Pernikahan Anak Berpengaruh Kepada Pengangguran Terbuka dan Peningkatan Stunting, Berikut Penjelasannya

- Editorial Team

Minggu, 6 Agustus 2023 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews – Peringatan (Harganas) Hari Keluarga Nasional ke 30, dan Launching Desa Model Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak (Sadel Cepak), digelar pemerintah kabupaten Sumenep melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB.

Sumenep telah menunjukkan prestasi yang dibuktikan dengan penghargaan yang telah diterima, beberapa waktu yang lalu. Sumenep dalam 2 tahun terakhir telah menurunkan prevalensi stunting sebesar 7,4 % dari 29,0% menjadi 21,6 %.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Sumenep, saat menyampaikan sambutan dalam rangka Harganas ke 30 dan Launching Desa Model Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak, yang di pusatkan di taman bunga Sumenep, Jawa Timur. Minggu (6/8/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keberhasilan ini, merupakan gerak bersama yang melibatkan seluruh stakeholder terkait, dan penurunan ini dinyatakan oleh Kepala BKKBN Pusat sebagai penurunan yang signifikan,” kata Agus Mulyono, MCH., Kepala Dinas Kesehatan P2KB Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Pameran Pendidikan, SDN Talango I Bakal Tampilkan Drumband

Agus Mulyono juga menambahkan bahwa, tercatat ada 174 laporan yang masuk ke Pengadilan Agama Sumenep, terkait dengan permohonan perkawinan anak. Harapannya ke depan perkawinan anak di Sumenep, menjadi zero perkawinan anak.

“Perkawinan anak, berkontribusi sekitar 30% terhadap peningkatan Stunting. Oleh karena itu untuk mempercepat penurunan stunting, hingga mencapai target lebih rendah dari target nasional yaitu pada akhir tahun 2024 sebesar 14%. Maka perlu dilakukan penanganan perkawinan anak, maupun untuk mencegah perkawinan anak,” ungkapnya.

Agus juga menerangkan, maka dikembangkanlah satu desa model (cepak) Cegah Perkawinan Anak, yang di pusatkan di 3 kecamatan, dan di masing masing kecamatan ada 1 Desa yang menjadi model, untuk mencegah perkawinan anak, yaitu kecamatan Pragaan, Kecamatan Lengteng dan kecamatan Kota Sumenep.

Baca Juga:  Berikut Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Pengadaan PPPK Tenaga Tehnis Kabupaten Sumenep

“Ini sudah dilakukan beberapa kali musyawarah dan bertekat bulat di ke 3 kecamatan ini, untuk menjadi model desa Cegah Perkawinan Anak di Kabupaten Sumenep. Mudah mudahan ke depan akan terus berupaya sekuat tenaga, secara bersama-sama untuk mencapai percepatan penurunan stunting dari hulu ke hilir,” tutupnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan kegiatan yang dilakukan pagi sangat penting untuk dilakukan, karena pencegahan dan penanganan perkawinan anak harus diatur, karena ini menjadi sebuah faktor kebijakan pemerintah daerah dan pencapaian pemerintah daerah.

“Persoalan perkawinan anak, sangat erat dengan beberapa hal, bukan hanya stunting, bukan hanya kemiskinan,” kata Bupati.

Semua indikator berpengaruh karena perkawinan anak, begitu ada perkawinan anak maka akan mudah terjadi perceraian, rentan perceraian karena tingkat kematangannya, (mental) yang belum matang.

Baca Juga:  Perahu Motor Karam di Pelabuhan Tanjung, KSOP Kelas IV Kalianget Wilker Tanjung Saronggi Lakukan Respon Cepat.

Ia menambahkan, jika terjadi perkawinan anak, maka yang pertama akan berpengaruh kepada penganguran terbuka, begitu berpengaruh kepada penganguran terbuka maka akan berpengaruh kepada tingkat pendapatan, begitu berpengaruh kepada tingkat pendapatan, maka akan berpengaruh kepada ketimpangan.

“Begitu tidak ada penghasilan karena tidak bekerja maka akan riskan perceraian,” terangnya.

Begitu terjadi ketimpangan maka akan berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi, dari semua itu biasa dimulai dari indek pembangunan manusia, angka harapan sekolah nya akan rendah, kenapa rendah karena sering putus sekolah.

“Harapannya ke depan, benar benar mampu menekan, menaikkan, menurunkan beberapa indikator indikator pertumbuhan ekonomi, Indeks pembangunan manusia, pengangguran terbuka termasuk angka kemiskinan dan stunting,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru