Nota Misterius, Kapus Terindikasi Penyesatan Informasi Publik

- Editorial Team

Rabu, 21 April 2021 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mal-administrasi di Dunia Kesehatan Sumenep (Photo/FerrySaputra)

Ilustrasi mal-administrasi di Dunia Kesehatan Sumenep (Photo/FerrySaputra)

SUMENEP, DapurRakyatNews – Persoalan nota tidak sesuai aturan yang diberikan oleh pihak Puskesmas Sapeken kepada salah satu Pasien persalinan, berbuntut panjang.

Kepala Puskesmas (Kapus) Sapeken diduga telah melakukan penyesatan informasi kepada publik dalam memberikan pernyataan pada media cyber sigap88.com, tentang nota tidak resmi yang dikeluarkan Puskesmas yang dipimpinnya, seperti yang disampaikan oleh RF. Aditya, Biro Media dan Komunikasi DPD J.P.K.P Sumenep.

Diketahui sebelumnya, Pasien persalinan di Puskesmas Sapeken menerima dua lembar nota, dimana satu nota adalah nota resmi seperti puskesmas pada umumnya. Sedangkan satu lagi adalah nota sederhana yang bisa dibeli di Toko Alat Tulis Kantor (ATK), tanpa ada keterangan tentang nama Puskesmas Sapeken pada nota tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kutipan di media cyber tersebut, Kapus Sapeken Suharto Cakoe, S.KM, mengatakan, “Bagi pasien sebagai peserta KIS biaya administrasi persalinan gratis dengan bukti nota,”

Baca Juga:  BPRS Bhakti Sumekar Hadirkan Tabungan SimPel untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Bagi Pelajar

Kemudian Kapus Sapeken juga menjelaskan tentang daftar pembayaran yang tercantum pada nota yang dikatakan tidak resmi adalah, untuk pembelian alat-alat bayi termasuk baju dan bedongnya.

“Untuk pembelian alat alat bayi tidak termasuk dalam BPJS dan kami telah menjelaskan kepada pihak keluarga pasien,” Ucap Kapus Sapeken.

Pernyataan Kapus Sapeken Suharto tersebut dibantah oleh RF. Aditya, dan dinilai tidak sesuai dengan data serta fakta sebenarnya, oleh karena itu Aditya mengatakan bahwa Kapus Sapeken telah melakukan penyesatan informasi publik.

“Saya heran apa maksudnya Kapus memberikan pernyataan di media yang bertolak belakang dengan data dan fakta yang ada. Kenapa beliau tidak menyebutkan apa-apa saja yang tercantum dalam nota itu,” Ujarnya.

Baca Juga:  PG Asembagus Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk Warga dan Pers

Lanjut Aditya, “Pasien itu diberikan dua lembar nota, satu lembar nota resmi Puskesmas, satunya lagi nota abal-abal alias nota aspal (asli tapi palsu_red),

Selain tercantum pembelian baju, bedong dan gurita, juga tercantum beberapa obat serta jasa perawatan dan tindakan yang seharusnya sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan, mengingat Pasien adalah peserta KIS.” Bebernya dengan geram.

Menurut Aditya, pria yang kerap berkopiah hitam ini, dirinya telah melakukan konfirmasi terhadap Kapus Sapeken tentang nota tidak resmi yang menjadi isu panas itu, sambil menunjukkan nota tersebut kepada awak media.

“Saya sebelumnya telah mengkonfirmasi terkait nota abal-abal ini kepada pihak Puskesmas Sapeken, dan mereka mengamini kesalahan mereka yang telah melakukan mal-administrasi. Kalau sekarang Kapus memberikan statement berbeda, seolah hanya mencari pembenaran. Ayo mari kita buka-bukaan terkait ini,” Tegasnya.

Baca Juga:  Wujud Rasa Syukur Hasil Panen, Masyarakat Desa Torbang Gelar Thatorbengan

Aditya juga menjelaskan bahwa dirinya sebagai Biro Media dan Komunikasi DPD J.P.K.P Sumenep, akan terus mengawal permasalahan nota tidak resmi Puskesmas Sapeken ini. Termasuk rencananya yang akan menempuh langkah audiensi dengan Dinas Kesehatan, juga hearing (Rapat Dengar Pendapat_red) dengan para Wakil Rakyat di DPRD Sumenep.

Puskesmas Sapeken yang terindikasi memberikan beban biaya tambahan kepada Pasien persalinan, yang tidak sesuai dengan aturan, seolah menambah persoalan baru tentang permasalahan pelayanan kesehatan di Kepulauan, juga merupakan pengkhianatan kepada bangsa dan negara.

Ketika media DapurRakyatNews mencoba menghubungi nomor whatsapp pribadi Kapus Sapeken, untuk konfirmasi terkait statementnya di media sigap88.com, hingga berita ini diterbitkan belum ada respon.

Baca Juga : Waspada, Membawa Keris di Kota Keris

Pewarta : D. Julak
Editor : S. Puja

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru