Memperingati Hari Mangrove se Dunia, Bupati Sumenep Mengajak untuk Menjaga Hutan Mangrove

- Editorial Team

Minggu, 6 Agustus 2023 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sumenep H.Achmad Fauzi Wongsojudo saat memperlihatkan bibit mangrove yang akan di taman di Pantai Matahari Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep H.Achmad Fauzi Wongsojudo saat memperlihatkan bibit mangrove yang akan di taman di Pantai Matahari Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Dapurrakyatnews – Hari Mangrove se dunia atau International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem, dirayakan setiap tahun pada tanggal 26 Juli. Peringatan hari mangrove untuk meningkatkan kesadaran, akan pentingnya ekosistem mangrove dan memberikan solusi, akan pengelolaan dan konservasi yang berkelanjutan.

Untuk itu, pemerintah kabupaten Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup Sumenep, memperingati hari mangrove se dunia dengan tema Mangrove Blue Carbon, yang dipusatkan di Pantai Matahari Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Minggu (6/8/2023).

Bupati Sumenep H Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, M.H., menyampaikan bahwa satu bulan yang lalu Bupati meminta Kepala Dinas DLH untuk memberikan waktu agar PT DGI dari Jerman untuk memberikan sebuah paparan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tujuannya adalah kita ingin menjadi yang pertama, bisa menjalin kerjasama atau MOU tentang ekosistem Blue Carbon. Karena di luar negeri Blue Carbon sudah biasa dan sudah dilakukan, yang bertujuan untuk menjaga kadar oksigen dan lingkungan menjadi semakin baik,” kata Bupati.

Baca Juga:  SMSI Madura Raya Dilantik, Ini Harapan Wakil Bupati Sumenep

Festival mangrove yang dilaksanakan hari ini, sesuai yang disampaikan oleh Kepala Dinas DLH, saya memang meminta secara mendadak, di waktu waktu yang begitu padat untuk bisa saya maksimalkan.

“Kenapa ini kita lakukan? Ini bentuk bagian dari kepedulian kita bersama, sehingga kita harus menggandeng pihak pihak ketiga, untuk bersama sama dalam kolaborasi. Salah satunya adalah kita sepakati PT Medco Energi, untuk menjadi teman kolaborasi kita bersama sama dalam jangka panjang,” ujarnya.

Namun menurut Bupati, tidak semua dibebankan kepada medco energi. Pemerintah daerah juga nanti melalui pemerintah desa, juga akan melakukan kegiatan serupa, khususnya bagi desa desa yang daerahnya punya pantai.

“Agar ke depan perlu penanaman mangrove mulai dilakukan kembali, khususnya yang mulai terkikis. Misalnya nanti dari ujung perbatasan Desa Pragaan sampai ke Desa Saronggi,” terangnya.

Baca Juga:  Warga Landasan Ulin kembali Digegerkan Temuan Mayat Perempuan Bugil di Lokasi Kebakaran 

Termasuk juga pulau pulau kita yang ada di Kangen, Sapeken Raas, Sapudi dan pulau pulau kita yang lainnya, akan kita dorong bagaimana Penanaman mangrove ini menjadi bagian prioritas juga.

“Dengan penanaman magrove ini juga berpengaruh kepada biota laut, bukan hanya sekedar kadar udara yang baik. Biasanya kalau sudah ada mangrove itu pasti ada yang namanya kepiting bakau ini yang nantinya akan menjadi mata pencarian baru,” tutupnya.

Sementara itu ditempat yang sama Arif Susanto, AP, M.Si., kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut dalam rangka untuk mengajak masyarakat Sumenep untuk menjaga dan menanam mangrove, dalam rangka meningkatkan wireless akan pentingnya mangrove bagi kehidupan di muka bumi.

“Kegiatan ini sengaja kita ambil dengan tema mangrove blue carbon, yang ditempatkan di Pantai Matahari Lobuk. Kenapa kita pergunakan Blue Carbon, karena Blue carbon menjadi isu nasional dan internasional dan akan menjadi strategis kita di RPJP tahun 2025 – 2045,” ungkapnya.

Baca Juga:  Proyek Tanpa Papan Nama Kembali Terjadi di Kabupaten Situbondo

Blue Carbon adalah cadangan emisi Carbon yang diserap dan disimpan dan dilepaskan oleh ekosistem ekosistem biota laut, yang terserap dan tersimpan dibawah air yang berhubungan dengan perairan. Ekosistem blue Carbon ini mencakup beberapa wilayah salah satunya adalah hutan mangrove, padang lamun, lahan gambut air payau dan terumbu karang.

“Beberapa bulan kemarin kita dengan salah satu perusahaan besar di Jakarta sudah melakukan survei, yang InsyaAllah Kabupaten Sumenep akan menjadi satu satunya daerah yang akan melakukan MOU dengan perusahaan dari luar negeri untuk mereting Blue Carbon,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Forkopimda Sumenep, Sekda Sumenep Edy Rasyadi, SKK Migas, Medco, Pimpinan OPD Sumenep, Camat Bluto, Kepala Desa Lobuk, Mahasiswa dan beberapa siswa dari SDN terdekat.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Dua orang perwakilan PPPK Paruh Waktu saat di sumpah pada penyerahan SK di Alun-alun Trunojoyo, Sampang, setahun yang lalu. Foto: Istimewa.

Pemerintahan

Lolos Evaluasi Maut, 3.214 PPPK Sampang Resmi Amankan Kontrak Baru

Senin, 28 Sep 2026 - 16:06 WIB

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB