Ketua Komite SMKN 1 Rahul Melawan, Anggap Laporan Keuangan Komite tidak Transparan

- Editorial Team

Selasa, 28 Mei 2024 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews, – Dugaan Penyelewengan dan laporan fiktif Dana Komite SMK Negeri 1 Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang sebelumnya telah dibantah oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Ranah Ampek Hulu, ternyata masih berlanjut.

Ketua Komite SMK Negeri 1 Rahul Rasyidin, menganggap laporan yang disampaikan dan diserahkan kepada pengurus komite baru diduga fiktif dan tidak sesuai kewajaran.

“Sejak Februari kami diamanahkan sebagai pengurus komite, dirinya sering minta rincian namun tidak juga diberikan. Di bulan Mei barulah dikeluarkan dan itu pengeluarannya membengkak,” ucap Rasidin kepada Dapurrakyatnews.com, Selasa (28/5) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuturkan, sebelum diserahkan kepada kami, laporan tersebut sering di tunda dan dilempar ke sana ke mari.

“Saat kami tanya ke bendahara komite yang lama, dibilang sudah diberikan kepada kepala sekolah, saat konfirmasi ke kepala sekolah masih disusun oleh bendahara,” ungkapnya.

Selain itu juga, Rasyidin menganggap laporan itu dibuat semena-mena oleh Kepala Sekolah dan bendahara sekolah dan tidak transparan.

Lanjut Rasyidin, jika bicara soal Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) sumbangan dari Komite ada ketimpangan, dalam pengeluaran biaya di mana laporan di RKA tidak sama dengan yang dikeluarkan menggunakan dana komite.

Baca Juga:  Nova Serahkan Bantuan Rp 50 Juta untuk Mesjid Baitul Ghafur Padang Kejai

“Masa iya, biaya tahun 2023 baru di klaim pada tahun 2024. bahkan, ada juga biaya tahun 2022 yang dilampirkan dalam biaya pengeluaran yang menggunakan dana komite, tahun 2024,” ungkapnya.

Ketua Komite SMK Negeri 1 Rahul Rasyidin

Masih kata Rasyidin, sebelumnya, RKA atau RKAS ini tidak ada penyampaian dan penjelasan dari pihak sekolah, dan juga pengurus komite yang lama tentang pengeluaran yang harus di anggarkan dalam masa satu tahun pelajaran.

“Setelah adanya dugaan laporan fiktif, barulah disampaikan semua itu sudah tertera dalam RKA. sebelumnya tidak ada membahas RKA,” tutur Rasyidin.

Masih kata Rasyidin, diketahui Dana Komite dipergunakan untuk menunjang pendidikan serta pembangunan sekolah. Namun jika kita lihat dari RKA dana komite habis untuk semua pengeluaran, tanpa ada sisa untuk pembangunan.

Secara Administrasi dan manajemen pengelolaan keuangan, harus ada yang namanya laporan masuk, laporan keluar dan sisa uang atau saldo kas.

“Jadi apakah kegunaan RKA yang dibuat ini hanya untuk menghabiskan Dana Komite saja,” tegasnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh bendahara Komite yang baru, Roza Lindara. Ia menuturkan, RKA diserahkan pas bulan Mei, tanpa ada penjelasan apapun.

Baca Juga:  DKPP Sumenep Melalui Jajarannya akan Membantu Menyalurkan CPP agar Tepat Waktu kepada PBP

“Februari kami dilantik tidak ada bahas RKA. Pak kepsek hanya menyebutkan yang diurus komite baru terhitung mulai Februari dan seterusnya, tidak ada hutang sebelum februari,” ungkapnya.

lanjutnya, RKA itu dikeluarkan setelah adanya pembahasan kami, yang mempertanyakan adanya pengeluaran yang membengkak tanpa sepengetahuan pengurus komite.

Setelah dipertanyakan soal pengeluaran tahun 2023 yang dimasukkan pada tahun 2024, barulah RKA itu diberikan. itupun tanpa ada penjelasan.

“Dari situlah, Ketua menyebutkan bahwa dana tersebut fiktif, karena tanpa adanya konfirmasi dan komunikasi kepada kami selaku pengurus komite,” tutupnya.

Baca juga : Dugaan Penyelewengan Dana Komite Oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Rahul tidak Terbukti

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMKN 1 Rahul Tapan, Radinin. S.Pd menggunakan hak jawabnya untuk klarifikasi. Ia menjelaskan, dugaan laporan fiktif yang disebutkan oleh ketua komite, yaitu sebanyak Rp10.200.000,- (sepuluh juta dua ratus ribu rupiah).

Adapun rincian data tersebut yaitu, pembayaran honor Wali Kelas dari Juli hingga Desember Tahun Pelajaran 2023/2034 sebanyak 10 orang, dengan jumlah Rp300.000,- per orang dengan total uang Rp3.000.000,-. Kemudian honor Wakil Kepala sekolah bulan februari dan Maret tahun pelajaran 2022/2023, sebanyak 3 orang dengan jumlah Rp. 900.000,- per orang dengan total Rp2.700.000,-.

Baca Juga:  Bank Nagari Cabang Painan Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir. 

Selanjutnya Honor panitia PPDB tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak 10 orang, dengan jumlah yang berbeda-beda per orang dengan total biaya sebesar Rp3.000.000,-. dan terakhir honor Panitia PPDB Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun pelajaran 2023/2024, sebanyak 10 orang dengan jumlah Total Rp1.500.000,-.

Bahwa dana tersebut, digunakan untuk pembayaran insentif Wali kelas, Wakil Kepala dan Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dibayarkan oleh bendahara komite yang lama.

“Uang tersebut dibayarkan oleh komite yang lama, bukan oleh Kepala sekolah. Jadi dimana letak penyelewengan,” terang Radinin kepada Awak media di ruang kerjanya, Sabtu, (18/5/2024).

Setelah dilakukan konfirmasi dan keterangan dari yang bersangkutan, memang benar dana tersebut yang diterima diserahkan oleh bendahara komite yang lama.

Lanjut Radinin, pembayaran insentif yang dilakukan tersebut bersumber dari dana komite sekolah, telah sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) Sumbangan dari Komite SMK N 1 Ranah Ampek Hulu Tapan tahun anggaran 2023/2024.

“Semua itu sudah ada tertera dalam RKA tahun pelajaran 2023/2024 sumbangan komite SMKN 1 Rahul,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Dua orang perwakilan PPPK Paruh Waktu saat di sumpah pada penyerahan SK di Alun-alun Trunojoyo, Sampang, setahun yang lalu. Foto: Istimewa.

Pemerintahan

Lolos Evaluasi Maut, 3.214 PPPK Sampang Resmi Amankan Kontrak Baru

Senin, 28 Sep 2026 - 16:06 WIB

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB