KRH Krendo Panulahar: Tongkat Pusaka dan Badan Besi, Pengalaman di Bandara Shenzhen

- Editorial Team

Kamis, 13 Februari 2025 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Owner Balad Grup HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy.

Owner Balad Grup HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy.

Dapurrakyatnews – Tiga minggu lalu, sebelum berangkat ke Vietnam, saya merasakan suara hati yang berbisik: Bawa tongkat. Sebuah pesan sederhana, tapi terasa begitu kuat. Saya pun mengikuti firasat itu dan memasukkan tongkat santigi sepanjang 70 cm ke dalam koper. Tongkat ini bukan sembarang tongkat—di dalamnya tersimpan besi Condro Mowo, sebuah benda pusaka yang diyakini memiliki kekuatan khusus.

Perjalanan saya berjalan lancar. Dari Indonesia ke Vietnam, lalu ke Singapura, kembali lagi ke Vietnam, hingga ke Shenzhen, Tiongkok, semuanya tanpa kendala. Namun, saat hendak kembali ke Jakarta dari Bandara Internasional Shenzhen, kejadian tak terduga terjadi.

Baca Juga:  DPMPTSP Sumenep Terapkan MPP Digital untuk Perizinan Tenaga Kesehatan

Di gerbang imigrasi, koper saya diminta untuk dibuka. Petugas menaruh perhatian khusus pada tongkat saya. Mereka memerintahkan agar besi Condro Mowo di dalamnya dikeluarkan. Sayangnya, lem kuat yang merekatkan tongkat membuatnya sulit dibuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi sempat tegang. Namun, sahabat saya yang merupakan warga Shenzhen menjelaskan bahwa tongkat ini adalah pusaka warisan leluhur. Dengan alasan itu, petugas akhirnya mengizinkan saya untuk membawa tongkat, asalkan dimasukkan ke bagasi yang tidak saya bawa ke kabin.

Saya merasa lega. Namun, masalah belum selesai.

Baca Juga:  Kepala KSOP Menghimbau Kepada Calon Penumpang Tujuan Masalembu untuk tidak Kepelabuhan Menunggu Pengumuman Lebih Lanjut

Saat melewati pemeriksaan berikutnya, koper saya kembali diperiksa. Kali ini, petugas menemukan korek api di dalamnya. Korek api itu pun dibuang. Saya pikir semuanya sudah beres, tetapi tiba-tiba mesin metal detector berbunyi nyaring saat saya melewatinya.

Lima petugas keamanan segera menggiring saya ke ruang pemeriksaan. Saya diminta membuka dua lapis jaket, satu sweater, dan kaos yang saya kenakan, hingga hanya tersisa kaos dalam. Namun, meski sudah begitu, metal detector tetap berbunyi.

Tiga petugas imigrasi kemudian melakukan pemeriksaan manual. Saya hanya bisa tertawa saat mereka berkata, “Badan Anda mengandung besi.” Saat itu, saya baru menyadari sesuatu—saat tongkat saya tadi dipaksa untuk dibuka, saya sempat merapal beberapa kanuragan.

Baca Juga:  Anggota DPRD Sumenep: Kehadiran Kapal Cepat Menjadi Peluang Emas bagi Pengembangan Wisata Lokal

Mungkin, itulah sebabnya mengapa tubuh saya bisa terdeteksi oleh metal detector.

Akhirnya, setelah berbagai pemeriksaan, saya diperbolehkan melintasi gerbang keamanan dan langsung menuju boarding gate. Tulisan ini saya buat di dalam pesawat, menunggu take-off.

Kejadian ini membuat saya berpikir, ternyata teknologi canggih seperti metal detector di Bandara Shenzhen tidak hanya bisa mendeteksi logam, tapi juga mungkin mampu menangkap jejak ilmu kebal.

Sebuah pengalaman yang tak akan saya lupakan.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB