Dapurrakyatnews – Di tengah tantangan geografis Kabupaten Sumenep yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan, keberadaan bidan menjadi salah satu pilar utama dalam menjamin pelayanan kesehatan ibu dan anak. Di sejumlah daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan, bidan hadir sebagai tenaga kesehatan terdepan yang memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.
Tidak hanya mendampingi ibu hamil, bidan juga menjadi garda pertama dalam menangani proses persalinan hingga perawatan masa nifas. Peran strategis tersebut menjadikan profesi bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan dengan akses transportasi dan layanan medis yang masih terbatas.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, M.Kes., mengatakan bahwa bidan memiliki posisi yang sangat penting dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan bidan sejak awal kehamilan hingga masa nifas menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Bidan adalah salah satu elemen paling penting dalam menekan angka kematian ibu dan bayi. Mereka hadir langsung di jantung masyarakat, mendampingi prosesnya sejak awal kehamilan hingga masa nifas selesai,” ujar dr. Erliyati, Rabu (25/6).
Ia menjelaskan, keberadaan bidan memberikan kontribusi besar dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), terutama di wilayah yang sulit menjangkau rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.
Menurut dr. Erliyati, di sejumlah daerah dengan keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan, bidan bahkan menjadi satu-satunya tenaga medis yang dapat diandalkan masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat selama masa kehamilan maupun persalinan.
“Kondisi seperti ini masih kita temui di beberapa pulau kecil di kawasan Kangean, termasuk Pulau Tanjung Kiaok. Dengan keterbatasan akses transportasi dan layanan kesehatan, bidan menjadi tenaga kesehatan yang paling dekat sekaligus paling siap memberikan pertolongan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Karena itu, ia menilai penguatan kompetensi dan pemerataan distribusi tenaga bidan hingga ke pelosok daerah harus menjadi perhatian bersama.
“Pada wilayah dengan keterbatasan akses transportasi dan layanan kesehatan, bidan otomatis menjadi ujung tombak tunggal. Oleh sebab itu, penguatan kapasitas serta pemerataan distribusi tenaga bidan di pelosok menjadi agenda yang sangat mendesak,” tegasnya.
Lebih dari sekadar membantu proses persalinan, bidan juga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Mereka mendampingi ibu hamil untuk memahami pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, menjaga pola hidup sehat, mempersiapkan proses persalinan, hingga memberikan pemahaman kepada keluarga mengenai pentingnya dukungan selama masa kehamilan.
Pendekatan yang humanis serta kedekatan bidan dengan masyarakat menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan warga. Kondisi tersebut membuat berbagai pesan kesehatan lebih mudah diterima sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Melalui penguatan peran bidan hingga ke wilayah terpencil dan kepulauan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep berharap upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Sumenep dapat berjalan lebih optimal, sekaligus menghadirkan layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Penulis : A Junaidi
Editor : Redaksi






