Viral, Perundungan Siswa MTSN di Pesisir Selatan Dianiaya, Keluarga Korban Lapor Polisi

- Editorial Team

Senin, 24 Juni 2024 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews, – Aksi perundungan atau bullying terjadi di pesisir Selatan. dalam hal ini dialami oleh seorang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN), di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Peristiwa bullying dalam video itu diduga terjadi di salah satu MTSN di Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan.

Aksi bullying tersebut, diduga dilakukan oleh teman-teman korban di sekitar lingkungan sekolah, dan membuat heboh jagat maya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video yang beredar, korban yang mengenakan pakaian seragam pramuka, dipukuli oleh siswa lainnya yang memakai pakaian olahraga. Korban terlihat menjerit seraya berusaha untuk meminta ampun, namun pelaku tetap saja memukul korban.

Dari video tersebut, terlihat sekelompok pelajar laki-laki yang melakukan aksi terhadap seorang temannya.

Dikutip dari sumbarkita.id, video tersebut diposting oleh salah satu akun facebook atas nama Sri Wahyuni, yang diunggah sekitar pukul 17.00 WIB tanpa menyertai keterangan.

Baca Juga:  Tabung Sekaligus Menang! BPRS Bhakti Sumekar Tawarkan Hadiah Menarik Lewat Program Deposito Syariah

Tak menunggu lama, dari unggahan tersebut langsung menuai beragam komentar.

“Sakik hati mancaliak anak tu, raso anak bujang awak yg diancamnyo, pinjarokan lah tu anak dak bautak, proses capek,” tulis salah seorang netizen.

Netizen lain juga menuliskan kemarahannya di halaman komentar. Aparat penegak hukum diminta untuk menyelesaikan permasalah tersebut.

“Sudah cukup bukti dan saksi, sangat gampang menyeret kasus ini ke ranah hukum, tidak hanya sekedar permintaan maaf, karena tidak akan memberikan efek jera bagi orang tua korban, kasus ini mesti di selesaikan di kantor polisi, jangan mau di selesaikan di sekolah, sebab bukan perkarangan sekolah,” tulis netizen tersebut.

Menanggapi aksi bullying yang viral tersebut, Polisi Sektor (Polsek) Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), bergerak cepat setelah video viral tentang bullying dan penganiayaan, terhadap seorang pelajar MTsN 2 Pessel tersebar luas di media sosial.

Baca Juga:  Khofifah akan Resmikan Dermaga Dungkek dan Dermaga Giliyang

Kapolsek Bayang, Iptu Budi Saputra bersama Kanit Intelkam dan anggota lainnya, mengunjungi keluarga korban di Kampung Lubuk Aur, Nagari Aur Begalung Talaok, Kecamatan Bayang, Jumat (21/6) malam.

Kunjungan ini, merupakan bagian dari upaya untuk mengelola situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), di wilayah hukum setempat.

Korban yang dikunjungi adalah AAA (14), seorang pelajar kelas VII di MTsN 2 Pessel. Selain AAA, beberapa teman sekelasnya yaitu OF, K, dan H diduga turut menjadi korban perundungan dan penganiayaan dalam video yang beredar.

Insiden ini menjadi viral lantaran tersebar luas disejumlah media sosial. Para pelaku diketahui merupakan teman sekelas AAA di MTsN 2 Pessel.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Kamis, 20 Juni 2024, sekitar pukul 11.00 WIB, di belakang kedai milik Ayak di Kampung Talaok, Kecamatan Bayang.

Baca Juga:  Tanpa Dukungan Pemerintah Setempat, Mutia Febri Yeza Berhasil Masuk Top 25 Putri Hijabfluencer Indonesi

Dalam kunjungannya, Kapolsek Bayang Iptu Budi Saputra, menjelaskan maksud kedatangan mereka kepada orang tua korban.

Budi mengatakan, pentingnya pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bayang agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Namun demikian, ia juga meminta agar keluarga korban menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian setempat.

Berdasarkan keterangan dari korban, tindakan perundungan dan kekerasan itu dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati pelaku saat bermain bola.

Saat kegiatan class meeting di MTsN 2 Pessel, tanpa sengaja korban mengenai kaki pelaku, yang kemudian memicu rasa dendam dan berujung kepada tindakan kekerasan.

Saat ini, keluarga korban telah resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bayang, dan laporan telah diterima oleh KA SPKT Polsek Bayang.

Proses penyelidikan akan dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Bayang untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB