Lansia di Sumenep Ditemukan Meninggal di Area Pemakaman Umum Diduga Akibat Bunuh Diri

- Editorial Team

Rabu, 30 April 2025 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Dapurrakyatnews – Warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, digemparkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia (100 tahun) inisial S, yang ditemukan meninggal dunia pada Selasa malam, 29 April 2025, sekitar pukul 22.00 WIB.

Korban diduga mengakhiri hidupnya sendiri di area pemakaman Dusun Saluran Air, yang terletak di belakang rumahnya di Jl. Merpati No. 34 RT 004 RW 005, Desa Pamolokam, Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur.

Menurut Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, melalui siaran Pers nya, korban pertama kali ditemukan oleh cucu menantunya, Rovi Al Qodir (18), yang baru pulang ke rumah bersama sang istri, Anis. Setibanya di rumah, Rovi menyadari bahwa Slamet tidak berada di dalam rumah. Mengetahui bahwa korban sering menghabiskan waktu di area pemakaman, Rovi segera mencarinya ke sana.

Betapa terkejutnya ia saat menemukan Slamet sudah tidak bernyawa, tergantung pada dahan pohon kamboja dengan seutas tali tampar.

“Kejadian tragis ini segera dilaporkan kepada Mubarokah, anak kandung korban, yang kemudian menginformasikan kepada warga setempat dan pihak kepolisian dari Polsek Sumenep Kota,” kata AKP Widiarti. Rabu (30/4/2025).

Baca Juga:  Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 92, Arah Jakarta Melibatkan Puluhan Kendaraan Roda 4

Ia menambahkan, petugas segera tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan, mengumpulkan keterangan saksi, dan menyarankan agar jenazah dilakukan visum.

“Namun, keluarga menolak proses otopsi dan menandatangani surat pernyataan penolakan,” ungkapnya.

Menurut AKP Widiarti, bahwa pihak keluarga mengungkapkan bahwa Slamet dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan gejala gangguan psikologis, seperti sulit tidur, ucapan ingin mengakhiri hidup, serta berbicara tidak menentu. Ia juga sering menyendiri di area pemakaman karena merasa memiliki banyak “teman” di sana.

Baca Juga:  Masyarakat Rahul Tapan Dihebohkan dengan Fenomena Hujan Es

“Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai takdir dari Tuhan dan tidak menemukan unsur kesengajaan dari pihak lain. Jenazah Slamet pun diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan secara layak dalam suasana penuh duka dan kekeluargaan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru