Warga Desa Kangayan Desak Penonaktifan Moh Arsan sebagai Kepala Desa

- Editorial Team

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Kangayan saat menggelar aksi yang meminta Moh Arsan dinonaktifkan sebagai kepala desa karena telah berstatus sebagai tersangka tindak pidana dugaan pemalsuan dokumen negara berupa Ijazah.

Warga Desa Kangayan saat menggelar aksi yang meminta Moh Arsan dinonaktifkan sebagai kepala desa karena telah berstatus sebagai tersangka tindak pidana dugaan pemalsuan dokumen negara berupa Ijazah.

Dapurrakyatnews – Puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa, untuk mendesak penonaktifan Moh Arisan sebagai Kepala Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Dalam aksi tersebut, mereka meminta Camat Kangayan segera menonaktifkan Moh Arsan sebagai Kepala Desa Kangayan, yang saat ini berstatus tersangka kasus pemalsuan dokumen negara berupa ijazah.

Koordinator lapangan aksi, Pongli, menegaskan bahwa Moh Arsan telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sumenep, terkait laporan Khairul Umam yang diajukan pada tahun 2020 hingga keputusan status tersangka pada 24 Juni 2024.

“Dengan status tersangka ini, kami mendesak Camat Kangayan untuk segera mengirimkan surat kepada Plt Bupati Sumenep agar Moh Arsan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kepala Desa Kangayan,” tegas Pongli dalam orasinya di depan kantor Kecamatan Kangayan, Kamis (16/10/2024), dikutip dari sigap88.

Selain menuntut penonaktifan, Pongli juga meminta agar Camat Kangayan melaporkan kepada Bupati Sumenep, untuk membekukan anggaran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), serta proyek-proyek dari anggaran daerah, provinsi, maupun pusat.

“Kami berharap pemerintah segera membekukan anggaran DD, ADD, dan proyek lain sampai ada pengganti sementara (Pj) atau pergantian antarwaktu (PAW),” tambah Pongli.

Baca Juga:  Achmad Fauzi: Sumenep Investment Summit 2024 Potensi Besar dan Arah Baru Investasi Daerah

Tak hanya itu, warga juga menuntut audit terhadap harta kekayaan Moh Arsan yang dinilai mencurigakan. “Kami ingin mengetahui sumber kekayaan Moh Arsan, mengingat situasi saat ini menimbulkan banyak kecurigaan di masyarakat,” jelasnya.

Pongli menekankan bahwa, langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya polemik di masyarakat. “Kami meminta pemerintah daerah atau Polres Sumenep untuk segera menangkap Moh Arsan, mengingat statusnya sebagai tersangka,” ujarnya.

Ia pun memperingatkan, jika tuntutan ini tidak direspons, warga akan melakukan aksi demonstrasi lebih besar. “Jika seruan kami tidak diindahkan, kami akan kembali menggelar aksi lebih besar karena kepala desa sudah jelas melanggar hukum,” pungkas Pongli.

Baca Juga:  Jabatan Kabag Ops Polres Situbondo diserahterimakan, Begini Pesan Kapolres

Sementara itu, Camat Kangayan, Nurullah, SH, saat dihubungi melalui telepon, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada Plt Bupati Sumenep, Hj Dewi Khalifa, terkait aspirasi masyarakat tersebut.

“Kami sudah mengirimkan surat kepada Plt Bupati Sumenep mengenai permasalahan ini. Keputusan dan kewenangan selanjutnya berada di tangan Bupati,” jelas Nurullah, dikutip dari sigap88, jum’at (18/10/2024).

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB