Ini Penyebab Pria Paruh Baya yang Ditemukan Meninggal di lokasi Kebakaran Lahan

- Editorial Team

Rabu, 11 Oktober 2023 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga saat membawa korban ke rumah duka.

Warga saat membawa korban ke rumah duka.

Dapurrakyatnews, – Penyebab kematian Syafriadi (59) Pria paruh baya yang ditemukan meninggal di lahan miliknya, diduga karena shok dan sesak napas karena banyaknya asap yang mengelilingi saat berusaha memadamkan api yang menganas di Bukit Timbulun, Nagari Siguntur Tua, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat akhirnya terungkap.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Koto XI Tarusan IPTU Donny Putra,SH.,MH. Ia menerangkan, dari hasil penyelidikan oleh personel Polsek Koto XI Tarusan tidak bisa memberikan keterangan penyebab pasti korban meninggal dunia. Karena keluarga korban melarang untuk dilakukan otopsi terhadap korban.

“Untuk mengetahui penyebab pasti itu harus dilakukan otopsi terhadap korban,” kata IPTU Donny saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (10/10) malam.

Lanjutnya, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka bekas kekerasan ataupun luka lainnya.

“Namun, perkiraan penyebab meninggalnya korban, terjadi karena banyaknya asap dan api yang sudah membesar membuat korban mungkin lelah atau sesak karena asap,” ujarnya.

Kapolsek Koto XI Tarusan IPTU Donny Putra saat olah TKP, Selasa (10/10)

Saat ini, jenazah korban pun sudah dibawa ke pihak keluarga untuk dikebumikan.

Diketahui sebelumnya, sekira pukul 11.00 WIB korban dilihat oleh saksi Tek Mia (75). korban melewati rumahnya menuju ke ladang gambir korban seluas 1/4 Hektar yang berada di bukit belakang rumah Tek Mia.

Baca Juga:  Lagi Asik Pesta Sabu, 3 Pemuda di Pessel di Tangkap Polisi 

Kemudian korban membakar bekas semak-semak di bagian bawah bukit yg sudah kering yang telah dibersihkannya beberapa hari lalu. Selanjutnya korban naik ke bagian atas bukit, selang beberapa menit kemudian terlihat api sudah membesar dan membakar seluruh semak-semak, yang sudah kering bekas di bersihkan tersebut .

Selain api membesar, asap pun banyak mengepul sehingga terlihat oleh saksi Nursariji (50) dari jalan raya dengan jarak sekitar 500 meter ke bukit tersebut.

Karena melihat kepulan asap dan api membesar warga berdatangan untuk memadamkan api dengan alat seadanya.

“Setelah api padam, terlihatlah sesosok pria paruh baya yang sudah terlentang di lereng bukit tersebut, dengan memegang sepotong kayu yang di perkirakan digunakan korban untuk memadamkan api dengan cara memukul-mukul semak-semak tersebut,” jelas Donny.

Baca Juga:  Diduga Konsleting listrik, Satu Rumah di Lahap Di Jago Merah

Setelah didekati warga, sosok pria paruh baya tersebut dikenali oleh warga bahwa pria yang terlentang, yang menggunakan celana jeans tanpa baju tersebut adalah Syafriadi (pemilik lahan).

Kemudian warga menghubungi personil Polpos Subsektor Siguntur Tua untuk mengevakuasi korban, dan personil Polpos Subsektor menghubungi Kapolsek XI Tarusan.

“Selanjutnya korban di bawa ke rumah duka oleh personil Polsek Koto XI Tarusan,” terangnya.

Untuk diketahui, dari keterangan warga sekitar, semasa hidupnya korban sedang mengalami gangguan kejiwaan.

“Dari keterangan warga, korban beberapa bulan ini baru keluar dari rumah sakit sakit (RSJ) Gadut, Padang,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru