Jangan Sampai Keadilan Sosial hanya Sebatas Kata Kata Tanpa Bukti Nyata

- Editorial Team

Minggu, 16 Juli 2023 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KPM Keluarga Penerima Manfaat saat menerima bantuan kompensasi BBM dari Pemerintah, saat pandemi Covid 19.

KPM Keluarga Penerima Manfaat saat menerima bantuan kompensasi BBM dari Pemerintah, saat pandemi Covid 19.

Dapurrakyatnews – Pemerintah melalui kementerian sosial, memberikan bantuan sosial yang ditujukan kepada masyarakat miskin. Selain bantuan sosial melalui kementerian, Pemerintah Daerah juga memberikan bantuan sosial tunai, salah satunya dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau.

Program Bansos untuk rakyat mencakup Program Indonesia Pintar (PIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Program Keluarga Harapan (PKH), & Bansos Rastra/ Bantuan Pangan Non Tunai. Perluasan program bantuan sosial merupakan komitmen pemerintah, untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.

Namun dari berbagai macam bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat, banyak ditemukan masyarakat yang sangat layak untuk mendapatkan bantuan malah terlewatkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salam (kaos hitam) saat melakukan fungsi pengawasan sebagai masyarakat, saat penyaluran bantuan dari pemerintah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Salam, salah satu tokoh pemuda yang ada di kepulauan Sapudi, Ia mengatakan, jika dilapangan masih banyak ditemukan, mereka yang tidak layak untuk mendapatkan bantuan malah mendapatkan bantuan.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Perkuat Komitmen Digitalisasi Transaksi Daerah, Capaian Indeks ETPD Tembus 97 Persen

“Sekarang pertanyaannya, jika kita menemukan masyarakat miskin yang terlewat dari bantuan sosial, dan memang layak untuk mendapatkan bantuan, kemana kira-kira masyarakat dapat mengusulkan, atau jalurnya seperti apa,” kata Salam. Minggu (16/7/2023).

Karena di lapangan, jika seumpama kita mengadu kepada pemerintahan desa, kita akan mendapatkan jawaban bahwa itu bukan kewenangan mereka. Semuanya terkesan lempar tanggung jawab dan cuci tangan, atau bahkan memang benar, bukan menjadi kewenangannya.

Baca Juga:  Mahasiswa UGM Lakukan Praktik Kuliah Lapangan di Kawasan Hutan Perhutani KPH Bondowoso

“Nah mereka ini nanti nya akan mengadu ke mana, jika pihak pemerintahan desa sudah mengatakan bukan kewenangannya. Apakah ke kecamatan, Dinas Sosial P3A atau langsung ke kementerian. Apalagi saat ini banyak keluhan dari KPM, yang dapat bantuan, namun mereka tidak terdaftar lagi sebagai penerima, yang tak ada satupun dapat memberikan jawaban, kenapa bantuan tersebut dihentikan,” ujarnya dengan nada kesal.

Salam lantas mempertanyakan apakah pemerintah tidak mempunyai regulasi khusus, yang memperbolehkan masyarakat mengusulkan penerima baru, atau bahkan menyampaikan, jika ditemukan ada masyarakat yang tidak layak mendapatkan bansos, namun malah mendapatkan.

“Permasalahan ketidakadilan ini sudah berlangsung lama, yang seakan tidak pernah ada perbaikan dari pemerintah. Jangan sampai keadilan sosial hanya sebatas kata kata tanpa bukti nyata,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemkab Sumenep Menggelar Festival Kreasi Anak Yatim, Ini Harapan Bupati Sumenep
Surat edaran Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin.

Apalagi sampai saat ini, surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Nomor 1902/4/S/HK.05.02/05/2019 tertanggal 9 Mei 2019, perihal Instruksi Pemasangan Daftar Nama KPM Bantuan Sosial di Tempat Umum, yang disempurnakan dengan surat edaran Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial pada tanggal 8 Juni 2019 dengan Nomor : 1000 NAJS/HM.01/8/2019 Labelisasi KPM, sampai saat ini belum dilakukan oleh Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep.

“Padahal menurut kami itu merupakan salah satu solusi, namun nyatanya sampai saat ini dinas terkait dalam hal ini Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep, belum melakukan pelabelan bagi KPM,” pungkas pemuda yang terkenal vokal menyampaikan ketimpangan Sosial di Kepulauan Sapudi.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026
Perbankan Sumenep Kompak di MCF 2026, Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Kami Ingin Pelaku Usaha Terus Tumbuh

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Kamis, 3 September 2026 - 11:45 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis

Berita Terbaru