Cerita Nurul Azizah Ikut Kampus Mengajar : Buat Program Literasi Hingga Adaptasi Teknologi 

- Editorial Team

Sabtu, 7 Oktober 2023 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nurul Azizah, Mahasiswa STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang saat mengajar di SMKN 5 Tanjungpinang ikut program MBKM kampus mengajar.

Nurul Azizah, Mahasiswa STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang saat mengajar di SMKN 5 Tanjungpinang ikut program MBKM kampus mengajar.

Dapurrakyatnews, – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) atau disebut juga Kampus Mengajar, membuka ruang bagi mahasiswa untuk bisa mengaplikasikan keahlian, serta ilmu pengetahuan mereka dalam membantu siswa. Program ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa, untuk mengaktualisasikan minat , semangat, dan keinginan mahasiswa.

Program kampus mengajar memberikan kesempatan terhadap mahasiswa untuk belajar diluar kelas selama 1 semester, sebagai mitra guru untuk berinovasi dalam pengembangan strategi dan model pembelajaran, yang dapat dikembangkan menjadi inovatif kreatif dan tentunya mudah dipahami peserta didik.

Nurul Azizah menyampaikan pengalaman dan ceritanya mengikuti Program Kampus mengajar. Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang ini mengikuti Program MBKM di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Tanjungpinang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuturkan, pengalaman awal saat mengikuti program kampus mengajar ini, Ia bersama temen-temen ada beberapa kendala saat mengajar di SMKN 5 Tanjungpinang tersebut.

Dimana sebagai mahasiswa yang juga merupakan pelajar juga sangat canggung dengan program kampus mengajar ini.

Baca Juga:  Pemkab Situbondo Sosialisasikan Peraturan Cukai, Fokus Berantas Rokok Ilegal

“Kami perlu menyesuaikan diri dengan tempat yang baru dan juga terhadap para guru, canggung berbicara terhadap guru sehingga pada saat observasi awal itu kami merasa perlu penyesuaian diri lagi,” ucap Nurul kepada Dapurrakyatnews.com saat dihubungi, sabtu, (7/10).

Siswa SMKN 5 Tanjungpinang mengaktifkan Mading, Program dari mahasiswa MBKM.

Ia menjelaskan, pada minggu pertama saat melakukan observasi membuatnya bersemangat melihat antusias para siswa yang disiplin saat melakukan observasi di kelas.

Dalam observasi awal kemarin itu ternyata diperlukan manajemen sekolah, metode dan strategi pembelajaran, pemahaman terhadap teknologi, literasi dan numerasi.

“Jadi dari observasi itu kami melakukan pemantapan literasi dan numerasi siswa,” jelasnya.

Ia menyampaikan beberapa program yang dilakukan saat mengikuti Kampus mengajar di SMKN 5 Tanjungpinang. Ada beberapa program yang kami langsung yaitu progam mading, time to speak dan adaptasi teknologi.

Program mading ini dilakuin tiap kelas bergiliran dengan tema yang berbeda tiap minggunya, dan program ini udah kita lakuin selama 3 minggu.

Baca Juga:  Komunikasi dan Pendidikan Agama menjadi Hal Penting dalam Membentuk Karakter Anak

“Tujuan program mading ini untuk menumbuhkan literasi serta kreativitas siswa dalam budaya karya ilmiah di sekolah,” ungkap gadis 19 tahun kelahiran Tanjungpinang tersebut.

Kemudian Program time to speak, program ini materinya tentang publik speaking, cara membuat aplication letter, cara membuat critical vitae (CV) dan latihan wawancara kerja.

“Kebetulan penanggung jawabnya nurul ditemani sama guru koordinatornya yaitu guru mata pelajaran bahasa inggris. disini kami menghubungkan materi “time to speak” dengan bahasa inggris,” ujar Nurul.

Untuk minggu pertama dan kedua kami bakal menyajikan materi perkelas terlebih dahulu, kemudian nanti di minggu ketiga kami akan menggabungkan seluruh kelas agar langsung praktek bersama-sama.

Selanjutnya progam adaptasi teknologi, untuk program ini kami ngadain perlombaan pembuatan video mengenai profile SMKN 5 Tanjungpinang.

“Pembuatan video ini ditugaskan untuk semua kelas, setiap kelas dibagi beberapa kelompok untuk membuat video. jadi nantinya video yang paling baguslah yang akan jadi pemenang,” terangnya.

Baca Juga:  Untuk NTT dan NTB, Presiden Joko Widodo Perintahkan Ini

Diketahui, lingkungan sekolah SMKN 5 Tanjungpinang termasuk daerah pinggiran. Dimana sekolah tersebut berada di daerah bekas tambang, sehingga sangat gersang dan panas karena tidak terlalu banyak pohon. Kemudian akses jalan menuju sekolah masih kurang memadai dikarenakan jalan tersebut masih berupa tanah bauksit.

Jalan tersebut merupakan satu-satunya jalan menuju ke dalam sekolah. Disekitar jalan menuju ke dalam sekolah juga terdapat banyaknya sampah yang berserakan.

kemudian, lingkungan sekolah terbilang cukup jauh dari pemukiman sehingga waktu pulang sekolah di sekolah tersebut terdapat kebijakan khusus yang mana murid akan pulang lebih cepat dibandingkan dengan sekolah SMK lainnya di daerah tersebut.

Ia menyampaikan kalo untuk pengalaman sekarang ini berjalan mulus, tidak ada masalah sama sekali, ditambah semua guru yang selalu mensupport dari program yang ia dan teman-temannya lakukan.

“Tidak jarang juga kami melakukan asistensi guru yang berhalangan hadir,” pungkasnya.0

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 
‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng
‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎
Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil
Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin
Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

‎Gandeng Disdik Sumbar dan SMKN 1 Painan, Waka Polres Pessel Perkuat Program Polisi Peduli Pendidikan 

Rabu, 4 November 2026 - 23:04 WIB

‎Perkuat Sinergitas, Kapolsek Tapan Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Senin, 2 November 2026 - 22:35 WIB

‎Pelantikan Pengurus PWI Pessel 2026–2029, Robby Oktora Romanza Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers ‎

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Perkuat Ekonomi Perempuan, KEI Salurkan 10 Sepeda Rombong untuk Pedagang Kecil di Pagerungan Kecil

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:25 WIB

Bupati Sumenep Dorong Kampung Zakat Diperluas, Sasar Kemandirian Ekonomi Warga Miskin

Berita Terbaru