Kondisi Alam Situbondo Memprihatinkan akibat Maraknya Penambangan Diduga tanpa KTT

- Editorial Team

Selasa, 6 September 2022 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khalilur R Abdullah Sahlawy saat melakukan konferensi Pers

Khalilur R Abdullah Sahlawy saat melakukan konferensi Pers

Situbondo – Banyaknya pengusaha tambang yang tidak mengantongi ijin, namun telah melakukan aktivitas penambangan. Membuat Khalilur R Abdullah Sahlawy pengusaha muda asal Dusun soka’an, Desa Tribungan, Kecamatan Mangaran, angkat bicara.

Dalam jumpa Pers dengan awak media disalah satu resto yang ada di Situbondo, Pihaknya mengaku prihatin, sedih dan bahkan menangis jika melihat kondisi alam yang ada di Situbondo, akibat dari penambangan yang dilakukan dengan serampangan. Senin (5/9/2023).

“Dampak lingkungan akibat pertambangan tersebut, dikarenakan diduga banyak pengusaha pertambangan, yang tidak memiliki (KTT) kepala tehnik tambang. Akibatnya pada saat mereka terjadi kesalahan tehnik,” Kata Haji Lilur, sapaan akrabnya.

Karena saya juga pengusaha tambang, baik yang ada di Situbondo maupun diluar Jawa. Jadi saya berani mengatakan, jika di Kabupaten Situbondo para pengusaha tambang yang ada, tidak mempunyai KTT, dan tidak pernah melaporkan Rencana Kerja  Anggaran Biaya (RKAB) nya.

“Nah, kalau KTT tidak punya dan RKAB nya tidak di laporkan, itu bisa di katakan tambang ilegal,” tambah H Lilur yang juga penguasa tambang batu bara tersebut.

Baca Juga:  Kades "Gaul" Dampingi Bupati Karna Suswandi Menyalurkan Bantuan Pangan

Pemilik PT Trisula Matahari Bumi, dan juga pendiri lembaga bantuan hukum gerakan keadilan sosial seluruh rakyat Indonesia (LBH GKS Basra). Mengaku telah melakukan pengaduan ke mapolres Situbondo adanya tindak pidana pengrusakan lingkungan, yang dilakukan oleh penambang ilegal.

“Selain itu saya akan melaporkan Bupati Situbondo, karena Bupati di duga melakukan pembiaran terhadap maraknya tambang liar, yang beroperasi di Kabupaten Situbondo,” Terangnya.

Baca Juga:  Momen Idul Adha 1445 H, Ini yang Dilakukan Kelompok Pemuda 53 Dawuhan

Hal tersebut tentu saja akan menghilangkan potensi PAD, dari pajak pertambangan. Ke depan pihaknya bersama LBH GKS Basra, akan terus melakukan pemantauan pada seluruh kegiatan penambangan, yang ada di Kabupaten Situbondo.

‘Bila masih banyak yang belum memiliki ijin lengkap dan terjadi kerusakan lingkungan, maka kami akan melakukan pengaduan dan pelaporan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Dua orang perwakilan PPPK Paruh Waktu saat di sumpah pada penyerahan SK di Alun-alun Trunojoyo, Sampang, setahun yang lalu. Foto: Istimewa.

Pemerintahan

Lolos Evaluasi Maut, 3.214 PPPK Sampang Resmi Amankan Kontrak Baru

Senin, 28 Sep 2026 - 16:06 WIB

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB