Penyebab Keputihan Menurut Dokter Santi dan Bagaimana Mengatasinya 

- Editorial Team

Selasa, 8 Agustus 2023 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Keputihan adalah keluarnya cairan bening atau putih dari vagina. Cairan ini sebagian besar terdiri dari sel dan bakteri. Proses ini dapat membantu untuk membersihkan dan melumasi area kewanitaan serta membantu melawan bakteri jahat dan infeksi.

Keluarnya cairan keputihan adalah proses alami dan normal. Namun, perubahan pada cairan vagina bisa menjadi tanda infeksi atau penyakit. Jika ada perubahan pada warna, tekstur, bau atau jumlah keputihan, hal itu bisa menjadi pertanda adanya masalah. Namun, sebagian besar penyebab keputihan abnormal dapat kamu obati dengan obat-obatan.

“Kalau ada gejala keputihan lebih kami sarankan untuk segera dibawa dilakukan pengobatan dokter spesialis kulit dan kelamin, atau mendatangi Poli Penyakit kulit dan kelamin di RSUD dr H Moh Anwar, yang buka setiap hari,” kata dr. Susanti Rosmala Dewi, SP, DV. Dokter Spesialis Kulit Kelamin RSUD dr Moh Anwar Sumenep.

Keputihan juga terkadang terjadi bagi ibu ibu hamil, hal tersebut adalah normal karena terjadi secara fisiologis. Selain dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis kandungan juga bisa mengobati.

“Jadi di saat ibu hamil sedang periksa HRV ke dokter spesialis kandungan, sekalian untuk mengobati keluhan keputihan,” tambah Dokter Santi dalam Podcast RSUD dr Moh Anwar Sumenep. Kamis (3/8/2023).

Keputihan dapat menjadi penyakit yang kronis, jika ada penyakit penyertanya seperti diabet, Servik. Namun kebanyakan keputihan terjadi atau tertular karena hubungan seksual.

Baca Juga:  Mobil Terbakar di Depan Masjid Jamik Sumenep, Dua Orang Luka Bakar

“Memang ada keputihan yang karena penyakit infeksi, bakteri dan jamur atau memang infeksinya terjadi karena hubungan seksual,” ujarnya.

Selain edukasi perilaku sehat, dokter cantik ini juga membagikan tips bagi sahabat sehat, yang saat ini sedang mengalami keputihan, diantaranya adalah, kita harus sering sering mengganti celana dalam, dan celana dalam harus terbuat dari katun bukan nylon.

“Karena jika celana dalam terbuat dari nylon dan ketat, maka daerah kewanitaan kita akan menjadi lembab dan hangat, maka disitulah tempat bakteri berada,” pungkasnya.

Sepert dirangkum dari beberapa sumber, sebenarnya vagina telah memiliki keseimbangan keasaman vagina dan bakteri. Meski begitu, tetap ada kondisi yang membuat seseorang bisa terkena keputihan abnormal.

Baca Juga:  Sudah Lama tak Mengelar Perpisahan, Acara Pelepasan SDN 02 Padang Kejai Penuh Tangis dan Haru

Untuk itu, sebaiknya sahabat sehat menghindari membasuh vagina menggunakan sabun beraroma, cairan antiseptik atau ramuan herbal karena akan menyebabkan keseimbangan terganggu sehingga membunuh atau malah membuang bakteri baik.

Hal ini dapat menimbulkan keputihan abnormal, karena bakteri baik telah mati, sehingga tidak lagi memiliki pertahanan yang cukup terhadap infeksi.

Untuk menjaga kebersihan vagina, Anda hanya perlu mencucinya dengan sabun yang lembut serta air hangat di bagian luarnya. Jangan memasukkan sabun langsung ke dalam vagina.

Selain itu, ketika membasuh organ kewanitaan, usaplah dari depan ke belakang, bukan malah sebaliknya. Tujuannya untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina yang menyebabkan infeksi.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru