Home / Tak Berkategori

Ketua Kokargam : Kami PHK Karyawan, Masyarakat Tidak Perlu Tahu

- Editorial Team

Sabtu, 24 Juli 2021 - 01:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Dapurrakyatnews- Koperasi Karyawan PT Garam (Kokargam) yang identik dengan PT Garam, salah satu Perusahan Negara penghasil garam diujung Timur Pulau Madura, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap 44 orang karyawannya.

Keputusan tersebut berdasarkan hasil undangan pengurus kepada karyawan kokargam yang ditanda tangani oleh sekretaris Kokargam Much Ubaidillah. yang bertempat di salah satu gedung milik PT Garam.

Undangan rapat sosialisasi tentang PHK karyawan organik Kokargam, pada hari kamis (22/07/2021) jam 12.30 wib. keputusan pemberhentian karyawan Kokargam, akan berlaku efektif per tanggal 1 Agustus 2021.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dapurrakyatnews yang berada di lokasi rapat koordinasi diadakan di Wisma PT Garam. Menemui salah satu karyawan Kokargam yang hadir, untuk menanyakan keputusan hasil rapat tersebut. “Ya tetap mas, tetap di PHK, berlaku per tanggal 1 agustus 2021,” ujarnya dengan nada pasrah.

Baca Juga:  JPM Sumekar Sumenep bersama Karang Taruna Kibarkan Bendera Merah Putih di 14 Titik

Baca juga : Pasien Covid-19 di RSUD Moh Anwar Melandai, Puskesmas Melambai

Mendapatkan jawaban dari salah satu karyawan Kokargam, awak media kemudian menemui Ketua Kokargam (Koperasi karyawan PT Garam) yang telah selesai memimpin rapat Sosialisasi tentang PHK Karyawan Organik Kokargam, Jujuk Novita Rahayu. Guna meminta klarifikasi tentang pemutusan hubungan kerja yang dilakukan pihaknya.

Suasana rapat Sosialisasi Pemutusan Hubungan Kerja

Jujuk yang memberikan sambutan tidak ramah mengatakan,”intinya kami belum bisa memberikan keterangan, karena eksekusi juga masih belum berjalan. Kami tidak mau ada isu-isu yang nanti akan memprovokasi semuanya, Kami mengumpulkan semua (karyawan Kokargam_red) supaya damai dan melakukan sosialisasi,” dalihnya.

Ketika ditanya atas dasar apa dilakukan pemutusan hubungan kerja kepada karyawan Kokargam, agar masyarakat dapat paham dengan kondisi Kokargam sesungguhnya hingga sampai mengambil langkah PHK. Dengan nada angkuh ketua Kokargam menjawab.

Baca Juga:  Bupati Sumenep, Penghargaan ini Sebagai Penyemangat ASN untuk Lebih Berkreasi

“Nggak perlu, nggak ada hubungannya dengan masyarakat, masyarakat yang mana? Ini kan karyawan kami, jika karyawan sudah setuju, apa hubungannya dengan masyarakat ?  Buat saya masyarakat tidak perlu tahu,” ketusnya.

Lebih lanjut Jujuk menyampaikan, karena dirinya bukan wakil rakyat yang perlu dukungan masyarakat. PT Garam adalah korporasi dan punya hak untuk melakukan beberapa kebijakan yang menurut kami yang terbaik.

“Dan apa yang kami berikan juga sesuai dengan aturan perundang-undangan dan juga sudah disetujui dengan teman-teman (karyawan yang di PHK_red). Apa yang akan menjadi masalah untuk masyarakat, apakah kami sampah masyarakat hingga menjadi permasalahan, kan gitu,” sambungnya dengan nada pongah.

Baca juga : Dewas RSUD dr. H. Moh. Anwar Mengundurkan Diri

Keterangan yang diberikan Ketua Kokargam, tentu saja membuat Dapurrakyatnews bingung. Karena dalam pertanyaan yang diajukan adalah, agar masyarakat paham mengapa Kokargam sampai mengambil keputusan PHK. Apa yang telah diucapkan Ketua Kokargam, tentu saja telah menciderai nama baik perusahaan plat merah milik Negara.

Baca Juga:  Festival Jaran Serek: Harmoni Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sumenep

Kokargam adalah bagian yang tak terpisahkan dari PT Garam. Sebagai salah satu BUMN, tentunya harus ada rapat direksi disaat akan mengambil keputusan untuk mem-PHK karyawannya. Dimana berdasarkan informasi yang awak media dapat dari salah satu jajaran Direksi PT Garam, belum ada rapat mengenai PHK terhadap 44 orang karyawan Kokargam sebelumnya.

Dalam kondisi sesulit ini karena pandemi Covid-19, sungguh berani dan gegabah ketua Kokargam melakukan pengurangan karyawan. Karena Kepada pihak swasta saja Pemerintah menghimbau agar tidak terjadi PHK, lantas sebuah perusahaan BUMN beraksi mengurangi karyawannya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎BPBD Pessel Sambut Positif Kolaboratif Polres Pessel Dalam Penanganan Bencana ‎
‎Kapolres Pessel Coffe Morning Bersama Komunitas Ojek Painan, Sampaikan Hartibmascar
‎Jalin Sinergitas Bersama Awak Media, Kapolsek Panso Gelar Ngopi Bareng
Gebyar Pajak 2026, Pemkab Sumenep Beri Penghargaan kepada Wajib Pajak Berprestasi
Gebyar Pajak 2026, Bapenda Sumenep Beri Penghargaan kepada Wajib Pajak Berprestasi
Polisi Bersama TNI dan Polhut Tertibkan Dugaan Aktivitas PETI di Kawasan TNKS

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Rabu, 4 November 2026 - 21:17 WIB

‎BPBD Pessel Sambut Positif Kolaboratif Polres Pessel Dalam Penanganan Bencana ‎

Rabu, 4 November 2026 - 20:54 WIB

‎Kapolres Pessel Coffe Morning Bersama Komunitas Ojek Painan, Sampaikan Hartibmascar

Rabu, 4 November 2026 - 12:43 WIB

‎Jalin Sinergitas Bersama Awak Media, Kapolsek Panso Gelar Ngopi Bareng

Berita Terbaru