PPDB Dinilai tidak Merata, Alfiandri Angkat Bicara

- Editorial Team

Rabu, 12 Juli 2023 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapurrakyatnews, – Pengamat kebijakan publik Alfiandri angkat bicara, terkait minimnya peserta didik baru (PDB) di SMA Negeri 3 Tanjungpinang.

Ia mengatakan, minimnya PDB di SMA Negeri 3 Tanjungpinang, merupakan salah satu bukti nyata gagalnya kebijakan zonasi wilayah, yang diterapkan Dinas Pendidikan di Kepulauan Riau (Kepri).

“Masalah yang dialami SMAN 3 Tanjungpinang hari ini, dampak lemahnya sistem zonasi yang diterapkan pemerintah,” ucap Alfiandri saat dihubungi Rabu, (12/7/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menuturkan, bahwa minimnya rekrutan peserta didik baru di sekolah ini karena masih ada potensi praktik-praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) sehingga menyebabkan sekolah tersebut sepi peminat.

Lanjutnya, solusinya ke depan, Pemerintah melalui Dinas Pendidikan, sebagaimana kewenangannya diatur oleh Undang-undang harus berani membuat marger pemerataan pendidikan, khususnya masalah PPDB yang terus menjadi masalah berkelanjutan di Kepri sampai saat ini.

Baca Juga:  Dandim 0311/Pessel Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkada Serentak 2024

“Saran saya, Disdik harus berani dan tegas kebijakan marger sekolah, jika tingkat kepeminatan semakin rendah dikarenakan rendahnya kualitas, minimnya daya tarik, kurangnya menghasilkan prestasi sehingga tingkat kepercayaan masyarakat tidak tertarik menyerahkan anaknya untuk belajar ke sekolah tersebut,” terangnya.

Pengamat kebijakan publik Alfiandri

Disisi lain, pihak SMAN 3 Tanjungpinang harus mampu membenah diri dengan melakukan evaluasi pembelajaran sekolah dengan menggunakan rumus dan strategi edukasi governansi sebagai solusi menghadapi persoalan rendahnya daya tarik masyarakat kepada sekolah tersebut.

Untuk diketahui, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SLTA sederajat di Tanjungpinang pinang dinilai tidak merata.

Hal tersebut dialami SMA Negeri 3 Tanjungpinang, yang hanya kebagian 19 siswa pada PPDB tahun 2023 ini.

Baca Juga:  Polresta Tanjungpinang Tangkap 2 Pelaku TPPO ke Kamboja 

Hal itu dibenarkan oleh Plt Kepala Sekolah, Sri Haryanti saat ditemui di SMA N 3 Kota Tanjungpinang, Selasa (11/07).

Sri Haryati menjelaskan, awalnya jumlah pendaftar di SMAN 3 Tanjungpinang mencapai 103 orang yang diterima melalui sistem PPDB.

“Namun dari jumlah itu yang melakukan daftar ulang cuma 9 orang saja,” kata Sri Haryanti.

“Jadi kalau di total dengan semua jalur PPDB, di sekolah kami hanya ada 19 siswa baru,” sambungnya.

Ia menyebutkan, sebelumnya ada 23 siswa yang dinyatakan masuk SMAN 3 dan dapat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Tapi yang aktif ikut MPLS dari hari pertama hanya 19 orang saja. Jadi kami bingung juga, ini sisanya pada kemana,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kasal Yudo Margono Kunjungi Markas Sarang Petarung Gurita Perkasa Yonmarhanlan IV.

Ia menyampaikan, pihaknya sudah meminta Dinas Pendidikan agar siswa yang terdaftar di sistem, dapat mendaftar ulang ke sekolah yang sudah ditentukan.

“Sampai sekarang siswanya gak tau kemana. Sama kayak tahun lalu. Masuk 200, yang daftar ulang cuman 54,” jelasnya.

“Kalau tidak ada ketegasan dari dinas terkait, mereka (siswa baru) seenaknya daftar ulang dan tidak ada pemerataan,” lanjutnya.

Sri menagih janji Kepala Dinas Pendidikan, untuk merelokasi SMAN 3 Tanjungpinang ke lokasi yang berjauhan dari SMAN 1 yang notabene sekolah favorit.

“Sampai sekarang realisasi tidak ada. Kalau kami masih disini, dan sistemnya tidak jelas. Sekolah kami terancam tutup, rombongan belajar (rombel) kami tinggal 5. Ini yang kelas 1 saja, 1 rombel aja masih kurang kali,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel dapurrakyatnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan
‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎
HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan
Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026
HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi
Seleksi Terbuka JPTP Sumenep Rampung, Ini 12 Peserta Terbaik di Empat Jabatan Strategis
‎Bappeda Sumenep Tampilkan Perencanaan Pembangunan dan Transformasi Pelayanan di Madura Culture Fest 2026
DKPP Sumenep Pamerkan Komoditas Lokal dan Buka Layanan Pertanian di Madura Culture Fest 2026

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 18:31 WIB

Dua Investor Asing Lirik Sampang, PT Garam: Rencana Pabrik MVR  Masih Tahap Penjajakan

Selasa, 15 September 2026 - 10:51 WIB

‎Masyarakat Pulau Manok Kesulitan Air Bersih, Air Minum Harus Didatangkan dari Sapudi dan Raas ‎

Rabu, 9 September 2026 - 13:16 WIB

HUT RI ke-81, Bappeda Sumenep Teguhkan Komitmen Perkuat Perencanaan Pembangunan

Rabu, 9 September 2026 - 08:51 WIB

Prestasi Nasional Berlanjut, BPRS Bhakti Sumekar Raih KEJAR Award 2026

Selasa, 8 September 2026 - 16:31 WIB

HCML Salurkan Bantuan Tandon Air ke Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Sapudi

Berita Terbaru