Fokus dengan Infrastruktur Daratan, Bansos dan Pasar Murah, Khofifah Abai dengan Infrastruktur Kepulauan

- Editorial Team

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Moh Ridwan Sutarjo, Ketua DPD PWRI Jawa Timur.

Moh Ridwan Sutarjo, Ketua DPD PWRI Jawa Timur.

Dapurrakyatnews – Masyarakat di kepulauan Kabupaten Sumenep yang meliputi wilayah Raas, Sapudi, Masalembu, Sapeken, dan Kangean kini mengeluarkan suara yang semakin menggaung.

Wilayah yang didominasi nelayan tradisional ini kaya akan sumber daya alam, namun masyarakatnya seringkali mengalami marginalisasi struktural, terutama dalam hal infrastruktur jalan dan penerangan listrik.

Kondisi jalan di kelima wilayah kepulauan tersebut terus memburuk seiring musim hujan yang tengah berlangsung. Banyak jalan yang berlubang berubah menjadi kubangan lumpur, membuat akses vital masyarakat lumpuh total. Hal ini menyebabkan mobilitas warga terhambat, termasuk akses menuju sekolah.

“Jeritan siswa-siswi dan para guru semakin terdengar keras. Mereka adalah anak bangsa, regenerasi bangsa Indonesia. Dimanakah nurani Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa disimpan?” ujar Ketua DPD PWRI Jatim, Moh Ridwan Sutarjo. Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, keberadaan kelima kepulauan tersebut seolah dianggap tidak signifikan dalam perhitungan politik maupun ekonomi elite lokal. Gubernur Khofifah yang seharusnya memiliki komitmen untuk menjamin kesetaraan pembangunan di seluruh wilayah Jawa Timur.

“Sedangkan yang dilakukan oleh Khofifah saat ini, hanya memusatkan perhatian pada kota-kota besar di daratan dan hanya fokus bagi-bagi bansos. Sepertinya beliau (Khofifah) lupa Kepulauan Kabupaten Sumenep juga bagian dari Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Menggelar Musrenbang RPJPD 2025-2045, dan RKPD Kabupaten Sumenep Tahun 2025

“Dan anehnya saat masyarakat daratan mendapatkan pasar murah dan Bansos dari Gubernur, lagi-lagi masyarakat kepulauan hanya menjadi penonton,” ungkapnya.

Ridwan menambahkan, harapan masyarakat untuk menikmati pembangunan infrastruktur jalan dan penerangan listrik hingga kini hanya tinggal khayalan belaka.

“Semestinya saat ini masyarakat kepulauan sudah bisa merasakan manfaat dari pembangunan tersebut, namun kenyataannya hanya mimpi belaka,” katanya.

Baca Juga:  DPMPTSP Sumenep Sosialisasikan Regulasi Insentif Investasi 2025 kepada Pelaku Usaha

Dari hasil investigasi yang dilakukan, kelima wilayah kepulauan tersebut tidak pernah mendapatkan bantuan keuangan (BK) dari pemerintah provinsi sejak tahun anggaran 2012 untuk perbaikan infrastruktur jalan dan penerangan listrik.

“Ini adalah bentuk pembunuhan karakter yang sekaligus menjadi bagian dari proses marginalisasi. Seolah-olah terjadi pengaplingan sistem. Jika kepulauan ingin diakui oleh pemerintah provinsi, mungkin saja harus dirubah namanya menjadi Kabupaten Kepulauan Sumenep agar tidak dianak tirikan,” pungkas Ridwan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB