HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy Menggagas Budi Daya Lobster di Dalam dan Luar Negeri

- Editorial Team

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CEO Balad Group HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy.

CEO Balad Group HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy.

Dapurrakyatnews – Implementasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KKP) No. 7 Tahun 2024, menghadirkan dua pilihan bagi masyarakat. Budi Daya Lobster di Dalam Negeri dan Budi Daya Lobster di Luar Negeri melalui ekspor Benih Bening Lobster (BBL).

Namun, pertanyaan besar muncul, apakah budi daya lobster ini benar-benar sesederhana yang dibayangkan?

Budi daya lobster dalam negeri menghadirkan tantangan besar. Biaya investasi yang mahal, persyaratan lokasi yang ketat, konsesi lahan yang mahal, dan sulitnya pengadaan pakan menjadi hambatan utama.

HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy menyebutkan bahwa, tidak ada usaha budi daya di Indonesia yang mencapai skala besar, menandakan tantangan yang belum terpecahkan.

“Budi daya lobster di luar negeri, terutama melalui ekspor BBL ke Vietnam, juga menghadapi tantangan serius. Kerjasama dengan pembudi daya di Vietnam membutuhkan diplomasi intensif dan prosedur yang kompleks, termasuk kewajiban pembudi daya Vietnam untuk mengurus izin dari Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam (MARD),” kata HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy. Sabtu (31/8/2024).

Baca Juga:  Grebeg Burnik City Bersama Yamaha: Hujan Tak Halangi Semangat Warga Rayakan Musik, UMKM, dan Budaya Lokal

Sebagai respons terhadap maraknya penyelundupan BBL dan tantangan regulasi, ia mendirikan perusahaan budi daya lobster di Vietnam dan berhasil menjalin kerjasama dengan 11 perusahaan budi daya lobster di sana.

“Sebagai anak bangsa, saya marah melihat penyelundupan dan kecewa dengan aturan yang ada. Namun, saya tetap memilih berjuang,” ujarnya.

Untuk memperkuat upayanya, Khalilur meluncurkan E-BARA (Ekspedisi Barong Nusantara), sebuah program inovatif yang bertujuan mengembangkan budi daya lobster di dalam dan luar negeri.

Baca Juga:  Perluas Areal Tanam, Kelompok Tani di Sampang Diguyur Dana 5 M lebih

Melalui pembentukan joint venture (JV) dengan mitra Vietnam, E-BARA diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan dan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

“Kerja keras ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk bangsa ini. E-BARA adalah langkah nyata untuk mengangkat ekonomi dan kemanusiaan Indonesia,” tegas HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB