Rawan Banjir Rob dan Longsor, 6 Kecamatan Dalam Status Waspada

- Editorial Team

Jumat, 5 Desember 2025 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu rumah warga Jalan Permata, Kelurahan Banyuanyar, Kabupaten Sampang, terendam banjir rob, pada Kamis (4/12/2025)

Salah satu rumah warga Jalan Permata, Kelurahan Banyuanyar, Kabupaten Sampang, terendam banjir rob, pada Kamis (4/12/2025)

Dapurrakyatnews – Menghadapi potensi cuaca ekstrim yang diperkirakan berlangsung sepanjang awal Desember 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melakukan pemetaan dan meningkatkan status kewaspadaan.

Peningkatan status dikeluarkan, sebagai respon atas informasi yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tentang fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Sampang Fajar Arif Taufikurrahman melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin mengatakan, kombinasi 2 faktor tersebut berpotensi menjadi pemicu banjir rob di kawasan pesisir dan meningkatkan risiko longsor di perbukitan.

Dari hasil pemetaan yang dilakukan, tercatat ada 6 kecamatan yang masuk kategori rawan bencana. Tiga diantaranya, merupakan wilayah langganan banjir setiap tahun, antara lain Kecamatan Sampang, Jrengik, dan Tambelangan.

Berdasarkan historis, ketiganya kini berstatus siaga penuh. Sebah, selalu terdampak saat curah hujan tinggi.

Selain banjir, BPBD juga melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi longsor, yang selama ini mengalami peningkatan signifikan.

Baca Juga:  Buruh Tani Tembakau dan Pabrik Rokok di Sampang Bakal Terima BLT DBHCHT 2024

Ada 5 kecamatan yang dinilai memiliki struktur tanah labil dan rentan mengalami pergerakan tanah, yaitu Kecamatan Jrengik, Tambelangan, Karang Penang, Kedungdung, dan Robatal.

“Pemeriksaan lapangan, terus kami lakukan. Untuk melihat perubahan kontur tanah dan titik-titik rawan longsor. Kami tempatkan seluruh personel kami dalam pola siaga dua puluh empat jam,” ujar Hozin, pada Jumat (5/12/2025).

Kesiapsiagaan ini, antara lain mencakup pembentukan tim evaluasi cepat, penyediaan Logistik bencana, hingga pendistribusian peralatan pendukung, semisal terpal dan material penahan tanah.

Baca Juga:  Pelaku Curanmor Diduga Mengalami Gangguan Jiwa, Kartu Kuning Jadi Buktinya

Pihaknya menghimbau, masyarakat terus memantau info terbaru mengenai cuaca. Segera hubungi BPBD jika menemukan tanda-tanda bahaya. Semisal pergerakan tanah, retakan besar, atau kenaikan permukaan air laut yang datangnya mendadak.

Menurut Hozin, mitigasi dini yang dilakukan sendiri oleh warga adalah kunci untuk menekan risiko dan jumlah korban.

“Dibutuhkan kapanpun, kami siap bergerak. Terutama, jika terjadi bencana susulan akibat cuaca ekstrim,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru