Oknum LSM dan PNS Terjaring OTT Satreskrim Polres Sumenep Saat Diduga Memeras Kepala Desa

- Editorial Team

Selasa, 27 Mei 2025 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumenep, mengungkap kasus dugaan pemerasan terhadap seorang kepala desa yang melibatkan dua pria berinisial SB (48) dan JF (59), dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar pada Minggu, 25 Mei 2025.

Kedua pelaku tersebut masing-masing diketahui sebagai anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Mereka diduga memeras Siti Naisa, Kepala Desa di wilayah Sumenep, dengan modus ancaman pelaporan proyek Dana Desa (DD) ke Inspektorat.

Kapolres Sumenep, AKBP Rivanda S.I.K., mengungkapkan bahwa aksi pemerasan ini berawal dari pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh JF kepada korban pada 23 Mei 2025.

Dalam pesan tersebut, JF mengisyaratkan bahwa SB akan melaporkan dugaan ketidaksesuaian proyek pengaspalan jalan desa, dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), jika korban tidak menyerahkan uang sebesar Rp40 juta.

“Setelah negosiasi, korban akhirnya menyanggupi untuk memberikan uang sebesar Rp20 juta. Keduanya sepakat bertemu di rumah JF di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep. Saat uang diserahkan, tim kami yang sudah melakukan pengintaian langsung melakukan penangkapan,” jelas AKBP Rivanda dalam konferensi pers di Mapolres Sumenep, Senin (26/5/2025).

Baca Juga:  Bupati Menggelar Pelantikan dan Sumpah Janji, Kepada Pejabat yang akan Mengisi OPD Baru

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu tas berisi uang tunai Rp20 juta, dua unit telepon genggam, serta dokumen percakapan yang menguatkan unsur pidana dalam kasus ini.

Baca Juga:  Nasabah BPRS Bhakti Sumekar akan mendapatkan Mobil Listrik dan Hadiah Menarik Lainnya? Ini kata Hairil Fajar

“Pelaku SB kami jerat dengan Pasal 368 ayat 1 juncto Pasal 335 ayat 1 KUHP tentang pemerasan dan perbuatan tidak menyenangkan. Sementara JF dijerat dengan Pasal 368 ayat 1 juncto Pasal 335 ayat 1 dan Pasal 55 KUHP karena turut serta,” tambah Kapolres.

Saat ini kedua tersangka telah ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Polres Sumenep menegaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk komitmen dalam menindak segala bentuk pemerasan, terlebih yang melibatkan aparatur negara.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng
‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru