Korban Erupsi Gunung Marapi Ditanggung Pemprov Sumatera Barat

- Editorial Team

Jumat, 8 Desember 2023 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan saat mengevakuasi korban erupsi Gunung Marapi

Petugas gabungan saat mengevakuasi korban erupsi Gunung Marapi

Dapurrakyatnews, – Sempat heboh dengan adanya pungutan biaya, terhadap korban erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR Achmad Mochtar Bukittinggi.

Pihak Rumah sakit memastikan bahwa seluruh korban erupsi Gunung Marapi dibebaskan dari biaya perawatan, identifikasi, dan proses pengurusan hingga pemulangan jenazah.

Dilansir dari Hariansinggalang.co.id, Direktur Utama RS Achmad Mochtar, Busril, menegaskan bahwa tidak ada pungutan biaya, dan seluruh pengurusan jenazah dan perawatan korban erupsi yang masih dirawat di RSAM ditanggung sepenuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Direktur Pelayanan RSAM Bukittinggi, Vera Maya Sari juga menjelaskan bahwa kondisi tanggap bencana yang belum diputuskan saat erupsi pertama, mempengaruhi keterlambatan keputusan pembebasan biaya.

Namun, setelah keputusan tanggap bencana diberlakukan bagi seluruh korban, semua biaya ditanggung oleh Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat sesuai arahan Gubernur.

Baca Juga:  Ratusan Rumah di Dua Kecamatan di Pesisir Selatan Terendam Banjir 

Vera menyampaikan bahwa biasanya rumah sakit tidak menanggung asuransi untuk pelayanan jenazah, dan harus membayar sesuai aturan. Namun, dalam kondisi bencana seperti ini, biaya ditanggung oleh pemerintah setempat.

Busril menambahkan bahwa keputusan ini berlaku bagi seluruh korban, dan biaya yang mungkin telah dibayarkan oleh keluarga korban akan dikembalikan.

Namun, untuk keluarga korban yang meminta peti mati dan membelinya dari pihak luar rumah sakit, biaya tetap dikenakan karena bukan termasuk pelayanan rumah sakit.

Orang tua korban selamat, Siti Bainar, juga mengonfirmasi bahwa tidak ada biaya yang dikeluarkan dalam proses pemulihan anaknya. Meskipun dirawat secara gratis, anaknya mendapatkan penanganan pemulihan yang maksimal di RSAM Bukittinggi.

Baca Juga:  Ini kata Bupati ketika Menghadiri Layanan Terpadu Keluarga Sehat Situbondo Berjaya

Sebelumnya di pemberitaan, Orangtua salah satu korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi, Nazatra Adzin Mufadhal (22), mengaku dipungut biaya pada saat pengurusan jenazah.

Hal ini disampaikan ayah kandung Nazatra, Nazlil Huda (56) kepada Kompas.com di rumah duka di Jalan Kapau Sari, Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, Riau, Rabu (6/12/2023) malam.

“Pada saat pengurusan jenazah anak, kami dipungut biaya. Total biaya yang saya keluarkan Rp 3.540.000,” ucap Nazlil.

Dana tersebut untuk biaya pengurusan jenazah Nazatra di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR Achmad Mochtar Bukittinggi sebesar Rp 1.890.000.

“Katanya itu biaya visum dan sebagainya. Saya bayar Rp 2 juta malahan, sisanya saya kasih saja. Ada kwitansinya. Saya bayar supaya jenazah anak saya bisa dibawa pulang,” sebut Nazlil.

Baca Juga:  Singa Mic Beraksi Kembali, Kali Ini Giliran DPMD Sumenep Menjadi Sasaran

Tak hanya itu, Nazlil juga mengaku membayar uang ambulans untuk pengantaran jenazah anaknya ke Pekanbaru.

“Sampai di Pekanbaru, sopirnya bilang ke saya biaya ambulans belum dibayar. Total biaya ambulans yang saya bayar Rp 1.650.000,” sebut Nazlil.

Untuk diketahui, Nazatra Adzin Mufadhal merupakan satu dari empat pendaki asal Pekanbaru, Riau, yang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat. Jenazah Nazatra tiba di Pekanbaru pada Selasa (5/12/2023) subuh.

Sementara tiga korban meninggal dunia lainnya yaitu Muhammad Adhan, Muhammad Wilky Syaputra, dan Ilham Nanda Bintang.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru