Fermentasi Urin Sapi Plus menjadi Cara Ampuh Mengendalikan Hama Tikus

- Editorial Team

Jumat, 17 November 2023 - 23:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Kepala DKPP Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, mengapresiasi inovasi fermentasi urin sapi plus di bidang pertanian, menjadi rujukan pengendalian hama tikus bagi petani di Kabupaten Sumenep.

“Temuan inovatif, yang berupa fermentasi urin sapi yang digunakan sebagai bahan pengendali OPT tikus. Ini akan terus disosialisasikan kepada petani sebagai sebuah solusi baru, dari serangan hama tikus yang sering terjadi,” katanya. Jumat (17/11/2023).

Selain itu, menurut Arif Firman tolong yang juga menjabat sebagai Plt Kepala BKPSDM Sumenep tersebut, fermentasi urin sapi plus juga berfungsi meningkatkan nutrisi pada tanaman milik petani.

“Hal tersebut telah dirasakan oleh petani yang ada di Kecamatan Gapura,” ungkapnya.

Sementara itu, Delly Hos Kapila Penyuluh pertanian lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gapura, menjelaskan, jika fermentasi urin sapi plus berhasil meningkatkan semangat warga setempat, dalam menjalankan usaha tani.

“Dengan mengaplikasikan fermentasi urin sapi plus, petani di Kecamatan Gapura dapat mengusir tikus dari berbagai tanaman milik mereka,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, di satu sisi hasil dari fermentasi tersebut, memang mampu menyediakan nutrisi pada tanaman. Di sisi lain, urin sapi plus juga memiliki aroma yang khas hingga mampu menolak hama tikus.

Baca Juga:  KRH Krendo Panulahar: Tongkat Pusaka dan Badan Besi, Pengalaman di Bandara Shenzhen

Kendati demikian, Delly Hos Kapila juga mengimbau, agar aplikasi fermentasi urin sapi plus ini dilakukan di kawasan pertanian milik petani secara menyeluruh. Jika dilakukan perorangan, ada potensi hama tikus akan pindah dan menyerang tanaman milik petani lainnya.

“Lebih bagus dan lebih efektif, proses pengendalian hama tikus melalui urin sapi plus ini digunakan di skala kawasan. Khawatir jika dilakukan perorangan, tikus berhasil diusir dari lahan satunya lalu masuk ke lahan lain,” pungkasnya.

Baca Juga:  BPRS Bhakti Sumekar Menggelar Seminar Literasi Keuangan dan Lounching Tabungan Ukhuwah

Hingga saat ini, inovasi di bidang pertanian ini sudah diujicoba terhadap beragam komoditas pertanian di kecamatan setempat, seperti di antaranya taman padi, tanaman tembakau, dan kacang tanah.

Inovasi fermentasi urin sapi plus ini, mulai disosialisasikan oleh penyuluh dari DKPP Sumenep sejak tahun 2022 lalu. Terdapat peran aktif Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dalam proses pengenalan fermentasi kepada kalangan petani.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi

Peristiwa

Dugaan Penyalahgunaan KKS Mencuat, Penerima PKH Buka Suara

Sabtu, 26 Sep 2026 - 18:26 WIB