Cium Aroma Tak Sedap, GASI: Pola Penyusunan Dokumen Perencanaan Proyek Fisik di Disdik Sampang Diduga Tak Beres

- Editorial Team

Rabu, 26 November 2025 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Disdik Sampang Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 77, Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang

Kantor Disdik Sampang Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 77, Desa Tanggumong, Kabupaten Sampang

Dapurrakyatnews – Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI) kembali menyoroti dugaan adanya monopoli, serta penyimpangan serius, dalam proses perencanaan sejumlah proyek fisik di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Indikasi tersebut diperoleh setelah lembaga ini melakukan pemantauan internal, pengumpulan dokumen, serta konfirmasi dari sejumlah sumber terpercaya.

Ketua GASI Achmad Rifa’i mengungkap, pihaknya menemukan adanya dugaan pola tidak wajar dalam penyusunan dokumen perencanaan, termasuk Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar teknis pada sejumlah paket pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejumlah RAB memiliki struktur, format, dan volume yang hampir identik, bahkan dari penelusuran kami, terdapat lokasi proyek yang tidak pernah disurvei secara fisik, namun dokumennya dibuat seolah lengkap,” ungkapnya, Rabu (26/11/2025).

Menurut Rifa’i, keseragaman dokumen tersebut mengarah pada dugaan copy paste massal, sehingga tidak menggambarkan kondisi teknis riil, terutama terkait karakter tanah, kebutuhan sekolah, dan perbedaan sarana yang dibutuhkan antar lokasi.

Baca Juga:  Jambore dan Wisuda Kader Posyandu 2024, Pj. Bupati Sampang Beri Penghargaan dan Apresiasi

“Perencanaan itu seharusnya berbasis kondisi faktual, kalau semua RAB strukturnya sama, jelas ada yang tidak beres,” jelasnya.

GASI juga menyoroti dugaan praktik penggunaan badan usaha atau konsultan perencana secara tidak sah, atau dikenal dengan istilah pinjam bendera CV. Beberapa nama CV, tercantum sebagai penyusun dokumen, namun tidak pernah terlibat dalam proses teknis.

“Informasi yang kami terima, sejumlah CV hanya dipinjam namanya, jika benar, ini merupakan pelanggaran serius dalam jasa konstruksi dan berpotensi membuat pertanggungjawaban teknis menjadi tidak jelas,” tegas Rifa’i.

Selain temuan tersebut, GASI mengungkap adanya figur eksternal yang diduga memiliki pengaruh kuat dalam menentukan arah penyusunan perencanaan proyek di Disdik Sampang.

Baca Juga:  Pendistribusian MBG Saat Ramadan Masih menunggu Petunjuk Tehnis

Figur ini disebut memiliki kedekatan dengan oknum pejabat tinggi daerah, sehingga memunculkan dugaan adanya intervensi dan konflik kepentingan.

“Penugasan konsultan dan penyusunan dokumen diduga tidak murni teknis, melainkan diarahkan. Ini sangat berbahaya. Karena, menghilangkan independensi perencanaan,” ujarnya.

Salah satu sumber internal CV Pemenang , yang meminta identitasnya dirahasiakan, membenarkan adanya pola penyusunan dokumen yang tidak semestinya.

Menurut sumber tersebut, sebagian dokumen perencanaan tidak dibuat oleh staf teknis dinas maupun konsultan resmi, melainkan oleh pihak tertentu yang bukan bagian dari struktur organisasi.

“Kami di internal sebenarnya sudah melihat ketidakberesan ini. Ada beberapa dokumen yang disodorkan begitu saja untuk ditandatangani, staf teknis tidak dilibatkan penuh, dan beberapa konsultan hanya formalitas,” ujar sumber itu.

Baca Juga:  Kasus KLB Diare di Pessel Sudah Mulai Menurun 

Ia juga menambahkan bahwa arahan mengenai siapa yang harus mengerjakan perencanaan kerap datang dari luar dinas.

“Tidak jarang ada instruksi bahwa perencanaan harus lewat pihak tertentu. Kami hanya menjalankan, tapi kondisinya memang seperti itu,” tambahnya.

GASI menyatakan, telah menghimpun bukti awal berupa kesaksian internal, salinan RAB dan gambar teknis, serta hasil pengecekan lapangan pada beberapa titik proyek.

“Kami akan segera mengajukan laporan resmi ke Ombudsman RI. Dugaan penyimpangan ini terjadi pada level perencanaan, sehingga membutuhkan evaluasi administrasi yang mendalam,” kata Rifa’i.

Ia meminta Pemkab Sampang melakukan penelusuran internal, agar proses pembangunan pendidikan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan potensi kerugian negara.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru