Wamen Helvi Dorong UMKM Rengginang Situbondo Tembus Pasar Ekspor

- Editorial Team

Jumat, 4 Juli 2025 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Potensi produk unggulan Situbondo kembali mendapat sorotan pemerintah pusat. Kali ini, Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Helvi Yuni Moraza, melakukan kunjungan kerja ke sentra produksi rengginang di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Kamis (3/7/2025).

Didampingi langsung oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, kunjungan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat potensi ekspor produk olahan lokal tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Helvi meninjau proses produksi sekaligus mencicipi beragam varian rasa rengginang, seperti ikan laut, cumi, udang, hingga terasi. Ia menilai bahwa rengginang Situbondo memiliki ciri khas rasa yang kuat karena pengaruh wilayah pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertama, masalah rasa. Rengginang ni punya kekhasan sendiri karena daerah pesisir, otomatis ada rasa kelautannya, ada terasinya, ada rasa ikannya,” kata Wamen Helvi.

Baca Juga:  Sejahterakan Masyarakat, Melalui DBHCHT Dishub Situbondo Pasang Ratusan Lampu PJU

Wamen juga menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas UMKM rengginang agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk internasional. Menurutnya, aspek seperti literasi keuangan, sertifikasi halal, izin BPOM, dan pengawasan mutu menjadi prioritas untuk dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Dari yang saya lihat, rasa dan kualitas, kemudian beberapa hal yang menunjang faktor produksi itu memang perlu ditingkatkan. Ini tentu melalui kerja sama beberapa pihak,” ujarnya.

Helvi juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan menginisiasi pembentukan kluster dan holding UMKM yang bisa dikoneksikan langsung dengan pelaku ekspor dan perusahaan besar.

“Kami akan mendorong ini menjadi suatu kluster, dan kalau bisa secepatnya membentuk holding UMKM. Inilah yang akan kita sandingkan dengan pengusaha ekspor,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyambut baik dukungan dari pemerintah pusat. Ia mengaku optimis bahwa produk rengginang Situbondo bisa bersaing di pasar halal global yang saat ini masih didominasi oleh negara lain.

Baca Juga:  Heboh Seorang Kades di Situbondo Dilaporkan oleh LBH GKS Basra dan Tim

“Tadi sudah jelas disampaikan oleh Pak Wamen, inilah tantangan ke depannya. Pasar halal di dunia itu ada 2,2 miliar, itu masih dikuasai oleh Republik China,” ungkap Bupati, yang akrab disapa Mas Rio.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mendorong percepatan perbaikan dari sisi kemasan, perizinan, hingga literasi keuangan agar rengginang Situbondo siap ekspor.

“Satu dua tahun ke depan sudah harus selesai, dan kita bisa main di pasar internasional,” tegasnya penuh optimisme.

Salah satu pelaku UMKM yang dikunjungi adalah Indah Dianatul Awaliyah, pemilik UD Diana Indah. Usaha rengginang miliknya telah berjalan sejak 1994 dan kini memproduksi enam varian rasa, di antaranya cumi, gulali, bawang, terasi, udang, dan balado.

Baca Juga:  Sinergi Kodim 0823 dan BRI untuk Meningkatkan Kesejahteraan Warga Desa Ketowan

Indah menyampaikan bahwa produk rengginangnya telah menembus berbagai daerah di Indonesia, bahkan rutin mengirim hingga Papua.

“Berhubung sekarang banyak permintaan, kami bikin enam varian rasa. Pengiriman paling jauh sampai Papua, 100 kilogram setiap minggu,” jelasnya.

Ia berharap dukungan pemerintah dan perbankan seperti BRI terus berlanjut agar UMKM rengginang Situbondo semakin berkembang dan mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional bahkan internasional.

Saat ini, Desa Gelung menjadi rumah bagi sekitar 150 pelaku UMKM rengginang. Di antaranya, UD Diana Indah telah mempekerjakan 12 orang karyawan, menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat setempat.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru