Kasus KLB Diare di Pessel Sudah Mulai Menurun 

- Editorial Team

Rabu, 15 Mei 2024 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tenaga kesehatan saat bersama dengan pasiennya.

Tenaga kesehatan saat bersama dengan pasiennya.

Dapurrakyatnews, – Kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Diare di Kabupaten Pesisir Selatan sejak 8 April lalu mulai menurun.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Intan Novia Fatma Nanda. Ia mengatakan, bahwa per tanggal 13 Mei 2024 jumlah kasus diare semakin kecil.

“Puncaknya memang minggu pertama bulan Mei, namun, setelah itu kasusnya menurun,” ungkap Intan saat dihubungi via telepon, Rabu (15/5).

Intan menuturkan, jumlah kasus diare di Kabupaten Pesisir Selatan sejak mulai terjadi peningkatan di Puskesmas Surantih terhitung pada 12 April 2024 sebanyak 355 orang. Dimana 314 kasus sudah dinyatakan sembuh.

KLB Diare dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 23 April 2024 dimana terdapat satu kasus korban meninggal dunia di Puskesmas Surantih, Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan.

Dari Laporan Dinkes Pessel dan Dinkes Sumbar terdapat 5 orang korban meninggal, keseluruhannya adalah bayi dan anak-anak.

Baca Juga:  Menteri PUPR RI Datangi Lokasi Bencana Alam di Pesisir Selatan
Plt. Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Intan Novia Fatma Nanda

Masih kata Intan, untuk pasien rawat inap hingga hari rabu (14/5) berjumlah 26 orang. 17 diantaranya dirawat di Puskesmas Surantih, 6 orang di RSUD M. Zein Painan dan 3 orang di Rumah Sakit BKM Sago.

“Sudah terjadi penurunan jumlah kasus dibandingkan hari-hari sebelumnya,” ungkap Intan.

Secara umum penyebab dari kasus diare yang terjadi adalah dari kebiasaan masyarakat mengkonsumsi air minum tanpa dimasak terlebih dahulu.

Baca Juga:  Melalui Alokasi DBHCHT Tahun 2024, DKPP Sumenep Tingkatkan Kapasitas Petani Tembakau melalui Sekolah Lapang.

“Sejumlah sumber air yang paling banyak digunakan masyarakat telah diteliti dan menunjukkan indikasi bakteri E-coli dengan kadar yang cukup tinggi,” terangnya.

Ia menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat Pesisir Selatan untuk bersama-sama mencegah diare, dengan mengkonsumsi air minum dan makanan yang telah dimasak dan tetap menjaga kebersihan.

“Jika mengalami gejala diare, segera periksa di puskesmas terdekat. lebih baik mencegah daripada mengobati,” tutupnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Lunang Silaut Pererat Silaturahmi dengan Awak Media Lewat Ngopi Bareng
‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru