Konfirmasi Pihak Pemdes Tentang Status Kependudukan Nenek Muawena

- Redaksi

Jumat, 23 April 2021 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo : Tim Lipsus Dapur Rakyat News Tinjau Langsung RTLH Swadaya Masyarakat Untuk Pembangunan Gubug Reyot Nenek Muawena di Desa Brakas Kec. Ra'as Kab. Sumenep [dok]

Photo : Tim Lipsus Dapur Rakyat News Tinjau Langsung RTLH Swadaya Masyarakat Untuk Pembangunan Gubug Reyot Nenek Muawena di Desa Brakas Kec. Ra'as Kab. Sumenep [dok]

SUMENEP, DapurRakyatNews – Sejak diberitakan dan viral tentang nenek mokny mudeli atau Muawena yang mati dan hidup kembali, banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang kejadian sebenarnya dari kisah sang nenek ajaib ini.

Tim liputan khusus media DapurRakyatNews kembali mendatangi lokasi kediaman nenek mokny alias muawena saat meliput aktifitas aktivis J.P.K.P yang sedang mensurvey lokasi rencana pembangunan RTLH Swadaya Masyarakat untuk nenek muawena, Jum’at (23/04/2021).

Dari Ibu Juhaini yang merawat nenek muawena selama ini mengkonfirmasikan bahwa ternyata nenek mokny alias muawena sudah bertahun tahun tinggal di tempat tersebut dengan menumpang lahan di miliknya, dia lah yang selama ini memberi bantuan air bersih, lampu penerangan dan memberi makan si nenek sehari hari.

Terkait bantuan BLT DD yang diterima si nenek, beliau juga lah yang mengajukan dengan menggunakan KTP si nenek langsung ke pemerintah desa. Hingga pada tahun 2020 mendapat dua kali BLT DD dengan total sebesar 1.200.000 rupiah, yang semuanya di terima oleh nenek muawena melalui ibu Juhaini yang mewakili mengambilkan saat penyaluran BLT DD di balai desa.

Sehubungan karena kondisi nenek muawena yang tidak bisa menerima langsung ke balai desa, Dana BLT DD tersebut disimpan oleh beliau semata mata sebagai dana untuk membiayai hidup nenek mokny, akunya saat dikonfirmasi oleh tim lipsus Dapur Rakyat News.

Baca Juga:  Dukung Hari Jadi Provinsi Jatim Ke 78, UPT P3 LLAJ Banyuwangi Turut Sambut Kirab Pataka

Terkait KTP atas nenek Mokny yang statusnya tercatat meninggal di data disdukcapil, pihak pemerintah desa mengonfirmasikan bahwa pada saat proses pendaftaran pengajuan penerima BLT DD, pihak pemdes sudah mengecek ke disduk capil dan tercatat NIK KTP tersebut memang status meninggal, namun demi alasan kemanusiaan dan melihat fakta si nenek memang masih hidup dan dalam kondisi layak untuk menerima bantuan.

Maka dari itu, pihak pemdes tetap meloloskan masuk ke dalam daftar penerima BLT DD dengan menerbitkan surat keterangan desa dan catatan kepada pemohon untuk segera mengurus status kependudukan  si nenek untuk di update ke disduk capil agar status kependudukannya kembali aktif.

Baca Juga:  DPMU Pamsimas III Bersama DPMD Situbondo Adakan Pelatihan Penguatan Pemdes dan Kecamatan

Pihak pemdes menyampaikan, namun entah kenapa sampai berita si nenek itu viral, KTP tersebut baru diurus oleh pihak pemohon, sehingga terjadi penerbitan KTP baru dengan nama yang berbeda.

Berdasarkan keterangan pihak desa, memang sebetulnya nama nenek tersebut adalah Muawena sesuai pernerbitan KTP yang baru, sedangkan nama mokny mudeli di KTP sebelumnya adalah nama suaminya  yang sudah meninggal.

Baca Juga : Nenek Muawena Hidup Dalam Ancaman Kematian, Kran Donasi Kami Buka

Pewarta : S. Puja
Editor : F. Saputra

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba
Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf
Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan
AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang
Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan
2 Ruko di Kudo-kudo Inderapura Hangus Terbakar, Kerugian di Taksir Mencapai Ratusan Juta
Perkuat Pengawasan Internal, Bupati Sumenep Lantik Kepala Inspektorat Baru
Peringati Hari Koperasi Nasional, Bupati Fauzi Ajak Koperasi Tingkatkan Daya Saing

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:22 WIB

Dalam Satu Jam, Polsek Pancung Soal Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:44 WIB

Soroti Ucapan “Londo Ireng”, Jurnalis Sampang Desak Prabowo Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:11 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Pessel, 10 Paket Sabu Diamankan

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:23 WIB

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Senin, 27 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jurnalis Lingkungan Hidup Serukan Penyelamatan Mangrove dan Penyu Untuk Masa Masa Depan Pesisir Selatan

Berita Terbaru

AKBP Anang Hardiyanto saat memasuki Halaman Mapolres Sampang saat acara Sertijab Kapolres Sampang, pada Rabu (29/7/2026).

Daerah

AKBP Anang Hardiyanto Resmi Jabat Kapolres Sampang

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:23 WIB