumlah pasien yang ada. Pada saat ini pasien yang masih di observasi di IGD ada 14 pasien, sebagian sudah kami kirim ke ruang perawatan dan ruang Isolasi,” ujarnya.
Lebih lanjut Nurul Syamsi menyampaikan bahwa keberadaan ruang Isolasi dibelakang sebenarnya cukup memadai, namun tenaga kesehatan (Nakes) kita jumlahnya terbatas.
“Saat ini kami memiliki 4 ruang perawatan dan isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Namun baru digunakan 3 ruangan, dan 1 ruangan yakni ruang 4 masih belum kita gunakan karena keterbatasan petugas,” ungkap Ilung panggilan popuplernya.
Kemundian kata Ilung, demi keselamatan semuanya, baik pasien yang kita rawat, lebih-lebih Nakes yang merawat pasien ini, kita mengambil keputusan dan inisitif bersama, untuk sementara IGD kami tutup.
“Tapi ini berlaku sementara lo mas, jika situasi sudah memungkinkan, IGD tetap menerima pasien lagi, mudah-mudahan secepatnya, bisa dikendalikan. Dan untuk pasien Emergency tetap kami tangani untuk mengatasi Emergencynya, kemudian kita arahkan untuk perawatan lanjutan di ruangan,” paparnya.
Perlu diketahui juga, menurut ilung, saat ini di RSUDMA Sumenep sudah dipersiapkan IGD Bersih, yaitu untuk melayani pasien non Covid-19. IGD ini kita siapkan mengingat pasien yang terkonfirmasi reaktif covid-19 lebih banyak dari pada pasien dengan kasus emergency.





Aneh ya ada vaksin kok bisa melonjak corona seharusnya lebih sedikit yg sakit