Dapurrakyatnews – Manajemen Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep, Jawa Timur, tengah melakukan investigasi internal menyusul beredarnya video adu argumen antara keluarga pasien dan seorang perawat yang viral di media sosial TikTok.
Manager Humas dan Marketing RS BHC Sumenep, Sandra Rahestri, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh terkait persoalan tersebut. Saat ini, manajemen masih melakukan penelusuran internal untuk mengetahui duduk perkara yang sebenarnya.
“Terkait berita yang sedang beredar, kami dari manajemen belum bisa menyampaikan penjelasan terkait hal ini. Agenda kami pagi ini masih dilakukan investigasi secara internal,” kata Sandra, dikutip dari KanalNews.id, Rabu (14/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga kini, manajemen belum membeberkan secara terperinci kronologi penanganan pasien yang dipersoalkan oleh pihak keluarga. Hasil pemeriksaan terhadap tindakan petugas yang terekam dalam video tersebut juga belum disampaikan kepada publik.
Sandra menegaskan, setelah proses investigasi selesai, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan keluarga pasien untuk membahas persoalan yang terjadi.
“Insyaallah bila semua sudah kami investigasi, kami akan melakukan pendekatan dan komunikasi dengan pihak keluarga yang berduka,” ujarnya.
Meski demikian, Sandra belum memastikan kapan investigasi tersebut akan rampung maupun waktu penyampaian hasilnya kepada publik.
Persoalan ini menjadi perhatian publik setelah sebuah video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik beredar melalui akun TikTok @patah.tpi.kuat dengan nama SaAeLau.
Dalam rekaman tersebut, seorang pria yang mengaku sebagai anggota keluarga pasien terlihat meminta penjelasan kepada perawat mengenai penanganan medis yang diberikan kepada anggota keluarganya.
Pria tersebut mempertanyakan kondisi pasien yang disebut mengalami muntah-muntah saat infus dalam keadaan dimatikan. Ia juga meminta penjelasan mengenai tindakan perawat yang diduga meninggalkan pasien dalam kondisi tersebut.
“Mbak dengan kondisi pasien muntah-muntah, infus dimatikan, lali mbak tinggalkan?” tanya pria itu dalam video.
Menanggapi pertanyaan tersebut, perawat yang terekam dalam video menjelaskan urutan pemberian obat kepada pasien. Ia menyebut obat untuk mengatasi muntah diberikan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan obat untuk meredakan nyeri perut.
“Setiap saya ngasih obat, saya bilang kepada pasiennya, ini untuk penghilang muntahnya. Sementara obat penghilang nyerinya saya masukkan terakhir,” kata perawat tersebut.
Beredarnya video itu memunculkan beragam tanggapan dari warganet, terutama terkait kualitas pelayanan dan penanganan pasien di fasilitas kesehatan.
Namun, rekaman video yang beredar belum cukup untuk menyimpulkan ada atau tidaknya kelalaian medis dalam peristiwa tersebut. Penilaian terhadap tindakan petugas memerlukan pemeriksaan menyeluruh berdasarkan kronologi kejadian, keterangan pihak keluarga dan tenaga kesehatan, serta kesesuaian tindakan dengan prosedur medis yang berlaku.
Karena itu, hasil investigasi internal manajemen RS BHC Sumenep menjadi penting untuk memberikan kejelasan mengenai persoalan yang dipermasalahkan keluarga pasien.
Selain menelusuri tindakan petugas, komunikasi dengan pihak keluarga diharapkan dapat membantu menjelaskan persoalan secara utuh sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang belum terverifikasi.
Awak media masih berupaya memperoleh keterangan lebih lanjut dari manajemen RS BHC Sumenep mengenai hasil pemeriksaan internal dan langkah yang akan diambil untuk menanggapi polemik tersebut.
Hingga berita ini ditulis, manajemen belum mengumumkan hasil investigasi. Sementara itu, dugaan kelalaian yang dipersoalkan keluarga pasien belum dapat dinyatakan terbukti dan masih memerlukan klarifikasi serta pemeriksaan lebih lanjut.
Penulis : A. Junaidi
Editor : Redaksi







