Komisi IV DPRD Situbondo Panggil Dinas Kesehatan, atas Viral Mobil Ambulan

- Editorial Team

Kamis, 7 Maret 2024 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Sempat viral di media sosial, seorang warga yang diduga ditolak oleh oknum Nakes saat akan menyewa mobil Ambulan milik Puskesmas Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

H Fauzan, membawa permasalahan yang menimpanya ke wakil rakyat, tepatnya Komisi IV DPRD SIitubondo.

Mendapatkan laporan tersebut, Komisi IV DPRD Situbondo, menggelar hearing, dengan menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Situbondo dan pihak puskesmas Panarukan pada tanggal. Kamis (7/3/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, H Fauzan menceritakan kronologis yang ia alami ketika mertuanya sedang sakit dan kritis. Ia berinisiatif untuk membawa mertuanya ke rumah sakit.

“Karena kondisi mertua saya yang tinggi dan besar, maka saya berinisiatif untuk membawa mertuanya dengan mempergunakan mobil Ambulans,” kata H Fauzan.

Baca Juga:  Diduga Mencemarkan Nama Baik H Lilur, Akun Facebook Brando Pocalapo Dilaporkan

Malam itu, dengan bantuan dari kepala Dusun Desa Paowan, mendatangi Puskesmas Panarukan dan langsung memberitahukan tujuannya. Namun oleh pihak Puskesmas tidak langsung direspon karena harus melalui beberapa prosedur.

Setelah melalui proses yang panjang mobil ambulan keluar dari Puskesmas Panarukan, namun ketika itu juga Ia (H Fauzan) mendapatkan kabar jika mertuanya telah meninggal dunia.

“Saya sangat kecewa terhadap pelayanan pihak Puskesmas Panarukan”, ucapnya dengan nada menahan amarah.

Seharusnya pihak Puskesmas mendahulukan pelayanan masyarakat, apalagi sifatnya genting, dan berhubungan dengan nyawa. Namun yang terjadi malah terbalik, pihak Puskesmas lebih mementingkan SOP dari pada pelayanan masyarakat.

Hal itu menurut H Fauzan tidak sejalan dengan Program Bupati Situbondo., yaitu pelayanan masyarakat harus di nomer satukan.

“Kalau masalah takdir saya bisa menerima, tapi tiap manusia wajib berusaha terlebih dulu. Dan di kasus ini sudah jelas sekali pelayanan Puskesmas tidak berpihak ke masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga:  Ratusan Santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Pulang ke Sapudi dengan Program Mudik Bareng Bupati Sumenep.

Lebih jauh H Fauzan mengatakan bahwa, dirinya sengaja melakukan pengaduan ke Komisi IV melalui audensi publik, agar dijadikan pembelajaran dan dilakukan kajian,

“Ini harus menjadi pembelajaran dan diberikan sangsi adiminstrasi dan bila perlu juga sangsi pidana,” tutupnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan dr. Shandy Hendrayono, meminta maaf dan mengucapkan ikut bela sungkawa kepada pihak keluarga dan siap melakukan evaluasi agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

“Untuk penggunaan mobil Ambulans itu memang tidak bisa sembarangan, sebab ada petunjuk teknisnya (juknis),” ungkapnya.

Namun bila dihadapkan dengan kondisi darurat memang harus di utamakan. Untuk itu, atas nama Dinas kesehatan, Ia mmeinta maaf dan siap untuk memperbaiki kinerja seluruh tenaga kesehatan dibawah kepemimpinannya.

Baca Juga:  Ratusan Perahu Siap Berlayar, Petik Laut Sapudi Diawali Istighosah Khidmat dan Harapan Ekonomi Meningkat

“Selain itu, jika pihak keluarga H Fauzan belum bisa menerima kata maaf saya, dan Komisi IV bila masih mau memberikan punishment pada saya, saya siap melepaskan jabatan sebagai kepala dinas kesehatan, karena jabatan ini juga tidak pernah saya minta,” tegasnya.

Di akhir audensi H Fauzan yang akrab disapa Ki Bronto Seno tersebut, menyampaikan, untuk sementara dirinya merasa puas atas hasil audensi publik yang digelar oleh Komisi IV DPRD situbondo.

“Untuk sementara saya puas atas hasil ini, namun saya masih harus menunggu hasil kajian pihak Komisi IV, semoga tidak lama,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru