Surat Terbuka Dari Pondok Pesantren Al-Aula Kombangan Bangkalan

- Redaksi

Rabu, 23 Juni 2021 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, DapurrakyatNews-Aplikasi pecakapan WhastApp merupakan saluran komunikasi yang efektif untuk menyebar informasi. Sehingga , keunggulan tersebut kerap dimanfaatkan untuk menyebar informasi kepada masyarakat.

Pagi ini beredar pesan berantai atau surat terbuka di sejumlah grup whatsapp dr Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aula Desa Kombangan, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. Berikut surat terbuka lengkap dari Lora Fawaid Abdullah. (23/6/2021)

Yang bertanda tangan dan bertanggung jawab dibawah ini, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aula Desa Kombangan, memohon dan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan Madura :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Dalam situasi masa berkabung, atas Wafatnya Ibunda Kami. Ummi Nyai Hajjah Maymunah Binti Mbah Yai Fadly yang Wafat Hari Ahad, Tgl 20 Juni 2021 Jam 11.45 WIB, sehingga karena situasi Pandemi dan tidak kondusif nya keadaan akhir-akhir ini, Kami melakukan langkah2 Edukasi Masyarakat dengan Mentiadakan Takziyah & Tahlilan secara Umum, hanya Intern Santri & Alumni yang ditunjuk. Ini demi mengurangi jumlah terpaparnya masyarakat terhadap COVID-19.

Baca Juga:  Warga Desa Tanjung Saronggi Dihebohkan Oleh Penemuan Sesosok Mayat

2. Kami juga masih dalam kondisi kesusahan, karena Keluarga kami, tepatnya Adik Kandung Saya, Ananda Irham Maulidy HR masih dalam perawatan intensif RS. Husada Utama Surabaya, akibat terpapar COVID-19 sesuai Hasil Swab yang dilakukan di Rungkut Surabaya, dan akhirnya sampai saat ini dalam kondisi tidak stabil, drop, bahkan sampai dilakukan tindakan Operasi dan detik ini masih tidak sadarkan diri pasca operasi karena dibutuhkan donor darah Plasma O+, laki-laki, pernah COVID, pernah terpapar Covid dan sembuh serta belum pernah Vaksin.

3. Pondok Pesantren Al-Aula Kombangan, sudah melakukan langkah2 yang tepat dan perlu dicontoh oleh masyarakat dan semua kalangan khususnya di Kabupaten Bangkalan, *karena situasi darurat, kami melarang Masyarakat dan Keluarga Besar Pesantren termasuk Alumni Mendatangi Area Pondok, sampai situasi Kondusif, sebagai tindakan Preventif “Dar-ul Mafasid” terhadap situasi yang ada saat ini.

4. Memohon dengan Hormat kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan, dalam Hal ini kepada Gugus COVID-19 Kabupaten Bangkalan, untuk :
– Melakukan Penyemprotan Disinfektan secara intensif dan berkala Minimal 3 kali dalam Satu Minggu, terhitung sejak Surat Terbuka ini dikeluarkan, di semua titik Cluster dan Episentrum “dugaan” paparan penyebaran COVID-19 ini khususnya di 4 Kecamatan yaitu Kecamatan Geger, Arosbaya, Klampis dan Sepulu, bahkan semua Desa di area Kecamatan yang di maksud. Penyemprotan Disinfektan tersebut sebagai langkah Preventif supaya dugaan Episentrum Virus tidak semakin ganas menyebar dari Desa ke Desa dan atau dari kampung ke kampung, sebagai tindakan antisipatif._

Baca Juga:  Pekerjaan Rabat Beton Diduga tidak Sesuai dengan RAB, Ketua Poktan Membantah

– Pemberian Masker secara Masif, kepada seluruh Masyarakat khusus nya di 4 Kecamatan diatas._

– Melakukan langkah2 preventif lainnya seperti melaksanakan *Vaksin Gratis* kepada semua masyarakat di 4 Kecamatan dimaksud

– Melakukan AntiGen/Genose Gratis kepada masyarakat di 4 titik kecamatan tersebut secara masif. Sehingga dari Genose atau antigen tersebut kedepan bisa dipetakan mana Masyarakat yang terpapar dan mana yang tidak, serta selanjutnya tatkala masyarakat yang antigen tersebut hasilnya positif terpapar, maka harus dilakukan isolasi mandiri di rumah nya masing2 dengan melibatkan aparatur Desa masing2. Langkah ini sebagai solusi terbaik atas kondisi saat ini.

Baca Juga:  Mawardi Ms : Berbahagialah Berjumpa Ramadhan

– Semua Masyarakat di 4 Kecamatan dimaksud, harus diberikan kompensasi akibat Isolasi Mandiri secara Massif dan Massal manakala misalnya banyak yang terpapar. Kompensasi yang dimaksud adalah semua masyarakat diberikan Beras, dan Sembako serta kompensasi Uang akibat dari masyarakat yang tidak keluar rumah bekerja dll akibat Isolasi Mandiri secara Massif dan Massal tersebut.

– Mapping dan Pemetaan ini harus sesegera mungkin dan secepatnya dilakukan, sebelum situasi dan kondisi ini semakin parah dan berbahaya. Pemerintah tidak boleh diam dan tinggal diam tidak berbuat apa-apa secara langsung kepada masyarakat.

– Jangan hanya bertindak melakukan penyekatan di jalan2 umum tetapi tidak memberikan solusi Cesplen.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MPLS Ramah, SMPN 1 Nonggunong Sambut Murid Baru dengan Semangat Kebersamaan
Pasangan Suami Istri di Sampang Diamankan Polisi
Serang Pakai Sabit, Terduga Maling Nyaris Lukai Warga Sampang
‎DPO Kasus Narkoba di Kerinci Berhasil Diringkus Polisi
Polisi Ciduk 2 Pelaku Curanmor di Omben, Akui Beraksi di 23 TKP
Operasi Malam Satresnarkoba Sumenep: Dua Pengedar Sabu Ditangkap, 33 Poket Siap Edar Disita
Diduga Gelapkan 20 Ton Minyak CPO, Supir Truk Ditangkap Polisi
Cabuli Anak di Bawah Umur, Seorang Pria di Tangkap Polisi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:32 WIB

MPLS Ramah, SMPN 1 Nonggunong Sambut Murid Baru dengan Semangat Kebersamaan

Jumat, 6 Februari 2026 - 23:10 WIB

Pasangan Suami Istri di Sampang Diamankan Polisi

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:59 WIB

Serang Pakai Sabit, Terduga Maling Nyaris Lukai Warga Sampang

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:27 WIB

‎DPO Kasus Narkoba di Kerinci Berhasil Diringkus Polisi

Senin, 5 Januari 2026 - 21:16 WIB

Polisi Ciduk 2 Pelaku Curanmor di Omben, Akui Beraksi di 23 TKP

Berita Terbaru

AKBP Anang Hardiyanto saat memasuki Halaman Mapolres Sampang saat acara Sertijab Kapolres Sampang, pada Rabu (29/7/2026).

Daerah

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:23 WIB